
Aisyah masih di rumah sakit, Stevani menemani sambil membaca buku.
"Stevani, mana Valen? apa dia marah padaku?" tanya Aisyah.
"tidak, dia sedang membeli kue untukmu, lagi pula kenapa dia harus marah, malah kami yang minta maaf karena kami yang membuatmu masuk rumah sakit," kata Stevani.
"aku saja yang salah, andai aku tak mengajak kalian keluar, pasti ini tak terjadi," kata Aisyah.
"baiklah terserah kamu, oh ya tadi kak Louis menitipkan sesuatu dan kamu juga di minta untuk menelpon Jacob," kata Stevani.
"tapi ini sudah malam, pasti mas juga sudah beristirahat," kata Aisyah sedikit sedih.
"tidak Aisyah, Jacob tadi sedang lembur bersama Abimana dan Jasper," kata Louis.
"itu aku malah takut mengganggunya kak," jawab Aisyah.
"kau dengar Jack, dia tak ingin bicara padamu, jadi matikan telpon mu," kata Louis.
"ayolah kak, berikan ponselmu pada Aisyah, aku ingin melihatnya," kata Jacob yang terdengar panik.
Aisyah pun meminta ponsel Louis, "assalamualaikum mas, kenapa belum tidur?" tanya Aisyah.
"aku baru selesai lembur, dan kak Louis mengatakan jika kamu sakit, itu sebabnya aku menelponnya," kata Jacob.
"maaf membuatmu khawatir, aku hanya tak bisa terkena hawa dingin saja," jawab Aisyah.
Jacob pun sedih saat melihat kondisi Aisyah yang pucat dan lemah, tapi dia juga belum bisa pergi karena pekerjaan.
"baiklah sayang, maafkan aku yang belum bisa menemui mu karena pekerjaan ku begitu banyak," kata Jacob.
"tak masalah mas, oh ya kemarin aku dapat nama untuk bayi kita. Rayhan atau Raditya jika laki-laki, dan Ayanna atau Anthea jika bayi perempuan," kata Aisyah.
"aku menyukai semuanya, dan jika perempuan akan ku tambah nama mommy dan yang laki-laki nama Daddy, apa setuju," kata Jacob.
"tentu, aku menantikan itu," jawab Aisyah.
keduanya pun adik berbincang tentang calon bayi mereka. Louis sedang mengerjakan pekerjaan saat Manda dan Valen datang.
Manda memberikan kopi pada Louis, sedang Valen memberikan kue untuk di potong pada Stevani.
Aisyah pun mengakhiri perbincangan nya dengan Jacob, Aisyah pun memeluk Valen yang tadi pasti jena marah.
"aduh ibu hamil sudah-sudah, ini kue untukmu," kata Valen.
__ADS_1
"terima kasih, tau saja ibu hamil ini perlu asupan gula, karena aku merasa hidupku kurang manis," kata Aisyah.
"gak usah mulai, kamu gak pantes ngomong lebai gitu," kata Valen.
"jadi siapa nama bayi kalian?" tanya Louis.
"Raditya Arthur Smith dan Ayanna Azalea Smith," jawab Aisyah.
"kok dua?" tanya Louis.
"dia hamil dengan dua plasenta, jadi kalau lahir mereka tak akan sama seperti putrimu, Dita dan Velo," kata Manda.
"memang sudah kelihatan?" tanya Louis.
"kau menyebalkan, pokok nya mereka tak akan kembar identik," jawab Manda kesal.
"ha-ha-ha, santai kali, oh ya kenapa semua anak Daddy punya anak kembar," tanya Louis.
"aku memiliki gen kembar dari keluarga ayah ku kak, jadi nenek dulu pernah bilang jika aku akan mewarisi karena ayah kan gak punya anak kembar," kata Aisyah.
"lagi pula keluarga uncle juga memiliki gen kembar dari nenek buyut kalian, dan tak semua, tuh si Jessi tidak memiliki anak kembar kan," kata Manda.
" iya sih, oh ya itu bukankah makin membuat kondisi Aisyah menghawatirkan," kata Louis.
