Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_gadis asing


__ADS_3

kini Ken, Aline dan Feby sudah kembali ke kantor setelah keributan yang di buat Abi, mobil sampai lobi perusahaan.


kini mereka kembali ke ruangan masing masing, Ken dan Aline msuk dan kaget melihat kedatangan Ozil.


"selamat datang tuan," sapa Ozil.


"apa pekerjaan mu di sana sudah beres Ozil?" tanya Ken.


"sudah tuan, dan saya sudah membereskan para penghianat dan ini ada beberapa kandidat pegawai yang pantas di promosikan karena kinerja dan juga say sudah menyelediki segala nya," kata Ozil.


"baiklah terima kasih, kau bisa istirahat hari ini," kata Ken.


"tak masalah tuan saya bisa mulai bekerja dan nona bisa pulang untuk istirahat," kata Ozil.


"tak masalah Ozil, kau istirahat saja cari pacar kalau perlu, kau juga berhak bahagia," kata Ken.


"terima kasih tuan, kalau begitu saya permisi," pamit Ozil.


kini Aline masih membantu Ken sambil memilih acara untuk kejutan ulang tahun untuknya.


sedang di ruangan Lui, Mecha juga masih menemani Lui karena suaminya itu tak mengizinkannya pulang.


"aku harus melakukan apa? ini sangat membosankan," batin Mecha.


"kau bisa tidur siang di kamar pribadiku," kata Lui.


"benarkah, apa aku bisa menonton film kesukaan ku?" tanya Mecha.


"ya, dan aku heran kenapa kau menyukai pria Korea itu, aku bahkan lebih tampan dan sexy," kata Lui.


"kau terlalu berlebihan tuan, aku menyukai drama dan film nya karena alur ceritanya, dan pemain tampan hanya bonus, kalau suamiku ini hanya milikku," kata Mecha sambil tersenyum.


"itu yang seharusnya, baiklah kamu bisa ke kamar di sana," kata Lui sambil menunjuk pintu di samping mejanya.


Mecha msuk dan terkejut karena melihat kamar ruangan itu, akhirnya Mecha memilih untuk tidur siang karena begitu lelah.


tak terasa sudah waktunya pulang Mecha juga sudah menunggu sambil melihat wajah tampan sang suami.


"kenapa kau memandangku seperti itu," kata Lui.


"tidak ada aku hanya mulai bosan lagi," kata Mecha.


"baiklah, ayo pulang karena pekerjaan ku juga sudah selesai," kata Lui.


kini mereka keluar dari ruangan Lui dan ternyata bersamaan dengan Ken dan juga Aline.


"mau pulang saudara?" tanya Lui.


"tentu, atau kita mau ke kafe dulu, menikmati sore jarang jarang kita bisa pulang sore gini," kata Ken.


"boleh, kita ke kafe biasa saja di sana capuccino dan juga kuenya begitu enak," kata Lui.

__ADS_1


"tentu," jawab Ken.


"hei kalian melupakan kami hah," kata Aline.


"tentu tidak sayang, kamu kenapa pms ya?" tanya Ken.


"gak karena kau dari tadi menyebalkan Kennard!" teriak Aline jengkel.


"maaf lah sayang kau tau kan aku tak bisa mengontrol apapun jika kau di dekat ku," kata ken sambil melihat dengan tatapan mesum.


"aish.. hentikan kalian berdua bisa melanjutkannya di rumah ingat di sini kantor," kata Lui.


kini mereka turun bersama, Ken yang membantu Lui sedang Mecha dan Aline langsung duduk di belakang.


kini Ken melajukan mobilnya menuju kafe yang di maksud, mereka memilih duduk di kursi pojok yang tak terlalu ramai.


saat sedang menikmati kopi tak di sangka ada seseorang yang menghampiri meja mereka.


"maaf mas permisi bisa aku berfoto dengan kalian berdua please," mohon gadis itu.


