Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ duka lagi...


__ADS_3

pagi hari di Belanda... James dan kelurga sandi sedang menikmati sarapan bersama...


setelah itu kini James mengantar semua ke bandara... kini semu saling berpamitan.. James memeluk Rissa dan mencium keningnya..


" tunggu aku..." kata James..


" iya.. " jawab Rissa..


kini mereka masuk ke dalam pesawat.. Sandra terus menggoda saudari nya itu... bahkan mencoba membuka hijab Rissa...


" hei aku lihat... apa yg sudah kau lakukan..." paksa Sandra..


" aku belum melakukan apa apa... kamu jangan kepo deh Sandra..." tolak Rissa...


sedang sandi dan trio Ar sedang sibuk membahas beberapa pekerjaan yg sudah menumpuk akibat di tinggal ke Belanda...


Sandra pun cemberut karena tak berhasil melihat sesuatu di balik jilbab Rissa... Rissa yg menyadari saudari nya cemberut langsung punya ide..


" gini aja deh.. ayo kita belanja kalau dah sampai di Jakarta..." kata Rissa


" boleh.. tapi kamu yg bayarin..." kata Sandra..


" tak masalah... aku juga sudah di suruh oleh kak James untuk membelikan mu semu yg kamu inginkan.. anggap saja sebagai hadiah dari adik ipar mu..." kata Rissa...


" beruntung nya punya adik ipar yg kaya... ha-ha-ha..." kata Sandra..


" dasar..." jawab Rissa..


pukul 10 malam mereka mendarat di bandara Soetta.. belum juga keluar dari bandara sandi sudah mendapat telpon dari Surya...


" hallo... iya Surya ada apa..." tanya sandi..


" iya baru sampai Jakarta.. kenapa..." jawab sandi..


" apa kapan.. kenapa bisa... baiklah aku akan pulang ke Surabaya sekarang..." jawab sandi seraya mematikan telpon nya...


" ada apa pa... " tanya Wulan...


" ma.. kita harus ke Surabaya karena ibu masuk rumah sakit..." jawab sandi...


" kami ikut pa.. " kata Sandra dan Rissa...


" baiklah.. dan kalian bertiga yg menghendel urusan di perusahaan ya.. dan jangan lupa rapat yg harus di lakukan karena itu penting..." peringatan sandi...


" iya pah.. kami tau... semoga Oma cepat sembuh..." jawab trio Ar...

__ADS_1


kini sandi pun menelpon Ken untuk menyiapkan jet pribadinya untuk ke Surabaya.. dan kini sandi dan keluarga kembali terbang ke Surabaya...


mereka sampai di Surabaya pukul 12 malam.. Surya sudah menjemput kakak nya itu.. dan sandi memutuskan untuk pulang ke rumah besar Shiddiq dulu..


mereka pun memutuskan untuk istirahat karena begitu lelah... sedang salsa yg menjaga Bu Mala di rumah sakit...


pagi hari... semua sedang sarapan bersama sebelum berangkat ke rumah sakit.. Surya harus pergi ke kantor karena ada rapat...


kini sandi beserta Wulan. Sandra dan Rissa sudah menuju ke rumah sakit milik keluarga...


di sana juga terlihat salsa yg sedang berbincang dengan Vita...


salsa yg tau kedatangan sandi langsung memeluk sandi.. sedang Vita hanya menangis... Wulan pun menenangkan Vita.. dokter keluar dari kamar Bu Mala..


" maaf apa ada yg bernama Sandra dan Rissa.. " kata dokter itu..


" kami dok..." jawab serempak..


" Bu Mala ingin bertemu dengan kalian... silahkan masuk..." kata dokter pada mereka..


kini Sandra dan Rissa sudah berada di samping ranjang sang Oma.. Bu Mala terlihat begitu lemah..


