
Aisyah dan Stevani baru turun dari pesawat, setelah perjalanan buang hampir seharian.
"apa kamu lelah, apa kita perlu ke rumah sakit, wajah mu pucat Aisyah," panik Stevani.
"tenanglah, aku hanya sedikit mual saja," kata Aisyah.
"baby, tolong bantu bunda ya, kita akan buktikan pada Daddy kalian, jika bunda itu bisa menjaga dan melahirkan kalian," batin Aisyah mengusap perutnya.
"baiklah, lebih baik kita segera pulang, dan ku akan membuatkan mu minuman hangat," kata Stevani.
mereka pun menuju rumah peternakan milik keluarga Jhon, meski sedikit terpencil tapi bisa di bilang rumah itu cukup mewah.
saat sampai mereka di sambut oleh Valen, dia adalah putri dari pak Jun yang telah mengabdi pada keluarga James dari dulu.
"selamat datang nona muda," sapa Valen begitu hangat.
"panggil Aisyah saja," kata Aisyah.
"Valen ambil kursi roda cepat, kasihan Aisyah kelelahan," kata Stevani.
"baiklah," jawab Valen.
Aisyah pun langsung di bawa ke ruang rawat di rumah itu, Aisyah bahkan tak menyangka di dalam rumah ada begitu banyak perlengkapan medis.
"maaf ya Aisyah, aku hrus memberikan infus untuk kesehatan mu dan janin," kata Valen.
Stevani juga menyiapkan semua asupan gizi untuk Aisyah, bahkan sebelum memasak Stevani selalu menimbang dan melihat kualitas bahan.
ya James menempatkan Stevani yang notabene adalah ahli gizi, dan Valen seorang dokter dan juga ada satu lagi dokter yang akan menjaga Aisyah nantinya.
James sudah menyiapkan semuanya, dia tak mau semua anaknya, akan merasakan kesedihan dan kehilangan yang dulu pernah dialami.
Aisyah merasa sedikit baikan, Valen terus memantau kondisi Aisyah, "Aisyah kamu bisa makan dulu," kata Stevani.
"apa di dalam itu tak mengandung jamur atau kentang," tanya Aisyah.
"tenang Aisyah, uncle James sudah memberikan kami semua yang di butuhkan, jadi kamu tenang saja," kata Stevani.
"baiklah, terima kasih," kata Aisyah.
"oh ya Stevani, apa kamu tau, kapan si galak datang?" tanya Valen.
"ya kamu mau di penggal panggil dia galak, lagi pula dia itu tak galak, cuma kejam, masak satu rumah sakit bisa-bisanya dia siksa," kata Stevani.
__ADS_1
"puas membicarakan ku kalian berdua," kata Manda yang baru datang.
mendengar itu, Stevani dan Valen ketakutan, sedang Aisyah malah tersenyum menyambut wanita itu.
"hai Manda, kenapa baru muncul, apa kau tak merindukan ku?" kata Aisyah.
"kau yang membuat kami semua khawatir, dan lagi kenapa kamu begitu nekad," jawab Manda.
"ayolah, aku sudah menikah cukup lama, dan aku tak mau hidup tanpa buah cinta dengan Jacob," jawab Aisyah.
"kau tau, keputusan mu ini sudah menghancurkan Jacob, tapi aku suka, maka aku mendukungmu," jawab Manda.
Stevani dan Valen hanya melihat tanpa berani berkomentar, pasalnya mereka masih sayang nyawa.
sedang di Surabaya. Jacob memulai harinya dengan biasa, hanya saja tak ada Aisyah yang menyiapkan segalanya.
Jacob pun turun dan duduk di meja makan, Ivy terus melihat kearah Jacob. gadis kecil itu takut saat ingin bertanya.
"Ivy ada apa honey?"tanya Jacob.
"papi... mami kemana? dia tak pulang, biasanya mami akan membacakan cerita untuk ku, apa mami marah karena aku nakal?" tanya Ivy sedih.
"Ivy, dengarkan papi ya honey, mulai sekarang mami akan tinggal jauh dari kita, jadi ibu harus terbiasa tak melihat mami," jawab Jacob.