"buat apa mbak? lagian kami bukan artis loh," jawab Ken.


"ayolah mas, saya mohon kalau kalian gak mau aku harus mengatakan sesuatu yang bisa menghancurkan persahabatan kami," mohon gadis itu.


"mau aja sih mas lagian cuma foto ini," bujuk Aline.


sedang Mecha memperhatikan gadis itu, Mecha merasa mengenal gadis yang meminta foto itu.


"sini biar aku yang ambil, mbak berdiri di samping kak Lui, dan mas berdiri di samping nya," kata Aline.


"ya mbak, sana sama," jawab Aline sambil tersenyum.


"kalau begitu saya permisi ya mbak," pamit gadis itu.


"apa aku mengenalmu,"tanya Mecha yang sukses menghentikan langkah gadis itu.


"ya Tuhan semoga dia tak mengenali ku," batin gadis itu berbalik sambil memaksa senyumnya.


"tidak mbak, mungkin karena muka ku pasaran jadi mbak seperti pernah melihatku," kata gadis itu.


"mungkin, maaf kalau begitu," jawab Mecha.


kini gadis itu kembali ke meja yang ternyata ada 3 gadis lainnya, mereka begitu ribut karena gadis itu berhasil berfoto dengan Ken dan Lui.


"aish... lain kali aku akan meminta kalian buat pakai masker kalau keluar," kata Aline.


"kenapa sayang?" binggung Ken.


"kau lihat mereka mas, bahkan mereka seakan melihat foto artis hingga begitu ribut, dan aku tak mau suamiku ini jadi incaran para gadis gadis," jawab Aline.


"ayolah sepertinya mereka masih kuliah," kata Ken.

__ADS_1


"kau dengar Mecha, seperti nya kita harus mulai merawat diri supaya tak kalah dengan mereka," kata Aline.


"ya, tapi aku benar seperti mengenali gadis yang minta berfoto dengan suami kita, tapi tak mungkin karena bibi mengatakan jika gadis kecil itu sudah meninggal karena sakit," kata Mecha.


"mungkin hanya mirip, jangan terlalu di fikirkan," kata Lui.


"bukan seperti itu, aku hanya merasa jika dia mirip dengan adikku yang di bawah asuhan bibi ku yang lain," jawab Mecha.


"berarti kita perlu mengirim doa untukmu sayang," kata Lui.


setelah puas mereka pun memutuskan untuk pulang, tapi saat akan pergi gadis yang meminta foto tadi menghampiri mereka sambil memberikan kotak kue.


"maaf ini buat kalian, terima kasih mau membantuku," kata gadis itu.


"iya terima kasih," jawab Aline dan Mecha.


"Kania ayo cepat!" teriak Sifa yang masuk ke mobil online.


"ya sebentar, kalau begitu saya permisi," kata Kania berlari meninggalkan keempat orang itu.


"Kania," kata Mecha tiba tiba meneteskan air mata menginggat sesuatu.


"kau kenapa sayang?" tanya Lui yang melihat Mecha menangis.


"dia dia juga bernama Kania mas," lirih Mecha.


(kisah Mecha dan Kania nanti lebih lengkap di novel terbaruku ya AKU BUKAN PELAKOR,)


"apa perlu kita kirim orang menyelidiki gadis itu?" tanya Lui.


"tidak perlu, itu merepotkan mu, lebih baik kita pulang sekarang," lirih Mecha.


akhirnya Ken membawa mobilnya menuju rumah, Lui terus berpengangan tangan dengan Mecha untuk memberi kekuatan pada istrinya itu.


sesampainya di rumah Ken membantu Lui dan Mecha berjalan beriringan dengan Lui yang mengendarai kursi rodanya.


sedang Aline dan Ken juga pulang ke ru.ah mereka, hari itu mereka menyadari jika masih ada rahasia Mecha yang belum jelas.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘 😍😘😍😘terima kasih


__ADS_2