Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
duka Ali dan lia


__ADS_3

"hei nona manis.. jika kau di buang suami mu kau bisa datang padaku.. karna aku selalu siap menerimamu..." kata Darto memandang Wulan mesum..


Wulan bersembunyi di balik punggung sandi.. sandi yg mendengar perkataan Darto pun naik pitam..


" ********.. cepat pergi dari sini.. pergi " sarkas sandi..


Surya menghubungi temannya di kepolisian untuk menyelesaikan masalah Ali.. sedang Bu Mala. sandi dan Wulan tengah berada di kamar sang pakde..


"pakde sebenarnya ini ada apa.. kenapa pakde berhutang begitu banyak pada linta darat itu..." tanya Wulan


" maaf kan pakde Wulan.. sebenarnya pakde gagal panen dan mulai berhutang ternyata bunganya begitu besar... jadi pakde terlilit hutang.." jelas pak Nasir..


" pakde kan Wulan keluarga pakde.. kenapa tak minta tolong pada Wulan.." kata Wulan..


"pakde malu nak..." jawab pak Nasir..


" kami keluarga pakde... " kata sandi..


setelah penjelasan pak Nasir.. mereka keruang tamu menunggu Surya yg mengurus kepulangan Ali.. sedang Wulan menghubungi orang tuanya agar pulang..


Lia terus menangis di pelukan Wulan.. sedang trio Ar tengah bermain bersama Bu Mala dan sandi.. tak lama Ali pun datang bersama Surya..


Ali terlihat begitu kacau.. Wulan pun bertanya apa yg terjadi.. tapi dia hanya diam akhirnya Wulan pun tak kuasa menahan amarahnya...


"Ali kamu kenapa.. kenapa bisa sampai di tangkap polisi.." tanya Wulan..


" bukan urusanmu.." jawab Ali datar..


" Ali kita saudara dan sahabat... jujur pada ku Ali.." kata Wulan..


"diamlah.. minggir.. ini bukan urusanmu.." sarkas Ali..


" Ali apa kau menganggap ku saudaramu.." suara Wulan mulai naik


" kalau iya memang kenapa.. " jawab Ali


plak...tamparan mendarat di pipi Ali...

__ADS_1


"CUKUP KESABARANKU HABIS.... apa kau tak kasihan dengan orang tua mu.." kata Wulan..


semua orang terkejut melihat Wulan marah.. bahkan berteriak.. Ali terduduk lemas air matanya jatuh.. Ali menangis pilu..


"aku mencoba membunuh juragan Darto.. karna telah menjebak bpk hingga terlilit hutang..." jelas Ali masih menangis..


Wulan ikut duduk di depannya.. sedang Lia sudah memeluk Ali yg terlihat begitu rapuh...


"ya Alloh kenapa keluar pakde nya bisa carut marut begini..." batin Wulan..


akhirnya Wulan menuju rumahnya.. mereka memutuskan untuk istirahat karna nanti malam akan berunding tentang kelanjutan masalah pakde Nasir...


rumah Wulan terawat karna memang ada yg menjaga dan membersihkan... malam hari pun datang dan orang tua Wulan juga sudah sampai dari Jakarta..


mereka baru saja masuk ke pekarangan rumah pakde Nasir... di sana terlihat Ali sebuah ambulan.. pak Nawi menghampiri mereka yg tengah menangis..


"mbak ini mas Nasir kenapa.." tanya pak Nawi..


" mas mu drop Nawi.. kami akan membawanya ke rumah sakit.." jawab bu.nasir


sandi. Surya. beserta lia.ali dan Nina ikut mengunakan mobil sandi.. mereka menuju rumah sakit..


pak Nasir di bawa ke UGD karna keadaanya kritis.. Lia dan Nina terus menangis tak lama Seno kekasih Nina datang ke rumah sakit..


cukup lama pak Nasir di tangani di dalam semua orang cemas.. mereka terus berdo'a untuk kesembuhan pak Nasir..


tak lama nampak dokter keluar ... semua orang menemui dokter itu..


" bagai mana keadaan pak Nasir dok.." tanya pak Nawi...


"maaf pak sepertinya pak Nasir mengalami serangan jantung.. dan beliau ingin bertemu dengan kalian semua.." kata dokter..


semua orang masuk dan nampak pak Nasir yg sudah di pasangi berbagai alat penunjang hidup...


"mas.. kenapa kamu bisa sampai seperti ini.." kata pak Nawi sudah menangis..


"Ali.." kata pak Nasir..

__ADS_1


Ali pun mendekati pak nasir dan mendengar permintaan pak Nasir..


"Ali bpk ingin melihat Nina dan Lia menikah dan tolong jaga ibumu..." kata pak Nasir..


"apa maksud bapak.. " tanya Ali..


" bapak ingin menikahkan Nina dan Lia... " tambah pak Nasir..


" saya siap pak menikahi Nina.. dan saya akan memberitahu orang tua saya sekarang.." kata seno..


"saya siap menikahi Lia pak.. " jawab Surya yg mengejutkan semua orang..


" Surya kamu yakin " tanya sandi..


" iya mas.. Surya siap.. dan Lia apa kamu bersedia ." tanya Surya..


Lia hanya mengangguk karna demi memenuhi permintaan sang ayah..


Seno menghubungi orang tuannya dan tak lama orang tuanya datang.. begitupun sandi yg menghubungi Bu Mala serta meminta mereka untuk ke rumah sakit bersama seorang ustad untuk menikahkan Nina dan juga Lia..


Wulan menghubungi ust. imam Ghozali yg biasa menikahkan orang.. serta ketua RT dan RW setempat...


pak Nasir di pindahkan ke ruang VIP rumah sakit.. semua sudah berkumpul begitupun Wulan dan trio Ar.. yg ingin menyaksikan pernikahan saudaranya..


Seno dan Surya tengah membahas mahar dan juga saksi serta syarat pernikahan... pak RT dan pak RW juga ikut andil...


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2