
Julian terus menemani Chintya hingga kondisinya membaik, sedang Alvin yang melanjutkan pekerjaan di bantu Anastasya.
Alvin tak mengira jika Anastasya adalah S2 bisnis, dan kerugian besar bagi Tyson membuang gadis sepintar itu.
Julian juga telah menyiapkan sesuatu untuk Chintya, Julian belum membahasnya dengan Chintya.
tanpa sepengetahuan Chintya, Julian juga sudah mengundang orang tua Chintya ke Perancis.
tak hanya itu, bahkan Jasper dan juga Jessica, sedang Ivy masih di Surabaya bersama dengan Aisyah dan Jacob.
anak buah Julian sudah menjemput keempat orang itu, mereka pun di ajak ke hotel untuk istirahat.
waktu sore pun tiba, orang tua Chintya dan juga Jasper serta Jessica menuju ke sebuah rumah sakit.
mereka pun di persilahkan masuk, saat masuk mereka melihat Julian sedang menyuapi Chintya yang sedikit membaik setelah dua hari di rumah sakit.
Julian pun berdiri dan minggir saat melihat para tamu datang, mama dan papa Chintya pun langsung memeluk putri mereka.
Julian pun memilih keluar, begitupun Jessica dan Jasper, mereka memilih menunggu di luar.
"dia gadis yang kamu beli Julian?" tanya Jasper.
"ya, dan aku baru menyadari sesuatu, saat hal buruk menimpa gadis bodoh itu," jawab Julian sedih.
"kalau begitu nikahi dia," kata Jessica.
"aku tak yakin dia bisa menerima ku, apalagi aku sering menyakiti dirinya, bahkan terus berbuat kasar padanya," jawab Julian mengusap wajahnya.
"tebus waktu dengannya, bahagiakan dia, apa kamu tega melihat gadis itu hidup setelah semuanya hilang," kata Jessica.
"ya kami benar, dan aku akan memintanya, dan asal kamu tau tak pernah ada orang yang bisa bicara seperti itu padaku," kata Julian, yang membuat Jessica sadar baru bicara dengan siapa.
sedang di ruangan Chintya kedua orang tuanya begitu haru bisa memeluk putri mereka setelah beberapa waktu.
"kita bisa minta tuan Julian untuk membebaskan mu, papa akan merelakan perusahaan itu," kata pak Hutomo.
"tidak pa, aku tak ingin menjauh darinya," kata Chintya.
"kenapa, dia itu orang yang kejam dan tak segan-segan membuat musuhnya mati, dan papa tak ingin kamu tinggal bersama Manusia seperti itu," jawab pak Hutomo.
__ADS_1
"tapi aku terlanjur hidup bersamanya, dan papa tak bisa membawaku pergi, karena papa terikat kontrak dengannya," kata Chintya.
pak Hutomo terdiam, dia baru ingat dengan kontrak yang mengikat putrinya itu, untuk hidup dan mengabdi pada Julian.
tanpa mereka sadari, Julian mendengar semuanya, Julian akan melepas Chintya jika itu kemauannya.
"apa kamu ingin kembali pada keluargamu?" tanya Julian yang masuk ke dalam ruangan.
pak Hutomo dan istri terkejut, sedang Chintya hanya mengangguk, itulah yang dia inginkan saat ini.
"baiklah, aku akan melepaskan mu dan aku akan mengembalikan mu pada orang tuamu, jadi kita tak akan punya hubungan lagi," kata Julian datar.
"terima kasih tuan," kata mama Chintya.
Chintya malah sedih mendengar ucapan Julian, dua hari kehangatan yang di tunjukkan Julian padanya, itu semua apa kebohongan.
"papa, mama, aku ingin bicara berdua dengannya sebentar, jadi aku mohon kalian keluar dulu," kata Chintya.
"tapi chin," kata sang mama. tapi Chintya mengangguk dan meyakinkan orang tuanya.
Julian pun mendekat ke arah Chintya, dan Chintya langsung mencium bibir Julian. tapi tak ada balasan.