" Sandra... maafkan Oma.. tak bisa melihat mu menikah... Rissa.. Oma minta tolong buat Syarif kembali... dia sedang terpuruk dan hanya kamu bisa membuatnya kembali bangkit... andai kalian bisa bersama Oma pasti bahagia.. tapi sekarang kamu sudah bahagia karena sudah menikah... " kata Bu Mala..


" tolong panggil papa kalian..." kata Bu Mala...


kini Sandra dan Rissa keluar dan memanggil sandi untuk menemui ibunya...


" ibu.. harus kuat demi melihat cucu ibu menikah..." kata sandi...


" maaf sandi.. sekarang kamu harus mengantikan posisi ibu sebagai kepala keluarga as Shiddiq... dan tolong bantu Syarif bangkit.. dia begitu terluka... " kata Bu Mala..


" iya Bu sandi janji.. tapi ibu harus sembuh..." kata sandi...


" maaf kan ibu... ayah mu sudah menunggu ibu..." kata Bu Mala..


Bu Mala mulai menutup matanya... kini Bu Mala melafalkan dua kalimat syahadat sebelum menutup mata...


sandi langsung menekan tombol dokter tak lama Rafi datang beserta dokter yg menanggani Bu Mala...


tapi Bu Mala sudah tutup usia... Rafi keluar dengan derai air mata saat menemui semua orang..


" Rafi.. ibu baik baik saja kan..." kata sandi..


" maaf kak.. ibu sudah meninggal..." jawab Rafi..

__ADS_1


kini semuanya menangis.. sandi begitu terpukul mengetahui kepergian dari ibunya... Wulan menenangkan sandi yg terus berteriak dan memukuli dinding...


mereka pun sama sama saling menguatkan.. kini sandi di bantu Rafi mengurus kepulangan jenazah Bu Mala...


Rissa memberikan kabar kepada ketiga saudaranya.. dan kini trio Ar datang ke Surabaya setelah mengetahui kematian sang Oma...


di rumah Surya telah menyiapkan semuanya.. keluarga Wulan dan juga Lia sudah datang.. karena berniat menjengguk tapi apalah daya malah mendengar berita kematian Bu Mala...


Rissa juga menghubungi James.. meski di Belanda masih jam 5 pagi tapi ini ada berita duka..


" hallo assalamualaikum kak..." kata Rissa dengan suara bergetar menangis..


" waalaikum salam.. kamu kenapa sayang.. kenapa suaramu terdengar seperti orang menangis..." tanya James..


" kak.. Oma meninggal.. dan sekarang kami di Surabaya.. papi begitu terpukul... " kata Rissa...


" kapan.. ahh... aku belum bisa pulang sayang.. pekerjaan ku begitu banyak.. dan ada rapat dengan dewan direksi..." jawab James..


" tak apa apa kak.. aku hanya memberi tahu.. aku akan menetap di Surabaya.. " kata Rissa...


" baiklah.. tolong sampaikan permintaan maaf ku pada keluarga di sana .. karena aku tak bisa datang..." kata James..


" iya kak..." jawab Rissa..


sedang Sandra juga melakukan hal yg sama.. dan kebetulan Bima juga sedang ada tugas ke luar kota dan tak bisa datang.. dan keluarga Pangestu yg akan datang...


kini jenazah Bu Mala sudah di bawa pulang.. sandi terus terdiam.. sandi sangat terpukul dengan meninggal nya Bu Mala..


Surya. Rafi. Aska dan Ardi mengangkat keranda Bu Mala.. mereka meletakkan keranda itu di ruang tamu..


para pelayat begitu banyak... sandi menyalami para pelayat.. Surya memeluk saudaranya itu saling memberi kekuatan...


sandi tak menyangka akan begitu banyak cobaan untuknya beberapa bulan ini... bahkan seperti tak ada hentinya.. Wulan juga menenangkan kedua adik iparnya yg sedang terpukul...


kini mereka saling menguatkan.. begitupun Rissa yg sudah memeluk Vita.. bahkan para sepupunya juga di beri suport oleh trio Ar agar kuat demi para orang tua mereka...


.


.


.


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2