
Ardi dan Kirana memilih pulang terlebih dahulu, sedang Chintya dan Kayla bersama Jessica dan Aisyah begitupun Violla.
sedang Icha pergi ke kantin bersama dengan Andhara, Icha masih bimbang ingin mengatakan atau ingin diam selamanya.
Andhara menyadari kegundahan hati dari Icha, Andhara pun mengenggam tangan Icha, "dia hanya perlu di dukung, dan kamu tau kenapa dia bisa begitu?" tanya Andhara.
Icha mengeleng, dia juga tak tau sebab kenapa Altaf jadi seperti saat ini, Andhara pun menghela nafas sebelum memulai cerita.
"Altaf adalah pria yang tumbuh dalam didikan keras, tapi aku membuatnya trauma karena kesalahan ku, aku hamil dengan pria yang baru ku kenal. aku pun memilih pergi meninggalkan adikku itu, dan di situlah Altaf menjadi seorang pemabuk, dan dia mulai terjerumus pada hubungan yang salah," kata Andhara.
"apa om dan bunda tau?" tanya Icha.
"mereka tau Icha, bahkan Daddy pernah hampir membunuh Altaf saat itu, untung aku memohon padanya, tapi semua harus kami bayar mahal, bahkan aku di jauhkan dari putra kandungku, dan sekarang dia sangat membenciku," kata Andhara.
"tunggu kata papa, putra kakak meninggal saat di lahirkan," kata Icha.
"tidak dia masih hidup, tapi aku belum mengetahui keberadaan nya, dan Daddy mengunakan itu untuk terus mengancam ku, dan juga untuk nyawa adikku," kata Andhara.
"maaf kak, seharusnya kita tak membahas ini," kata Icha.
Andhara hanya mengangguk, "tidak apa-apa, jadi sekarang kamu mau kan membantu Altaf untuk sembuh, aku juga akan berusaha," kata Andhara.
"tentu kak," jawab Icha.
Andhara yakin jika Icha gadis tepat untuk Altaf, "kadang aku berpikir untuk menyusul mu mas, kamu tau, aku merindukanmu dan dekapan serta senyum teduh mu itu," batin Andhara menginggat asisten Angga Sastrawinata.
Jacob baru datang membawa beberapa jenis makanan dan minuman dingin untuk para tamu, dia baru selesai melihat beberapa proyek perumahan.
"maaf baru menjengguk mu dek," kata Jacob yang langsung mencium kening Aisyah.
"iya mas," jawab Aisyah.
__ADS_1
"Jack, kamu baru pulang pengajian, kenapa masih pakai sarung?" tanya Jessica.
"huh, aku tak sempat berganti baju tadi, karena sudah merindukan istriku ini," Jawab Jacob.
"ya Alloh adik kecilku yang urakan sudah jadi seorang yang begitu baik, terima kasih Aisyah. setidaknya dia tak akan gampang bermain dengan nyawa orang," kata Jessica.
"hohoho... anda salah, aku bagaimana pun tetap putra James Arthur Smith, dan dunia Daddy sekarang menjadi dunia ku," jawab Jacob.
"ya kamu dunia bawah dan kak Kennard juga gila pada dunia Daddy, yaitu pekerjaan nya," kata Jessica.
Aisyah hanya tertawa melihat pertengkaran itu, seorang suster masuk dan mengajak Aisyah dan Jacob untuk melihat bayi mereka yang semakin baik.
Aisyah juga sudah di perbolehkan menyusui si kembar secara langsung, Aisyah begitu haru saat Radit untuk pertama kalinya menyusu pada Aisyah.
"Alhamdulillah kita jadi orang tua ya dek, semoga mereka menjadi kebanggaan untuk kita dan keluarga, serta agama," kata Jacob.
"amiin ya mas," jawab Aisyah.
