
" bang Ardi.. anterin Rissa belanja ya... bahan makanan di kulkas habis.." kata Rissa..
" iya ayo dek.. sekalian Abang mau beli sesuatu.." kata Ardi..
kini Rissa pun menghampiri dua pria yg sedang asik main game di depan tv..
" bang Ardan.. minta uang buat belanja bahan makanan..." kata Rissa..
" kamu di Anter siapa dek.. " tanya Ardan tanpa melihat Rissa...
" sama bang Ardi.. sini cepetan.. nanti ke buru sore bang..." rengek Rissa...
Ardan pun mem pause game yg sedang ia dan James mainkan.. Ardan memberikan kartu ATM pada Rissa...
" emm.. adek cantik minta Ardi ngambil baju ku sekalian ya..." kata James..
" emang kakak mau nginep disini.. kok ambil baju segala..." kata Rissa..
" gak kok.. cuma nanti buat mandi di sini.. masak aku pakek baju kotor... kan gak nyaman " kata James..
" baiklah kak..." jawab Rissa
kini Rissa dan Ardi pun sudah meninggal kan apartemen menuju ke supermarket yg bertuliskan halal..
kini mereka masuk dan mulai membeli kebutuhan untuk seminggu ke depan.. Rissa mengambil beberapa jenis sayur dan lainnya..
setelah itu mereka kembali menuju ke supermarket yg cukup besar untuk mencari macam-macam buah..
" oh ya bang.. tadi kak James minta di ambilin baju buat ganti.. soal nya lagi asik main sama bang Ardan..." kata Rissa
" iya dek.. nanti kita mampir di apartemen James sebentar setelah membeli buah ya..." kata Ardi..
" iya bang..." jawab Rissa..
mereka pun selesai membeli berbagai buah dan coklat serta cemilan karena ketiga pria itu berencana main sampai malam..
kini Rissa di ajak ke apartemen milik James.. Ardi membawa masing-masing 2 pasang baju untuk mereka..
setelah itu mereka kembali menuju ke apartemen milik Ardan... sesampainya di sana mereka masih asik bermain.. setelah meletakkan belanjaan Ardi bergabung main bersama James dan Ardan..
__ADS_1
Rissa sedang merapikan belanjaannya tadi... tanpa di duga James datang dan melihat Rissa yg sedikit kerepotan..
" mau aku bantu.." tawar James..
" boleh.. tapi apa kakak sudah selesai mainnya..." tanya Rissa
" udah lagi... itu sekarang giliran Ardi dan Ardan.. " kata James mulai membantu Rissa ..
James dan Rissa menata semua belanjaan sesuai tempat.. bahkan James kagum melihat Rissa yg cekatan dan tak manja seperti putri keluarga kaya yg lain..
" Rissa..." panggil James..
" ya kak.. " tanya Rissa yg sibuk menata tepung di rak atas..
" gak jadi deh..." kata James..
Rissa pun melanjutkan kegiatan nya.. tanpa di sangka saat akan turun dari kursi yg di naiki nya Rissa jatuh...
reflek James memeluk Rissa agar tak jatuh... kata James menatap mata Rissa yg bermanik coklat gelap dan begitu indah menurut James..
deg.. deg.. deg.. detak jantung James saat melihat mata indah Rissa... Rissa pun melepas pelukan James karena risih..
" terima kasih kak.. " kata Rissa menunduk..
" iya kak gpp.. aku yg memang kurang hati hati..." kata Rissa..
" baiklah kalau begitu.. aku akan bergabung dengan mereka ya.." pamit James..
"iya kak.." jawab Rissa..
James pergi meninggalkan Rissa di dapur sambil memegangi dadanya karena detak jantung nya yg seakan tak bisa normal saat dekat dengan gadis itu...
Rissa membawa camilan yg tadi di beli Ardi.. juga jus jeruk dan juga air putih.. setelah itu Rissa menuju ke kamarnya.. ia memilih untuk membaca Alquran seraya menunggu waktu sholat..
setelah sholat Rissa pun tak mungkin akan cadarnya.. ia memilih untuk membukanya karena bagaimanapun ia ingin menjadi pengacara yg hebat..
tiga pria itu sudah selesai mandi.. setelah sholat kini mereka melanjutkan main catur.. kini giliran James dan Ardi yg bertanding..
Rissa keluar dari kamar untuk menyiapkan makan malam...
__ADS_1
" bang kalian mau makan apa..." tanya Rissa..
" nasi goreng seafood aja dek.. dan pedas ya.." kata Ardi..
" kak James mau makan apa .." tanya Rissa
" sama aja.. tapi punya ku jangan pedas ya..." jawab James...
kini Rissa sibuk dengan masakan request dari ketiga pria itu.. Rissa sangat cekatan dalam memasak..
meski di besarkan dalam keluarga kaya.. Rissa suka bersikap seperti orang biasa..
masakan sudah selesai kini Rissa memanggil ke tiga pria itu untuk makan..
" bang Ardi. bang Ardan. dan kak James ayo makan..." panggil Rissa
tiga pria itu sudah siap di meja masing-masing.. James sangat suka mencium aroma makanan yg di buat Rissa..
" hei bro.. adik kalian begitu pintar memasak.. bahkan baunya saja sudah membuatku tak sabar.." puji James
" ya dia suka membantu mama kami masak dari kecil.. dan dia sempat mondok dan itu menjadi kan dia makin mandiri..." jawab Ardi..
" wow.. keluarga kalian memang berbeda..." tambah James..
Rissa datang dengan membawa air dan menuangkan pada gelas untuk mereka bertiga..
Rissa melepas cadarnya... Ardi dan Ardan tersenyum melihat wajah sang adik.. sedang James terpaku melihat wajah cantik dan lembut milik Rissa..
" ya Tuhan.. gadis ini cantik sekali.. bibir nya, mata nya, hidung nya.. dia sempurna.. dan kenapa jantung ku serasa berdetak makin cepat saat ini..." batin James, memandang Rissa tanpa berkedip..
" James ayo makan malam.. jangan kau bengong begitu.." kata Ardi..
Ardan menahan tawa melihat James yg terpesona dengan adik mereka.. ya setiap orang yg melihat Rissa maupun Sandra, maka langsung bilang kalau mereka sangat cantik dan sempurna.. maka dari itu Rissa menutup semua tapi karena keinginannya untuk jadi pengacara.. jadilah kini ia melepas cadar nya..
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih