Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
permainan Julian.


__ADS_3

Nana masih bisa tertawa saat meninggalkan restoran Jasper, tapi dia lupa berhadapan dengan siapa.


saat dia pergi seseorang memberi laporan pada Julian, Julian pun meminta Alvin untuk mengikuti dan melihat semua gerak gerik dari Nana.


saat pulang sekolah Icha dan Kayla masih menemani Chintya yang belum di jemput, "kamu tumben sih kok gak bawa mobil, emang kamu di hukum?" tanya Icha.


"gak kok, aku hanya sedang malas," jawab Chintya.


"atau kita antar saja, kebetulan nanti sekalian kita makan rujak yang di Deket rumah mu itu," usul Kayla.


"maaf ya, tapi aku tak ingin membuat papi marah," jawab Chintya.


benar saja, sebuah mobil hitam berhenti di depan ketiganya, dua orang pria keluar dari mobil.


"nona silahkan masuk, tuan tak ingin anda terlambat pulang," kata pengawal itu.


"Chintya, kamu gak papa kan?" tanya Kayla.


"iya aku baik kok, aku pulang dulu ya," kata Chintya memeluk Kayla dan Icha bergantian.


"baiklah, nanti malam jangan telat ya," kata Icha.


"pasti, bye bye aku duluan," kata Chintya.


Chintya pun masuk kedalam mobil, dan mobil itu pun menuju ke sebuah rumah yang dalam pengamanan ketat.


mobil pun berhenti, "silahkan turun nona," kata pengawal itu.


Chintya turun dan masih sedih, pasalnya dia benar-benar masuk ke dalam penjara mewah milik Julian.


bahkan mustahil bisa selamat dari sana, seorang pria setengah baya menyambut dirinya.


"selamat datang nona, mari saya tunjukkan kamar anda," kata pria itu.


Chintya mengikuti pria itu, dan sampai di lantai kedua rumah itu, "jika anda membutuhkan sesuatu tolong panggil saya, pak Din," kata pak Din pun meninggalkan kamar Chintya.


Chintya langsung terduduk dan menangis, dia tak mau menjalankan hidupnya seperti ini, papi nya terlalu tega menjual putrinya sendiri.


sedang Julian di perusahaan sedang membahas beberapa investasi. Alvin datang sambil menyerahkan beberapa berkas.


"tuan hari ini, nona Chintya sudah sampai di rumah anda dan tak keluar kamar, atau pun mau makan atau minum," kata asisten Alvin.


"biarkan saja, aku ingin lihat apa dia bisa melawan ku," kata Julian cuek.


Alvin pun membawa berkas keluar setelah mendengar Jawaban dari Julian, Chintya masih meringkuk di ranjang.


ponselnya berdering dan menerima panggilan masuk, Chintya pun mencuci muka dan baru menjawab panggilan itu.


"hai ada apa gaes," kata Chintya mencoba menyembunyikan semuanya.


"hai, kita kumpul yuk, kita lama nih gak main, ayolah, aku bosan di rumah," kata Icha pada kedua temannya.


"baiklah, aku ikut, bagaimana dengan mu Chintya, ikut kan?" tanya Kayla.

__ADS_1


"baiklah tunggu di mall ya, aku akan sampai, tapi aku harus izin dulu," kata Chintya.


"Baiklah, kita tunggu oke," jawab Chintya.


Chintya membuka lemari baju dan hanya menemukan gaun dan rok, Chintya pun terpaksa mengunakan gaun dengan rok lumayan lebar.


Chintya pun turun, pak Din sudah menyapanya, " nona mu pergi?" tanya pak Din.


"iya pak, saya ingin bertemu dengan teman-teman saya di mall," jawab Chintya.


"tapi apa anda sudah meminta izin tuan, karena tuan akan marah jika anda tak izin," jawab pak Din.


"tak perlu, tuan akan mengizinkan aku pergi saat tuan tau aku pergi dengan sahabatku," jawab Chintya.


Chintya langsung keluar rumah, dan tak mau mengunakan mobil dan memilih naik taksi.


tapi dia tak bisa keluar dari gerbang tapi Chintya tak hilang akal, dia membawa nama Julian hingga bisa lolos.


Chintya sedang menuju ke sebuah mall, tapi setibanya di mall, dia malah melihat Julian dan Jacob yang baru keluar dari restoran.


Julian langsung memberi kode Alvin untuk menangkap Chintya, "lepaskan aku ingin menemui temanku," kata Chintya saat Alvin mencengkram tangannya.


"lebih baik nona menurut, atau tuan akan menyiksa anda," ancam Alvin.


"kenapa tak membunuhku saja, itu lebih baik," jawab Chintya.


"baiklah, tapi sebelum itu biar mami dam papi nona yang mati terlebih dahulu," jawab Alvin.


"aku mohon jangan sakiti mereka," kata Chintya.


"ayolah dia juga murid istriku, jangan melukainya," kata Jacob.


"maaf tuan, tapi ini urusan kami," jawab Alvin.


