
waktu subuh datang, saat Wulan membuka mata dan merasa ada sesuatu di perut nya, di lihat tangan Sandi sudah memeluk nya erat.
Wulan makin terkejut melihat mantel dan jilbabnya sudah tergeletak di lantai begitu saja.
Blusss... tiba tiba wajah Wulan memerah, saat melihat pakaian nya masih lengkap Wulan bersyukur tak terjadi apa-apa.
saat akan bangun Wulan memindahkan tangan Sandi, ternyata Sandi malah mengeratkan pelukannya.
" emm.. biarkan begini sebentar saja," kata Sandi masih memejamkan mata.
"emm.. tapi mas nanti waktu subuh nya habis," kata Wulan memelas.
"baiklah.. sana pergi," ucap Sandi sambil menarik tangannya.
Wulan pun merasa bersalah, tiba tiba Wulan memberanikan diri mencium pipi Sandi dan berlari ke kamar mandi.
sandi yang terkejut hanya memegangi pipi yang habis di cium Wulan.
sedang Wulan yang di kamar mandi merutuki kelancanggan nya.
"bodoh, kenapa kau begitu lancang mencium pipinya, ah.. bodoh.. bodoh," sambil memukul mukul bibirnya.
Wulan selesai mandi, kini giliran Sandi, setelah itu mereka pun melakukan sholat berjamaah, Wulan turun ke dapur untuk membuat sarapan untuk suami dan mertuanya.
sedang sandi kembali tidur, sandi mulai berubah ke jalan yang baik, tanpa sadar dengan adanya Wulan.
Wulan pun kembali ke kamarnya dan tak melihat Sandi, saat Wulan masuk ke kamar mandi dengan menunduk, dia tak sadar bahwa Sandi tengah berendam di bathtub.
saat dia membuka jilbabnya dan akan membuka bajunya untuk mandi, di saat itu pula Sandi sudah berdiri di belakangnya.
Sandi langsung mendekap tubuh Wulan dan membisikkan sesuatu.
"mau mandi bareng ya, mulai nakal ya istriku ini," goda Sandi.
"apa- yg- mas lakukan di kamar mandi?" kata Wulan terbata melihat Sandi tengah memeluknya dari belakang.
"gimana mau mandi bareng?" tanya Sandi menggoda Wulan.
"gak usah mas, aku keluar dulu ya, mas lanjut mandi ya," ucap Wulan sambil berlari keluar dari kamar mandi.
Wulan lagi-lagi merutuki kebodohannya.
"huh.. kenapa kamar mandinya gak di kunci sih," gerutu Wulan.
" udah ngedumelnya, kalau mau mandi cepet, aku gak mau kalau harus nungguin kamu waktu sarapan," kata Sandi datar sambil masuk ke ruang pakaian.
Wulan melakukan ritual mandinya dengan cepat, karena sudah di ultimatum Sandi terlebih dahulu.
__ADS_1
kegiatan paginya selalu sama, memakaikan sepatu, jas, dan juga sarapan bersama.
saat Sandi akan pergi Wulan langsung terlihat murung.
"kamu kenapa hem?" tanya Sandi melihat muka lesu Wulan.
" mas.. Wulan boleh ke butik ya, habis kalau mas kerja aku sendirian, soalnya ibu juga berangkat ke restoran," kata Wulan memohon.
"tidak, hari ini kamu di rumah, dan gak boleh kemana mana, pahamkan," kata Sandi menatap tajam.
" baiklah mas," jawab Wulan sambil mencium tangan Sandi.
Sandi pun berangkat ke kantor, sedang Wulan kembali ke kamar dan membuat desain baju.
Wulan tengah serius membuat desain baju dari gamis hingga gaun, tak terasa desain yang di buat sudah banyak.
"huft.. mau ngapain lagi? aku bosan, emm.. buat kue aja kali ya," gumam Wulan.
akhirnya Wulan turun ke bawah dan menuju dapur, tapi saat akan ke dapur pak Joko menghadangnya.