Jacob dan Aisyah kini menjadi orang tua untuk dua orang anak, dan Jacob bukan pria yang mengedepankan egonya.
keduanya begitu terlihat kompak, setelah itu bayi mereka kembali di taruh di inkubator untuk menjaga suhu tubuh mereka.
Aisyah terus tersenyum bahagia saat di kursi roda, bahkan dia terus mengucapkan syukur atas segalanya.
dia tak mengira akan memiliki keluarga sebahagia ini, mulai dari suami yang begitu mencintainya dan sekarang hadir dua buah hati pelengkap cinta mereka.
"tuan Jacobson Arthur Smith. terima kasih memilihku, dan tak menyerah terhadapku, dan terima kasih sudah menjadikan ku seorang istri dan ibu dari anak-anak kita," kata Aisyah menyentuh tangan Jacob.
"aku yang berterima kasih sudah mau menerima suami seperti ku yang tak sempurna, terima kasih sudah memberikan keluarga yang sesungguhnya padaku, terima kasih istriku," kata Jacob mencium kening Aisyah.
mereka pun masuk ke dalam kamar, ternyata Jasper baru datang, dan juga bayi mungil itu, Bryan kecil nampak nyaman di gendongan sang ibu besar.
__ADS_1
"sayang sepertinya kita harus buat lagi, kenapa putra putri kita malah lengket dengan orang lain, Ivy begitu dekat dengan Aisyah dan sekarang putra kita lebih nyaman bersama ibu besarnya Chintya, aku sedih," kata Jasper pura-pura menangis.
"hei anda jangan gila ya, aku tak mau lagi, melahirkan itu sakit, aku tak mu lagi," jawab Jessica.
semua orang pun tertawa melihat kekonyolan dari Jasper dan Jessica. Jacob pun mengendong Aisyah dan menidurkan nya di ranjang.
dokter datang untuk mengecek keadaan pasien. Jessica sudah diperbolehkan pulang tapi Aisyah harus menunggu beberapa hari untuk melihat kondisinya pasca operasi.
setiap malam Jacob akan menjaga Aisyah sambil melihat pekerjaan, karena Jessica sudah pulang bersama yang lain.
"mas kamu tak istirahat dulu," kata Aisyah.
"tidak sayang, aku akan tidur saat kamu sudah tidur, karena aku tak ingin istriku ini sendirian," jawab Jacob.
"mas apa kamu tak lelah, seharusnya biar orang tua ku yang di sini, dan mas bisa istirahat, karena mas pasti lelah bekerja seperti ini," kata Aisyah.
"tak ada kata lelah untuk mu dan anak kita, dan aku tak ingin membuat susah kedua mertua ku, aku sudah mengambil putri mereka, jadi sekarang kamu tanggung jawab ku, jadi tak elok jika mereka yang harus susah dan malah aku yang enak-enak kan," jawab Jacob.
"ya Alloh beruntung sekali diriku mendapatkan suami seperti mu, aku berdoa, semoga kita akan bersama selamanya dan di pertemukan di surga Alloh nantinya," kata Aisyah.
"amiin ya dek, kamu mau sesuatu," tanya Jacob.
"aku mau ini selamanya hanya untukku," kata Aisyah.
"tentu, ini akan selalu menjadi milikmu dan putra putri kita," jawab Jacob memegang tangan Aisyah yang ada di jantungnya.
Jacob pun menggupaskan buah untuk Aisyah, mereka bahkan terus bercerita tentang masa lalu.
Aisyah menceritakan tentang kuliahnya dulu, bahkan dia juga menceritakan kedua sahabatnya selain dokter Wibowo.
mereka pun tertawa bersama, hingga akhirnya mereka pun tidur di atas ranjang yang sama.
__ADS_1
Aisyah begitu merindukan pelukan hangat Jacob, sedang Jacob begitu merindukan tubuh istrinya itu.
malam ini mereka bisa sedikit melepas rindu itu, bahkan mereka pun tidur dalam posisi seperti biasa. saling berpelukan.