Alvin akan membawa Chintya pergi, tapi di hadang oleh Kayla dan Icha yang baru datang, "mau kamu bawa kemana sahabat kami?" tanya Kayla.


"ya Tuhan, Chintya kamu baikkan?" kata Icha yang melihat wajah pucat Chintya. belum lagi rasa sakit akibat cengkraman tangan Alvin di lengannya.


Chintya hanya mengangguk, Kayla mendorong Alvin dan melepaskan cengkraman tangannya, Chintya jatuh terduduk.


"maaf ya nona, Chintya hanya sedikit ada masalah dengan Alvin, jadi dia sedikit kasar," kata Julian.


"aku tak pernah menyukai pria yang bisa kasar pada wanita, ayo Icha Chintya kita pergi, kita tinggalkan pria-pria menyebalkan ini," kata Kayla.


"Icha, kamu mau meninggalkan ku?" tanya Abimana.


"maaf aku tak suka pria pengecut, dia bahkan tak menolong temanku," jawab Icha.


ketiga gadis itu pun pergi, "tuan Julian jika ada masalah bisa di selesaikan baik-baik, apalagi aku dengar Chintya itu gadis rapuh meski sering terlihat kuat," jawab Jacob.


"anda begitu perhatian terhadap gadis itu, apa anda menyukainya," tanya Julian.


"aku hanya di beri tahu istriku, dan tak akan ada wanita manapun yang bisa mengantikan posisinya," jawab Jacob.

__ADS_1


"baiklah, ayo Jack kita kembali, dan tuan Julian senang berbisnis dengan anda, semoga rencana kita berjalan baik," kata Abimana.


"baiklah tuan, saya permisi kalau begitu," kata Julian. kini dia pun pergi bersama Alvin.


ketiga gadis itu pun masuk ke sebuah bioskop untuk menonton, mereka memilih drama romantis.


Chintya tak konsen melihat layar, dia bahkan sedang sibuk menjelaskan pada Julian.


Julian menyuruhnya untuk membawa ke restoran yang sudah di siapkan, Chintya pun menyanggupi.


saat film selesai, "Icha, Kayla kita ke restoran seafood yuk, di sana sedang promo," kata Chintya.


"tapi kamu alergi kerang," kata Kayla.


"aku bisa makan yang lain, ikan atau kepiting, lagi pula kita tak pernah ke sana, ayolah please.." kata Chintya memohon.


"baiklah, ini demi dirimu, dan gak boleh pesan kerang apapun," kata Kayla.


"terima kasih," jawab Chintya memeluk Kayla dan Icha.


mereka pun menuju ke restoran dengan mobil Icha, saat sampai tak terlihat seorang pun, tapi Chintya tetap mengajaknya masuk.


ternyata mereka sudah di beri meja yang cukup besar, mereka binggung karena makanan sudah datang sebelum mereka memesan.


Kayla melihat banyak masakan kerang di meja, Kayla pun kesal, "kenapa kalian membawa makanan ini, kamu bahkan memesan, bawa kembali, cepat," kata Kayla.


"tidak masalah Kayla, kalian makan saja, aku permisi ke toilet sebentar," kata Chintya.


"tapi-" kata Icha.


"gak papa, aku ke toilet sebentar, dan kalian makan dulu," kata Chintya.


ternyata Chintya memilih pergi saat melihat Julian dan Alvin sudah menghampiri Kayla dan Icha.


Chintya menghentikan sebuah taksi dan pergi, dia pun sampai di rumah keluarga Hutomo.


tapi saat dia masuk ke dalam rumah itu, dia mendapat tatapan marah dari sang papi.


"kenapa kamu di sini, kembali ke tempat tuan Julian," kata pak Hutomo.


"tidak papi, aku tak mau disana, dia hanya menjadikan ku boneka, aku mohon biarkan aku di sini," mohon Chintya.


"kembali karena kamu sudah menjadi miliknya, dan kami tak mau melihatmu di sini, apalagi kamu pergi tanpa izin dari tuan Julian, kamu bisa membahayakan perusahaan kita yang baru bangkit," kata pak Hutomo.


"tidak papi,aku mohon, kalau tidak bunuh saja aku, setidaknya aku tak menjalani kehidupan yang begitu menyedihkan ini!" teriak Chintya.


Abimana tak menyangka akan mendengar semua ini, dua akhirnya tau apa yang membuat Julian mau membantu perusahaan Hutomo.


tapi dia tak bisa berbuat banyak, karena Jacob sudah memberinya peringatan untuk tidak mencampuri urusan Julian.


tak di sangka datang sekitar sepuluh pengawal datang bersama kepala pelayan Din.


"maaf nona, Anda sudah membuat tuan Julian marah, jadi sekarang pulang, atau ancaman tuan Alvin akan saya laksanakan," kata pak Din.

__ADS_1


Chintya pun terpaksa ikut karena dia tak ingin melihat orang tuanya terluka.


__ADS_2