"pagi pak Joko, misi ya pak saya mau bikin kue," kata Wulan masuk ke dapur.
"maaf nona, kata tuan anda di suruh istirahat karna semalam nona kecapean," kata pak Joko dingin.
Bluss... pipi Wulan sudah merah karna malu.
" ah..aku baik baik saja, mas Sandi terlalu berlebihan," kata Wulan sambil mencari bahan-bahan kue.
"memang bolu gulung gurih enak non?" tanya Bu Maya.
" nanti Bu Maya coba, kalau gak enak biar saya yang habiskan, tapi kalau enak Bu Maya gak boleh minta ya," kata Wulan tersenyum bersama Bu Maya.
"nona semoga dengan kelembutan dan keceriaan mu, bisa membuat tuan Sandi berubah menjadi lebih baik,"batin pak Joko.
Wulan sudah berkutat selama satu jam membuat beraneka ragam kue.
setelah menunggu beberapa menit kue pun sudah jadi.
dari roti gulung coklat, roti gulung isi stroberi dan roti gulung abon.
serta brownis coklat kesukaan nya,
Wulan pun memotong motong roti gulung dan menyusunnya ke sebuah kotak kue, dan yang sebagian di taruh piring.
kue yang di piring di bagikan untuk semua pekerja yg ada di rumah, sedang kue yang di kotak akan di kirim ke kantor Sandi.
Wulan melihat jam pukul 10.45 siang, akhirnya Wulan memasak untuk makan siang, dia memasak udang saos padang, empal gepuk dan tumis kangkung.
__ADS_1
pak Joko binggung melihat Wulan memasuk kan makanan yang baru di masak kedalam kotak bekal.
" maaf nona itu makanan dan kuenya mau di bawa kemana?" tanya pak Joko.
"mau di kirim ke kantor mas Sandi," jawab Wulan masih menata kotak bekal.
" tapi nona tidak di izinkan keluar," kata pak Joko tegas.
" aku tau pak, makanya minta tolong pak Eko buat mengantar kotak-kotak ini, pak Joko bisa minta tolong panggil pak Eko ya," kata Wulan tersenyum.
pak Joko mengambil telpon yang ada di dinding, dan tak lama Eko sudah datang ke hadapan Wulan.
"ada apa nona memanggil saya?" tanya Eko.
"pak Eko tolong antar ini ke kantor mas Sandi ya," kata Wulan menyerahkan kotak bekal dan kue pada Eko.
" siap nona, dan saya permisi karena sudah hampir jam makan siang," jawab Eko seraya meninggalkan Wulan.
Eko tersenyum melihat perhatian yang di berikan kepada tuan nya, "nona anda ternyata sangat peduli dengan tuan," gumam Eko di dalam mobil.
tak terasa Eko sudah sampai di gedung Shiddiq Grub, saat turun Eko sudah di sambut oleh semua karyawan, karena sebenarnya Eko adalah orang kepercayaan Sandi setelah Ken.
semua memandang Eko dengan tatapan heran, karena Eko datang sambil membawa kotak bekal.
Eko memasuki lift khusus untuk CEO, dan tak lama lift membawa Eko ke lantai khusus untuk Dirut, dan para sekertarisnya.
Tok..tok...
"masuk," perintah Sandi dari dalam.
Eko masuk ke ruangan Sandi, dan menyapa dengan hormat.
"siang tuan, nona mengirim makan siang untuk anda," kata Eko menaruh makanan ke atas meja.
Sandi melihat jam tangannya,dan ya sekarang sudah waktunya makan siang.
" bisa tolong ambilkan piring dan sendok," perintah Sandi.
Eko pun mengambilkan piring dan sendok serta air minum untuk Sandi, Sandi begitu antusias melihat makanan yang di masak Wulan.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukunganya ya...
terima kasih😉😉😉