Chintya pun melepaskan ciuman mereka, Chintya menatap mata tajam itu, Chintya mencari kehangatan dua hari ini.
melihat Chintya yang begitu emosional, Julian langsung memeluknya agar tenang, Chintya terus berontak dalam pelukan Julian.
"kenapa kalian semua tak menginginkan aku," lirih Chintya.
"bukan seperti itu, aku hanya tak ingin melihat mu sedih karena jauh dari orang tuamu, maka aku mengirimmu kembali ke rumah mu," kata Julian.
"tidak kau pembohong, kau pasti ingin bebas dan tak ada yang membuatmu marah, pergi. kamu jahat," tangis Chintya.
Julian hanya bisa menenangkan Chintya dengan pelukannya, setelah tenang Julian mencium puncak kepala Chintya.
"aku ingin meminta mu pada keluarga mu secara resmi, maka itu aku akan mengembalikan semua pada keluargamu," kata Julian.
"maksudnya apa?" tanya Chintya.
"aku ingin hanya kamu yang menemani hidupku, kamu yang akan ku lihat saat membuka mata dan sebelum aku menutup mataku, dan hanya kamu istri seorang Julian Baskara," kata Julian.
__ADS_1
"benarkah?" tanya Chintya tak percaya.
Julian pun mengangguk, dan kemudian memeluk Chintya, sedang Jasper pun memberi penjelasan di luar pada orang tua Chintya.
awalnya mereka menolak, tapi berkat bujukan dari Jessica dan juga Jasper, mereka pun luluh.
mereka pun akan menikah lusa saat Chintya keluar dari rumah sakit, Julian memang tak ingin kehilangan gadis itu.
bahkan Julian sudah menyiapkan pesta besar untuk pernikahannya itu, tapi menunggu Chintya lulus.
sedang untuk saat ini mereka akan mengadakan pemberkatan secara pribadi dan di hadiri para saudara terdekat.
Alvin dan Anastasya menyiapkan semua acara secara tertutup, bahkan mereka memilih gereja yang berada di tempat terpencil tapi sangat indah.
Jasper dan Jessica pun ikut menyaksikan, bahkan Chintya terlihat cantik sedang Julian selalu terlihat tampan dengan segala wibawa nya.
Jessica sudah menyuruh Tyson untuk mengantarkan beberapa botol wine terbaik, karena ini adalah hari spesial dari Julian.
Tyson pun memenuhi perintah Jessica, dan mengirimkan wine itu, dan dia bersyukur Julian tak mencari Stevani.
jika tidak mungkin saat ini Stevani sudah menjadi buronan, atau yang lebih buruk dia bisa tewas di tangan Alvin.
mereka sudah siap menggelar acara pemberkatan, Chintya sudah cantik dengan gaun pengantin modern dan simpel berwarna putih.
begitupun Julian yang juga mengunakan tuxedo putih, mereka pun mengucapkan janji di depan Tuhan.
bukan Julian Baskara yang tak bisa melakukan apapun keinginannya, bahkan untuk menikahi gadis berusia tujuh belas tahun itu.
acara berjalan lancar, bahkan mereka juga melakukan pesta kebun bersama kolega bisnis dan saudara.
Julian juga sudah melimpah kan beberapa properti miliknya pada Chintya, dan perusahaan keluarga Hutomo akan menjadi perusahaan cabang dari JBC.corp.
Julian bahkan terus menebar senyum pada semua tamu, sedang Chintya tengah duduk bersama dengan Jessica dan Jasper.
"aku tak menyangka jika kakak ipar ku, seorang gadis belia seperti ini," goda Jessica.
"mau bagaimana lagi, dia harus bertanggung jawab kan, oh ya bukankah kalian punya seorang putri," tanya Chintya.
"dia di rumah bersama maminya, tentunya kamu tau karena dia Aisyah," jawab Jessica.
__ADS_1
"benarkah, wah aku tak menyangka jika dunia ini sesempit ini," jawab Chintya tertawa.
acara pun selesai, Chintya akan kembali ke Indonesia, tapi mereka akan menyembunyikan pernikahan ini sampai kelulusan Chintya.