Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ serigala as Shiddiq


__ADS_3

" hei kau sudah dewasa tapi kenapa masih manja begini sih..." kata Ardi


" aku manja dengan kakak ku sendiri..." jawab rissa..


" hei gadis kecil kau begitu manis dan penurut tapi kenapa kau bisa bersikap kejam tadi..." tanya James..


" karna kau tak sopan.. dan tindakanmu bisa di laporkan karena pelecehan tuan... " jawab Rissa datar...


" kau memang benar adik dari Ardi... sikap kalian bahkan sama ..." kata James bergidik..


" hei bro tenang.. dia jinak kok.. hahaha" tawa Ardi... sedang Rissa menatap tajam...


kini Ardi mengajak Rissa untuk pulang... karena Ardi sudah lapar.. dalam perjalanan Rissa menelpon Ardan untuk pulang juga..


kini mereka bertiga sampai di parkiran apartemen dan sudah ada mobil Ardan... mereka pun naik ke lantai tempat apartemen Ardan dan Rissa..


kini mereka masuk dan sudah ada Ardan yg tengah sibuk dengan laptop nya...


" assalamualaikum bang..." salam Rissa..


" waalaikum salam dek..." jawab Ardan..


Ardan berpelukan dengan Ardi.. tapi James benggong saat melihat Ardan yg tersenyum ramah..


" hei.. James kenal kan ini adik kedua gue.. lebih tepatnya kembaran gue sih ." kata Ardi..


" hai gue James Arthur Smith... temen abang loe..." kata James mengulurkan tangannya..


" hallo juga.. saya Ardanata Zachary as Shiddiq" jawab Ardan menjabat tangan James..


Rissa sudah pergi ke kamar dan ganti baju.. kini Rissa membuat makan siang untuk mereka bertiga....


Rissa membuatkan pasta. nugget sayur dan juga jus.. Rissa terlihat murung saat menata makanan yg sudah ia buat...


" kamu kenapa dek.. kok mukanya di tekuk gitu..." tanya Ardan..


" Rissa tadi di panggil ke ruang kaprodi ..." kata Rissa


" kenapa.. kamu berbuat kesalahan kah..." tanya Ardi duduk di meja makan bersama Ardan dan James...


" aku di minta untuk melepas cadar karena setiap ekspresi wajah harus terlihat saat menjadi kuasa hukum nantinya.. tapi aku binggung bang..." kata Rissa


" minta saran papa dan mama saja dek... dan kamu sholat istikharah untuk memantapkan pilihanmu.." kata Ardi..


" ya nanti kita telpon mama dan papa... Abang juga kangen mereka.." kata Ardan...


" siap bang..." kata Rissa


mereka pun menyantap makanan yg di buat Rissa.. bahkan James merasa makanan itu begitu enak..


" hei nona.. makanan yg kau buat begitu enak.. " puji James..

__ADS_1


" terima kasih.. silahkan tambah jika kurang..." kata Rissa lembut..


deg deg deg.... jantung James berdetak cepat saat mendengar suara lembut milik Rissa..


" ya Tuhan.. suaranya saja begitu lembut.. jantung.. cobalah berdetak normal..." batin James..


kini Ardi. Ardan dan James sedang bermain game.. Rissa datang membawa laptop untuk melakukan panggilan Skype dengan orang tuanya...


Rissa mulai menghubungi sandi.. sedang sandi sedang bekerja di ruangannya di rumah.. tak lama Rissa telah tersambung dengan sang papa..


" assalamualaikum pa... selamat petang papa..." kata Rissa di layar..


" waalaikum salam sayang... tumben kok udah telpon.. " tanya sandi..


" ahh.. papa Rissa gak boleh telpon ya.. maaf ya..." kata Rissa sedih..


" bukan begitu.. biasanya Jan kalau kamu telpon nunggu kami kumpul sayang...." kata sandi..


" habis Rissa ada yg mau di sampaikan.. tapi harus ada mama..." kata Rissa..


