Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ jangan berani memberontak


__ADS_3

malam itu Aline tersenyum melihat layar laptopnya, bagaimana tidak dia sedang memandangi wajah Ken meski Ken masih menutup mata.


"hei sayang bangunlah, apa kau tak mau menemani aku lagi dan juga para baby's kita," kata Aline.


"kau pernah bilang tak ingin membuat ku menangis, tapi apa ini kau bahkan tak bangun sekarang, aku ingin kau memanjakan aku seperti dulu," kata Aline dengan suara mulai serak.


"aish... aku mohon bangunlah aku bisa gila jika kau terus seperti ini, kan aku menangis sekarang padahal aku harus kuat demi Menggantikan posisi mu di kantor," kata Aline sambil mengusap air matanya.


"pasti besok para orang yang ingin berkhianat pada kita akan menunjukkan dirinya, apalagi tau jika aku yang menggantikan mu bukan kak Lui," kata Aline.


"aku merindukan kejahilan mu Kennard, aku merindukan pelukan mu dan juga kehadiran mu..." teriak Aline sambil terisak.


tanpa di ketahui, Ken ikut meneteskan air mata mendengar curhatan Aline, tapi dia tak bisa mengerakkan tubuhnya meski hanya membuka mata.


kecelakaan itu membuat otak Ken sedikit bermasalah, maka dari itu tabib dan dokter berusaha untuk kesembuhan Ken dengan cara apapun.


"baiklah, aku mau tidur dulu mas dan kami cepat bangun kalau tidak aku akan mencari pria lain yang lebih tampan dati mu," kata Aline menutup panggilan videonya.


Aline sudah dengan baju milik Ken dan kini dia membaringkan tubuhnya sambil memeluk pigora foto Ken.


pagi pun datang Aline kini melaksanakan sholat sendiri, setelah itu dia akan mendengarkan suara Ken saat mengaji yang sudah di rekam.


Aline akan berjalan mengitari taman depan rumah mewah Smith, Aline akan tersenyum saat membaca ayat kursi karena Ken begitu fasih bahkan hafal.


Mao menghampiri Aline yang tengah berjalan dan mengejutkan Aline, "maaf nona kita sudah harus bersiap," kata Moa.


"ya Tuhan kau mengejutkanku untuk jantung ku buatan Alloh jika tidak sudah copot Moa," kata Aline sambil memegangi dadanya.


"maaf nona, tapi ini sudah jam setengah tujuh pagi," kata Moa.


"baiklah, aku akan mandi dan tolong minta pak Jun membuatkan aku sarapan oatmeal dan juga jus kiwi oke," kata Aline.


"baik nona," jawab Moa.

__ADS_1


kini Aline membersihkan dirinya, Aline kemudian berendam entah kenapa dia akan merasa tenang menghirup aroma sabun yang dia gunakan.


setelah selesai Aline memilih pakaian formal yang sudah di belikan Rissa kemarin malam, Aline memilih celana panjang kain dan juga atasan kemeja lengan pendek dan blazer.


Aline juga mencepol rambutnya rapi, kini Aline terlihat begitu anggun dengan penampilannya.


Aline menuju meja makan, semua orang tersenyum melihat kedatangan Aline, kini mereka sarapan dengan tenang.


Ozil juga sudah datang dan sedang membahas sesuatu dengan Mao, setelah sarapan Aline menghampiri para asisten nya itu.


"kira bisa berangkat sekarang," kata Aline.


"baik nona," jawab keduanya.


Ozil membukakan pintu untuk Aline, setelah line masuk kini Mao dan Ozil pun masuk ke dalam mobil.


kini mobil melaju menuju ke perusahaan, "nona siang ini ada rapat dengan client besar," kata Ozil.


"ya aku tau, kemarin Jacob sudah menyelidiki client itu dan ternyata perusahaan mereka sedang tak baik, jika kita paksa berkerja sama itu tak baik untuk perusahaan kita nantinya, kecuali kita melakukan akuisisi," kata Aline.


"tenang aku sudah memahami perusahaan yang bergerak di bidang desain interior itu, karena dulu ku mengambil kuliah di bidang itu," jawab Aline.


"baik nona kami mengerti," jawab Moa dan Ozil bersamaan.


mobil mereka sampai di lobi, semua orang tunduk hormat pada Aline yang berjalan dengan di kawal oleh Ozil dan Moa.


Aline langsung menuju ke ruangan milik Ken dan duduk di sana, Aline tersenyum saat melihat lukisannya di pajang di sana.


"kau seakan hadir di sampingku hanya dengan menatap lukisan itu," gumam Aline.


"Asisten Ozil panggil tim sekertaris dan minta mereka membawa semu dokumen kerjasama, karena aku ingin mengeceknya agar tak akan ada lagi kecurangan," perintah Aline.


" tentu nona," jawab Ozil tegas.

__ADS_1


Ozil sudah undur diri dan menemui tim sekertaris yang langsung membawa semu berkas, mereka terkejut mendapati Aline yang duduk di kursi milik Ken.


Aline kemudian memerintahkan mereka untuk kembali bekerja, sedang kini Ozil dan Mao membantu Aline bekerja memeriksa dokumen perjanjian kerjasama itu.


kini ruangan Ken di sulap menjadi satu ruangan dengan Aline Krena agar tak membuatnya sulit untuk Aline.


hingga tak terasa kini jadwal rapat, Aline sudah bersiap bersama Ozil dan Mao menuju ke ruang rapat.


semua karyawan terkejut melihat Aline yang datang dan langsung duduk di kursi milik Ken, "hari ini saya yang akan memimpin rapat, karena suami saya sedang menjalani pengobatan," kata Aline.


"kau tak pantas duduk di sana, lebih pantas jika kursi itu di duduki oleh pak Taufik," kata salah satu karyawan.


Aline hanya dengan satu gerakan jari dan Mao langsung bergerak membereskan orang itu.


"kalian lupa jika aku adalah menantu keluarga Smith dan juga cucu pertama dari keluarga Hinata, kalian tau bagaimana kerja ku kan jika ada yang ingin protes silahkan," kata Aline sambil menatap datar para karyawan yang lancang itu.


akhirnya Aline memimpin rapat dengan begitu tegas bahkan Aline membuat beberapa devisi kelabakan karena melakukan kesalahan,


"semuanya lembur karena aku tak ingin ada kesalahan sedikitpun," kata Aline arogan.


kini Aline meninggalkan ruang itu dan menuju ke restoran untuk makan siang sebelum bertemu client yang berharap bantuan dari perusahaan ASG internasional.


Aline memilih mengajak Ozil dan Moa sudah berada di restoran dengan nuansa Sunda, bahkan mereka memilih tempat lesehan.


Aline menyukai makanan Sunda sejak hamil dan semua jenis lalapan dan juga sambal, Moa bertugas mengawasi semua yang di makan oleh Aline dan juga nutrisi yang masuk ke tubuh wanita itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2