Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ kemarahan trio Ar


__ADS_3

dokter Rafi mengatakan bahwa Wulan demam dan stress.. setelah memberikan suntikan dan obat, dokter Rafi meminta Ardi dan Ardan untuk sementara tak membuat Wulan stress atau tertekan...


tadi saat pemeriksaan Wulan sadar.. Rafi kaget saat memeriksa Wulan..


"apa kakak sedang hamil muda..." tanya Rafi


Wulan hanya mengangguk.. karena tadi pagi dia juga baru mengetahui jika ia hamil lagi..


" kak.. kandungan kakak sangat lemah.. kakak terlalu stress dan tertekan.. itu tak baik untuk kandungan kakak..." kata dokter Rafi..


" baiklah.. tapi aku mohon tolong rahasiakan ini dari semua orang ya.. aku mohon.." kata Wulan lemah..


" tapi kak sandi perlu tau.. bagaimanapun dia harus mengetahui calon anaknya..." terang Rafi..


Wulan terdiam.. dia ingat sandi yg keluar dari restoran bersama seorang wanita padahal tadi dia bilang ada rapat direksi...


" baiklah.. biar aku sendiri yg bicara pada mas sandi.. terima kasih ya.." kata Wulan lemah..


Ardan mengantar sang om ke luar.. sedang Ardi menatap tajam pada sang mama..


" kenapa bang.. kok lihatin mama kayak gitu.." tanya Wulan


" mama kenapa selalu melakukan hal bodoh ketika sedih.. Ardi takut saat lihat mama sudah pingsan di bawah shower..." kata Ardi..


" maafin mama ya.. yang belum bisa jadi ibu yg hebat buat kalian berlima..." kata Wulan mengenggam tangan Ardi..


" apa maksud Mama.. mama adl wanita yg sempurna dan ibu terbaik untuk kami berlima.. Ardi sayang mama.." kata Ardi...


Ardan dan arka mendengar pembicaraan Ardi dan Wulan sudah meneteskan air mata.. mereka berdua masuk dan ikut memeluk sang mama..


"hei adik kalian mana.. jika kalian di sini semua..." tanya Wulan...


" ah mama... kami juga mau tidur bareng mama..." rengek arka..


" ya Allah bang.. mimpi apa mama tidur di apit sama tiga cowok ganteng gini..." kata Wulan tertawa..


"ah mama..." kata Ardan..


kini mereka tidur sambil memeluk sang mama.. entah kenapa Wulan ingat perjuangan nya untuk ketiga putranya itu dan kembali meneteskan air mata...


" mama nangis..." tanya Ardi..

__ADS_1


"enggak bang.. mama cuma terharu melihat kalian tumbuh dengan cepat.. padahal mama masih ingin melihat putra mama yg punya pipi chubby dan bulat terutama bang arka..." kata Wulan..


" ah mama ih... sekarang arka kan sudah ganteng gini... " kata Arka..


sedang mereka tertawa bersama.. tak lama Sandra dan Rissa masuk dan ikut bergabung bersama..


meski ukuran kasur king size.. mereka harus tidur miring supaya muat di atas ranjang... Wulan merasa bahagia dengan perhatian yg di berikan oleh kelima putranya..


pukul 7 malam anak anak sedang makan malam.. sedang Wulan menanti kepulangan sandi.. meski tubuhnya belum sembuh tapi Wulan harus tetap menjalankan tugasnya ..


tak lama terdengar mobil sandi memasuki pekarangan rumah.. sandi datang dengan keadaan yg berantakan entah apa yg terjadi...


Wulan menyambut dengan senyum seperti biasa.. dia melakukan tugasnya seperti biasa... trio Ar begitu marah.. tapi mereka melihat ketulusan sang mama akhirnya memilih diam...


" mas mandi dulu.. nanti biar mama siapin makan malam ya..." kata Wulan..


"tak perlu.. aku sudah makan tadi.. " jawab sandi datar...


sandi sudah meninggalkan Wulan yg diam mematung.. trio Ar sudah mengepalkan tangan mereka.. Wulan berusaha menutupi kesedihannya di depan anak anak nya..


kini Wulan mengikuti sandi yg sedang berada di dalam kamar.. di sana terasa hening tak ada gombalan atau kata kata manis yg di ucapkan sandi seperti biasa...


" mas sudah sholat isya..." tanya Wulan..


"apa aku boleh minta mas untuk menjadi imam ku hari ini... hanya untuk sholat isya..." tambah Wulan..


"baiklah aku akan menurutinya..." sandi sedang mengambil wudhu..


kemudian giliran Wulan... kini mereka sedang melakukan sholat isya berjamaah di dalam kamar... Wulan terus menetaskan air mata mendengar suara sandi melantunkan bacaan surat pendeknya..


kini mereka sudah selesai melakukan sholat berjamaah.. sandi melihat kebelakang dan Wulan mencium tangan sandi.. biasanya sandi akan mencium kening Wulan tapi hari ini tidak..


" ya Allahsepertinya KESABARAN CINTA KU mungkin telah habis... aku tak kuat kalau harus memperjuangkan cintaku seorang diri.. tapi kelima anakku... tak mungkin harus jadi korban... tolong beri kekuatan untuk ku... untuk menghadapi ujian cinta ku ini lagi..." do'a Wulan dalam hati


setelah sholat sandi langsung memilih tidur sedang Wulan menemui trio Ar yg tadi terlihat marah...


tok...tok.. tok...


" apa mama boleh masuk Ar..." tanya Wulan..


pintu di buka oleh arka dan di dalam ada Ardi dan juga Ardan... Wulan tersenyum menatap tiga putranya...

__ADS_1


"kok kalian belum tidur... " tanya Wulan..


" belum ngantuk ma.." jawab Ardan...


" mama tau kok.. kalian sudah tau kan tentang papa yg tadi ketemu kami di mall.. dan sekarang kalian marah sama papa.." tebak wulan..


" ma.. kenapa papa dari dulu sering buat mama nangis sih... kalau mama mau pisah kamu setuju kok... asal mama bisa bahagia..." kata Ardi....


" itu adl perbuatan halal yg di benci Alloh sayang... kalau mama pisah sama papa kalian semua akan jadi korbannya.. apalagi adik kalian masih butuh papa..." jelas Wulan..


"tapi kami tak ingin mama terus terusan di buat nangis oleh papa ma..." kata Ardan...


" dengerin mama sayang.. anggap ini ujian cinta mama dan papa.. dan kalian berlima adl kekuatan dan bukti cinta kami.. mengerti..." kata Wulan..


" mama terlalu baik..." kata Arka..


" kata siapa.. sekarang kalian tidur atau besok uang jajan mama potong.. hehehe" kata Wulan..


" ah mama...." kata Ardan..


" kami sayang mama..." kata Ardi...


mereka bertiga memeluk Wulan.. kemudian Wulan membalas memeluk ketiganya...


"mama juga sayang banget sama kalian.. kalian semua adl kekuatan mama..." kata Wulan..


kini mereka sudah kembali ke kamar masing masing untuk tidur... sedang Wulan masih berjalan jalan di taman yg di buatkan sandi... dia melihat mawar berbagai warna..


dia ingat bagai mana sandi khusus membuat taman itu untuk Wulan yg sangat menyukai bunga mawar...


tanpa di sadari Wulan sandi memperhatikan nya dari balkon kamar mereka... sandi tak bisa mengungkapkan rahasia yg sedang ia simpan...


" maaf..." gumam sandi


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2