" tunggu biar papa panggil dulu ya.." kata sandi membawa laptop nya ke ruang keluarga yg di sana ada Sandra. Wulan dan arka..


" baiklah.. kami sudah kumpul..." tambah sandi..


" assalamualaikum mama... bang arka.. singa betina papa... hahaha.." sapa Rissa pada mereka semua..


" waalaikum salam sayang.. kamu apa kabar ..", jawab Wulan..


" huh.. mentang mentang di sana sama bang Ardan kau melupakan Abang mu ini Rissa.." kata Arka duduk di samping Wulan...


" jangan ngambek dong bang.. lagian abang juga gak pernah jenggukin issa di sini..." protes Rissa..


" Abang sibuk bantu papa... dan nanti Abang ke sana..." kata Arka..


" jangan memberi harapan jika kau tak bisa melakukannya Arka..." kata Ardi ikut bergabung..


" bang Ardi kau di Jerman..." tanya Arka kaget..


" emang gak boleh.. aku jengguk adek adek ku hah..." jawab Ardi..


" bang Ardi... Sandra kangen.. " kata Sandra yg duduk di samping sandi..


" iya dek.. nanti kalau libur agak lama pasti Abang pulang kok..." kata ardi..


" ini ngomong ngomong mana sih bang Ardan.. kok gak kelihatan..." tanya Sandra..


" dia lagi main game sama temen bang Ardi..." jawab Rissa..


" ya udah.. ada apa yg mau kamu sampaikan Rissa tadi katanya ada yg penting..." tanya sandi..


" pa.. ma.. issa tadi di minta oleh kaprodi untuk membuka cadar karena seorang kuasa hukum harus terlihat ekspresi wajah saat membela client nya pa.. issa mau minta izin papa sama Mama... " kata Rissa..

__ADS_1


" itu terserah kamu Rissa.. tapi untuk memantapkan pilihanmu kamu shalat istikharah.. pasti Alloh memberi kemantapan hati..." jawab Wulan...


" iya ma.. " kata Rissa tenang..


" hei wolfy... kamu sudah bisa bilang R ya..." kata Sandra..


" iya aku terapi hipnotis dan juga melakukan pengobatan dengan baik... jadi kalau pulang siap siap aku akan membalasmu...", kata Rissa..


" tapi aku punya rahasia yg kau tak tau..." terang Sandra..


" apa itu.. coba jelaskan Sandra.. atau aku akan membuat semua rekening my terblokir..." ancam Rissa..


" emang bisa.... hahaha.." jawab Sandra..


" kau menghinaku Sandra.. dan ku pastikan tak ada yg bisa membuat rekening mu kembali saat aku yg memblokir nya..." jawab Rissa..


" hei kau jangan gila Rissa.. awas kau.." kata Sandra..


semua pun tertawa dengan pertengkaran dua saudari kembar itu...


" sayang apa kau sudah melupakan cinta mu pada bang Syarif..." tanya Wulan..


Rissa langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Wulan.. begitupun semua orang...


" ma apa yg kamu lakukan.." kata sandi..


" aku hanya bertanya pa.. dan tak baik terus menyiksa Rissa secara perlahan..." kata Wulan..


" tapi kita tak mungkin membuat mereka bersatu..." jawab sandi..


" tapi mama ingin Rissa dan Syarif untuk menikah.. biarkan mereka bersama jika mereka saling mencintai.. dan jangan buat putri mu menderita..." kata Wulan..


sandi terdiam mendengar perkataan dari Wulan yg jarang sekali mendebat keinginan nya...


" papa.. mama.. Rissa mohon jangan bertengkar.. jika Rissa memang berjodoh dengan bang Syarif pasti bersatu.. tapi jika bukan pasti Alloh punya rencana yg terbaik untuk Rissa...." kata Rissa..


" iya pa.. ma.. Ardi yg akan memastikan putri kecil kita ini untuk bahagia suatu saat nanti..." kata Ardi..


" baiklah sayang.. ingat kami selalu mendukung semua keputusan mu..." kata Wulan..


" iya ma..."jawab Rissa


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2