Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_kamu kenapa..


__ADS_3

" eh.. Rissa kamu kenapa..." teriak Sandra yg melihat Rissa berlari ke arah kamarnya..


" ya elah.. kenapa lagi dah tu bocah..." kata Arka..


" bang Ardi... bang Syarif bujukin Rissa dong.. pasti sekarang makin ngambek tu anak dari tadi kita goda terus..." kata Ardan..


Ardi sudah akan berdiri.. tapi Syarif menghentikan nya...


" tak usah Ardi.. buat aku saja..." kata Syarif..


kini Syarif menuju ke kamar Rissa.. Syarif menenangkan hatinya.. Syarif mendengar Isak kan dari kamar Rissa..


tok... tok... tok..


" hai.. Rissa Abang masuk ya.." kata Syarif..


Rissa masih menangis menutup wajahnya dengan bantal.. dia merasa begitu kacau hari ini...


" kenapa sih adek Abang yg cantik..." kata Syarif membelai jilbab Rissa..


" Abang sama bang Aldi jahat.. mau tinggalin issa... " kata Rissa terisak..


" Abang dan bang Ardi cuma 3-4 th di Harvard university.. nanti kalau libur Abang pulang ya.." bujuk Syarif...


" gak bang Syalif bohong.. pasti nanti kalian melupakan ku..." kata Rissa..


" ya gak dong dek... Rissa gak mau lihat bang Syarif dan bang Ardi sukses.. " kata Syarif..


Rissa mengeleng... Rissa hanya merasa akan ada yg hilang di hidup nya..


" jangan nangis dong... kamu jelek loh kalau nangis... Abang akan selalu kirim email.. kita bisa vicall.. oke dek..." kata Syarif...


greb... Rissa memeluk Syarif dengan erat.. Syarif pun membalas dan mencium jilbab Rissa...


"issa tunggu ya bang..." kata Rissa di pelukan Syarif..


" iya.. ayo turun.. semua sudah menunggu adek Abang yg cantik ini..." kaya Syarif..


Rissa pun menurut dan ikut turun ke bawah bergabung bersama semuanya.. kini mereka melaksanakan sholat berjamaah dulu sebelum makan malam...


kini semua sedang melaksanakan makan malam bersama.. Rissa pun memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu..


" pa.. apa issa boleh minta sesuatu..." kata Rissa..


" minta apa sayang.." tanya sandi dan semua menatap kearah Rissa..

__ADS_1


" pa.. ma.. bolehkah issa mondok di Jombang.. issa ingin mempeldalam ilmu agama issa pa.." kata Rissa..


"kamu yakin sayang.. itu tak akan mudah loh.." kata Wulan..


" issa yakin ma.. dan tolong ijinin issa ya..." mohon Rissa..


sandi melihat Wulan.. Wulan langsung mengangguk menyetujui permintaan putrinya..


" baiklah sayang.. besok biar mama yg membantumu mendaftar..." kata sandi..


" telima kasih pa.. ma.. kalau gitu issa pamit ya.. issa dah kenyang.. issa duluan ya semuanya..." kata Rissa..


semua orang diam saat mendengar keputusan Rissa.. Syarif merasa sedih.. tapi dia juga harus pergi untuk belajar di luar bersama Ardi..


" saya juga selesai.. permisi duluan ya.. " kata Syarif menuju ke arah taman ..


Ardi menyadari ada yg aneh dengan perubahan sikap Syarif.. Ardi juga selalu peka dengan perubahan suasana hati orang di sekitarnya...


Syarif sedang menghisap rokok di gazebo taman depan rumah.. meski dia bukan perokok.. tapi saat hatinya Jalut itu adl hal yg membuatnya sedikit bisa melupakan kerisauan nya...


Ardi menghampirinya.. Ardi tau Syarif sedang ada masalah.. karena dia tau kebiasaan Syarif..


" kau ada masalah bang..." tanya Ardi..


" kalau kau mau.. kau bisa bilang padaku ya.." kata Ardi menepuk bahu Syarif...


" bagaimana aku harus bilang padamu.. aku sendiri juga binggung dengan hatiku yg bisa jatuh cinta pada Rissa.. aku masih mencoba membunuh rasa ini.. karena ini rasa yg salah..." batin Syarif...


Ardi sudah meninggalkan Syarif di taman sendiri.. sedang kini sandi sedang membahas kepindahan dari Rissa..


" ma.. aku merasa ada yg aneh pada Rissa..." kata sandi..


" iya pa.. dan bukan hanya Rissa tapi Syarif juga.. tapi mama gak mau berburuk sangka pada mereka.." jelas Wulan..


" iya ma.. tapi bagaimana Rissa bisa bertahan di pondok nanti..." tanya sandi..


" tenang pa.. di sana ada temen temen mama... dan aku sudah memberitahu semua kawan ku untuk menjaga putri kita di sana.. dan nanti setiap Jumat biar bpk dan ibu yg jengguk.. lagian pak Viktor dan Bu Sena juga ada.." kata Wulan..


"iya mama... uhh.. makin cinta dech..." kata sandi..


" idih mama.. sama papa kalau mau mesra mesraan jangan di sini.. sana di kamar..." kata Arka protes...


" biarin Napa sih bang.. kamu gak mau punya adik lagi..." goda sandi..


" ogah pa... cukup Ardan malu..." protes Ardan

__ADS_1


" kenapa bang.. itu bang Fahry malah minta sama omgan kembar.. gak malu tuh..." kata sandi..


" pokoknya Ardan dan arka gak mau punya adek lagi.. cukup tu duo rusuh..." kata Arka..


" lagian mama juga gak mau.. karena mama mau fokus pada kalian berlima aja..." kata Wulan...


sandi pun malah tertawa mendengar penuturan Wulan.. dia juga tak sungguh sungguh ingin punya anak lagi..


malam makin larut semua sudah beristirahat.. tapi tidak dengan Rissa.. dua sudah membereskan pakaian yg akan di bawa ke pondok.. dan besok dia akan diantar oleh Wulan dan Sandra ke Jombang...


sedang Syarif juga tak bisa tidur menginggat Rissa yg akan mondok besok... dia tadi mendapat sebuah hadiah dari Rissa..


" ya Allah tolong hilang kan rasa cinta ini ... karena ini salah.. semoga dengan kami menjauh rasa ini akan pudar..." doa Syarif...


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


sedang di keluarga Prayoga sedang terjadi masalah karena ini menyangkut Syarif yg sudah dewasa...


" pa sepertinya kita harus jujur pada Syarif... aku tak ingin terus menyembunyikan ini dari ya..." kata Vita..


" tapi aku belum siap di benci oleh Syarif sayang..." kata Rafi..


" tapi dia sudah harus tau.. dan kalau dia kuliah di Harvard pasti suatu saat nanti mereka bisa bertemu.. dan aku tak ingin Syarif mengetahui dari orang lain pa.." kata Vita..


" tapi mau mulai dari mana ma... ini menyangkut kakak ku yg bahkan keluargamu saja tak tau.. aku binggung..." kata Rafi..


" besok kita bisa runding kan dengan ayah dan ibu tentang masalah ini.. dan Syarif tetap putra pertama kita bagaimana keputusan nya nanti..." kata Vita..


" iya ma.. papa tau itu.." terang Rafi..


.


.


.


mampir ke novel SINGLE MOTHER ya kak..


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2