
sebenarnya Sandi sudah datang dengan helikopter pribadinya, tapi saat dia akan turun dari mobil, Sandi ragu apa bisa menikahi gadis pilihan sang ibu.
saat tengah termenung Sandi mendengar suara yang sudah menenangkan hatinya selama beberapa hari ini.
Wulan tengah melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan suara merdunya.
dia membaca surat An-Nisa ayat 34-35 dan At-Tahrim ayat 6.
Berikut terjemahannya:bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” QS An-Nisa: 34.
“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal,” QS An-Nisa: 35.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” QS At-Tahrim: 6.
setelah selesai membaca surat tersebut Sandi pun memasuki rumah bersama dengan Surya.
flashback on...
jam sudah menunjukkan pukul 18.15 sedang Sandi baru selesai mandi dan bersiap, dia meminta sekertaris Ken menyiapkan helikopternya.
Sandi menghubungi Surya untuk menyiapkan tempat untuk pendaratan helikopter.
pukul 18.30 Sandi pun menuju ke tempat akad nikah dengan helikopter, karena sudah mepet dan tak mungkin dia mengunakan mobil.
pukul 19.15 Sandi mendarat dengan selamat di sebuah lapangan desa yang tak jauh dari rumah Wulan.
Sandi pun di jemput dengan mobil sang ibu. tapi saat akan turun Sandi belum siap untuk mengikat janji pernikahan, tapi saat mendengar ayat Al-Qur'an di lantunkan, Sandi pun turun dengan hati yang tenang.
flashback off..
"assalamualaikum... maaf saya telat," kata Sandi seraya masuk ke dalam rumah.
"waalaikum salam.. " Bu Mala berdiri memeluk sang putra.
" maafkan Sandi Bu, datang telat,"ucap Sandi melepas pelukan sang ibu,
" tak apa sayang, sekarang ambil wudhu dan mulai akad nikah nya," seru Bu Mala dengan bahagia pada Sandi.
Sandi pun di bimbing Ali ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, saat selesai Sandi pun sudah berhadapan dengan penghulu dan pak Nawi.
"aku melakukan ini demi kebahagiaan ibuku, semoga ini pilihan yang tepat," batin Sandi.
pak Nawi akan menikahkan putrinya sendiri,
__ADS_1
saksi dari pihak Sandi adalah suami Vita (Raffi Prayoga).
saksi dari pihak Wulan adalah pak Nasir ayah dari Lia dan Ali, sekaligus kakak pak Nawi.
" mas kawin ya apa nak sandiaga?" tanya penghulu.
" uang 200 juta, dan-"jawab Sandi terpotong.
"tunggu," kata Wulan memotong ucapan Sandi.
" ada apa?" tanya Sandi.
"maaf.. aku minta mas kawin bacaan surat Ar Rahman, itu saja," jawab Wulan.
"apa pengantin pria sanggup, karena pengantin wanita minta mas kawin bacaan surat Ar Rohman?" tanya penghulu melihat Sandi.
" sanggup pak, dan juga tetap dengan uang tersebut," jawab Sandi.
"kalau begitu nak sandiaga baca surat Ar Rohman dari ayat 1-20 sebagai syarat, dan selanjutnya bisa setelah akad," kata penghulu.
sandi pun mulai membaca surat Ar Rahman dengan fasih dan merdu, meski telah lama tak membaca Al Qur'an tapi Sandi masih fasih.
setelah selesai Sandi menjabat tangan pak Nawi.
أستغفر الله العظيم. (تيكا كالي). الذي لآ اله الا هو الحي القيوم وأتوب اليك.
أشهد ان لااله الا الله وأشهد ان محمدا رسول الله.
(di baca oleh ke 2 calon pengantin dan 2 saksi)
Ananda Sandiaga Putra As Shiddiq Bin Abdulloh As Shiddiq(alm) Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Meidina Wulandari Binti Nawawi dengan mas kawinnya berupa bacaan surat Ar Rahman dan uang 200 juta, di bayar tunai.” kata pak Nawi, yg langsung di jawab oleh Sandi.
“Saya terima nikah dan kawinnya Meidina Wulandari Binti Nawawi dengan mas kawinnya yang tersebut di atas tunai.” suara tegas Sandi tanpa ragu.
"bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu.
"SAH..." jawab saksi serempak.
"alhamdulillah, sekarang kalian sudah sah menjadi suami dan istri." ucap pak penghulu.
akhirnya pembacaan do'a yang di lakukan oleh ustad setempat.
kemudian Wulan di bimbing untuk bertemu dengan Sandi, karena mereka sudah sah menikah.
__ADS_1
sandi pun terpana melihat gadis cantik berbalut kebaya sederhana tapi begitu terlihat elegan.
saat mereka sudah berhadapan Sandi pun berdo'a sambil meletakkan tangannya di puncak kepala Wulan.
Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi.
kemudian Wulan mencium tangan Sandi, kemudian Sandi mencium kening Wulan.
pak penghulu pun memberikan buku nikah mereka, setelah itu mereka meminta restu pada masing masing orang tua mereka.
pertama mereka datang ke Bu Mala.
"Sandi jaga dan cintai istrimu, bahagiakan dia, jika kau akan menyakitinya ingat jika kamu punya ibu dan adik perempuan," nasehat Bu Mala.
Sandi pun memeluk sang ibu, sekarang giliran Wulan yang mencium tangan sang mertua.
" nak aku titip Sandi, ibu yakin kalau kamu bisa membuatnya jadi imam yang baik untuk mu dan anak-anak kalian kelak, dan ingatkan dia ketika berjalan di jalan yg salah, karena ibu yakin kamu mampu melakukan itu," pesan Bu Mala seraya memeluk menantunya.
sekarang giliran orang tua Wulan, pak Nawi sudah meneteskan air matanya begitu pula Bu Nawi.
Sandi mencium tangan pak Nawi.
"nak jika Wulan melakukan kesalahan tegur lah, jika nak Sandi sudah tak bisa membimbingnya, maka bilang pada bapak, agar kami membawanya kembali kepada kami dan jangan menyakitinya meski hanya dengan kata-kata, karena sesungguhnya begitu berat melepas putri yang begitu kami sayangi dari kecil," nasehat pak Nawi, Sandi pun mengangguk.
giliran Wulan yang mencium tangan pak Nawi.
" Wulan putri kecil bapak, sekarang tugas bapak sudah di gantikan oleh suamimu, jadi turuti dan taati perintahnya, jangan melawan kata-kata yang keluar darinya, karna surga istri berada di ridho suami," ucap pak Nawi yang memeluk Wulan yang telah menangis.
acara sungkem pun selesai.
.
.
.
.
.
**mohon dukungan nya dengan vote like dan komen...
terima kasih...😉😉😉**
__ADS_1