"baiklah semoga semua berjalan lancar, oh ya Aisyah aku akan tinggal bersama kaluan bertiga untuk seminggu, jadi kalian harus siap kena omel ya kalau membuat kesalahan," kata Louis.
"huh... dasar diktaktor, awas saja jika kau terus menganggu kami," kata Manda.
"tidak kok, paling aku akan menganggu dirimu saja, lagi pula menganggu mereka berdua tak seru," jawab Louis.
Aisyah pun senang melihat kedekatan keduanya, tapi Aisyah bisa melihat jika Manda memiliki perasaan lain pada Louis, dari cara Manda memandang Louis.
sedang di Surabaya. Chintya kembali mendapatkan perlakuan kasar dari Julian, bahkan dia kini di paksa untuk melayani keinginan Julian.
Chintya pun sudah mendapatkan pukulan saat menolak, dia kini sedang memberikan dirinya pada Julian lagi.
Julian merasa puas dan menyuruh Chintya tidur di sampingnya, Julian bahkan memeluk tubuh Chintya saat tidur.
"ingat jangan merasa kau berharga, karena kau hanya gadis yang di gunakan untuk melayani keinginan ku, mengerti," kata Julian sebelum tidur.
keesokan paginya, Chintya sudah siap menuju ke sekolah setelah beberapa hari ini bolos, Chintya bahkan menutupi semua bekas kismark dengan riasan.
Julian dan Alvin sedang sarapan di bawah, sedang Chintya langsung menuju ke dapur.
__ADS_1
dia mengambil buah dan juga jus dalam botol, kemudian akan pergi. "kamu mau kemana?" tanya Julian.
"saya akan ke sekolah, sudah tiga hari ini aku libur, karena sebentar lagi ujian kenaikan kelas," kata Chintya.
"kemari," panggil Julian.
Julian pun memberikan satu kartu debit untuk Chintya, "ada uang lima ratus juta, itu uang saku untukmu," kata Julian.
"terima kasih tuan, saya pergi karena ojek online sudah menunggu," kata Chintya yang pergi begitu saja.
"hei kembali, apa maksudmu naik ojek online!" teriak Julian.
"Alvin tahan dia, dan pengawal suruh mengantar dia ke sekolah," perintah Julian.
"baik tuan," jawab Alvin.
tapi Chintya sudah pergi dengan ojek online, Chintya pun tak mau kalau harus terus di kawal.
"pak berhenti," kata Chintya pada tukang ojek saat sampai sekolah.
setelah itu Chintya masuk dengan tatapan heran dari semua murid, bahkan mereka melihat dengan tak suka.
"apa ada yang salah dengan penampilan ku," batin Chintya yang terus berjalan ke kelasnya.
Icha dan Kayla baru datang, dan langsung berlari dan memeluk sahabatnya itu.
"kamu kemana? kami mencarimu, kenapa kau menghilang," kata Kayla sambil menitikkan air mata.
"gadis bodoh, aku kesal padamu, kamu meninggalkan restoran dan pergi begitu saja, apa kamu tak menganggap kami teman lagi," kata Icha.
"maafkan aku, aku hanya sedang bnyak masalah dan ingin sendiri, jangan bilang kalian takut aku berpikir nekat," kata Chintya sambil tertawa.
"ya ku kira kamu akan berdiri di rel kereta api dan menunggu kereta menabrak mu hingga hancur, dasar gadis bodoh!" teriak Icha kesal.
"hahaha... maafkan aku, aku tak sebodoh itu, ayo sekarang masuk yuk, sebentar lagi kelas akan di mulai," ajak Chintya.
"oh ya tumben kamu pakai kardigan begini?" tanya Kayla.
"aku hanya sedang kurang enak badan, sudah ayo masuk," kata Chintya.
"hei sudah di buang orang tua kaya mu itu ya, apa keluarga mu bangkrut sampai harus naik ojek, gadis miskin," ledek sekelompok siswi.
Kayla dan Icha melihat Chintya, "salah ya naik ojek, anggap saja aku sedang membantu tukang ojek itu, lagi pula jika aku miskin kenapa kamu peduli, dasar mulut sampah," kata Chintya.
__ADS_1