"aku hanya tak ingin membohongi gadis kecil ku, dan apa yang aku katakan benar, Aisyah sudah pergi dari sisiku kan," jawab Jacob penuh dengan penekanan. tapi tersirat luka yang begitu dalam.
Jacob meminum kopinya dan akan berangkat ke kantor, tapi Ivy datang dan sudah berjilbab cantik dengan tas ranselnya.
gadis itu pun mengandeng tangan Jacob, "Ivy mau papi antar?" tanya Jacob.
"iya, dan papi lihat, Ivy pakai jilbab yang dibuat mami, semoga dia tak marah dan mau kembali," jawab Ivy polos.
Jacob langsung mengendong keponakannya itu, Jacob meminta Fredy mengantar ke sekolah Ivy terlebih dahulu.
setelah memastikan Ivy masuk kelas, Jacob pun menghampiri Alex, "Alex, aku titip Ivy ya, dan jangan lupa untuk meminta Jessi menjemputnya," kata Jacob sebelum pergi.
Alex tak menyangka akan melihat Jacob seperti ini, wajah tampan nya kini terlihat begitu dingin.
Alex tau jika saudara sepupunya itu sedang menyembunyikan luka yang sangat dalam saat ini.
bahkan Alex tau Jacob adalah pria dengan perasaan yang begitu lembut, dan Aisyah sudah melukai pria itu.
Fredy sudah membawa mobil menuju perusahaan Shiddiq Grub, sesampainya Jacob langsung masuk ke ruangan miliknya.
__ADS_1
Jacob merobek surat pengunduran dirinya, dan kembali bekerja. saat ini dia akan mencoba melupakan Aisyah dengan pekerjaan.
meski begitu Jacob sudah menyebar seluruh anak buahnya untuk mencari Aisyah di luar Indonesia.
karena Jacob menyadari jika Aisyah tak berada di Indonesia dari paspor dan buku nikah yang di bawa oleh Aisyah.
Jacob tau jika istrinya itu tak akan mungkin bisa meminta cerai, tapi keputusan Aisyah ini membuat Jacob terluka.
"tuan rapat akan segera di mulai, anda sudah di tunggu," kata Fredy.
"baiklah, dan minta Altaf untik ikut, karena dia harus mulai belajar untuk melihat bagaimana seorang pemimpin bekerja," kata Jacob.
"baik tuan," jawab Fredy.
Jacob memeriksa ponselnya dan menerima sebuah pesan, Jacob pun tak menggubris nya.
rapat pundi mulai, Jacob memimpin rapat cukup kejam,bahkan dia tak menerima kesalahan sedikit pun.
semua orang sudah terkena amarah Jacob, begitupun Altaf yang juga binggung melihat perubahan Jacob.
di sekolah ketiga gadis itu sedang berada di atap sekolah, membolos dari pelajaran dan memilih menikmati waktu bersama.
"cih, aku merasa orang tuaku sudah tak mencintaiku lagi," kata Chintya.
"kenapa kamu bisa bicara seperti itu, bukankah mereka selalu memenuhi semua keinginan mu," jawab Icha.
"hei kalian tau uang banyak, tapi aku merasa kesepian di rumah sebesar itu, makanya aku lari ke rokok dan minuman," jawab Chintya.
"asal jangan s*x bebas aja non, oh ya PJ dong, loe kan habis dapet pacar," kata Icha pada Kayla.
"minta sama pacarku lah, gue bokek, gak pegang duit," jawab Kayla.
"iya loe pegang rokok sekarang *nj*Ng," kata Icha kesal.
"ya kali kita minta PJ sama pak Alex, bisa di ceramahin Sampek muntah," kata Chintya bergidik.
"ya udah kalau gak mau, aku gak tanggung," jawab Kayla.
Icha dengan iseng mengambil ponsel Kayla dan mengirim pesan pada Alex. mereka mengajak Alex keluar malam nanti dan bertemu di restoran.
"udah gue chat minta PJ, nanti malam di restoran China dan Chintya pakai baju sopan ya," kata Icha.
"*NJ*ng, loe pakek ponsel gue, wah sialan loe ya," kata Kayla kesal.
__ADS_1