
kini Sandra dan Rissa ikut mobil Edward dan menuju ke sebuah restoran mewah.. sedang para pengawal yg bertugas memantau dari luar restoran..
Rissa mengirim pesan pada James.. dan James pun mengizinkan.. saat sampai mereka duduk di kursi pojok tanpa di duga mereka melihat James dan Jhon yg tengah bertemu dengan client..
Edward memanggil pelayan.. Edward menyerahkan menu pada Rissa dan Sandra..
" kalian mau pesan apa.." tanya Edward..
" aku pasta carbonara dan lasagna.. minumnya ice tea..." kata Sandra..
" aku pasta bolognese.. dan cheesecake.. minum nya ice tea aja dech..." kata Rissa..
" wah.. kalian ini kecil tapi makan nya banyak ya... aku pesan lasagna, tiramisu dan lava cake... minumnya orenge jus.." kata Edward..
" baiklah.. mohon di tunggu..." kata pelayan..
kini mereka menunggu tapi Sandra terus melihat ke arah James dan Jhon.. Sandra risih melihat wanita yg duduk di sebrang James..
" kamu kenapa Sandra..." tanya Rissa..
" tuh lihat.. cewek itu keganjenan gitu sama kak James.. pingin gue garuk tuh muka cewek..." kata Sandra .
" aduh tenang dong.. kak James aja cuek bebek gitu.. dia belum tau kalau Clarissa udah ngamuk..." kata Rissa..
" apa kakak ipar ngamuk.. kayak apa ya..." batin Edward yg terus mendengar kan percakapan dua wanita di depannya itu..
" yang pasti lebih bar bar dari pada aku... ha-ha-ha.. " tawa Sandra...
Jhon memberi tahu James jika Rissa berada di restoran ini bersama Edward dan Sandra.. James hanya melihat sekilas.. karena dia sedang ada pertemuan penting.. meski dia risih dengan sekertaris wanita di samping rekan bisnisnya itu yg pakaian nya kurang bahan...
" eh.. aku ke toilet bentar ya.." pamit Rissa..
saat Rissa pergi Edward mencoba mendekati Sandra..
" Sandra kamu sudah punya pacar..." tanya Edward..
"kenapa tanya tanya..." jawab Sandra..
" ayolah aku ingin mengenalmu..." jawab Edward..
" aku gak mau pacaran.. jadi aku cari calon suami.. kamu masih mau dekat sama aku.." kata Sandra..
__ADS_1
" bagus kebetulan aku juga..." jawab Edward..
"apa.. jangan bercanda dech.. gak lucu.." kata Sandra manyun..
" asal kau tau aku sudah jatuh hati padamu pada saat pertama kali bertemu... " batin Edward..
saat akan menuju ke meja tanpa sengaja ada seorang pelayan yg menabrak Rissa.. dan mengotori baju yg di gunakan Rissa...
" maafkan aku.. aku tak sengaja..." kata pelayan itu..
" apa kamu baik baik saja... tak masalah.. ini bisa di cuci.. " kata Rissa membantu membereskan pecahan piring itu..
Sandra yg melihat itu langsung menuju mobil yg di bawa para pengawal dan mengambil tas yg berisi baju ganti yg sengaja di bawa..
Sandra menghampiri Rissa dan memberikan tas itu..
" cepat ganti bajumu.. biar aku yg membantu pelayan ini.." kata Sandra..
" baiklah.. terima kasih.." kata Rissa kembali ke toilet..
Sandra sudah selesai membantu pelayan itu dan menuju ke toilet untuk mencuci tangannya..
Edward makin menyukai sikap Sandra yg ternyata begitu pengertian meski kadang terlihat bar bar.. sedang James tersenyum melihat kelembutan dari Rissa...
Rissa menyerahkan tas itu ke pengawal.. dan kini dia duduk bersama Edward yg masih melongo melihat dua gadis itu..
kini mereka menikmati makanan mereka yg sudah di sajikan.. Edward tersenyum saat melihat dua gadis itu saling berbagi makanan mereka..
" apa tuan Arthur mengenal mereka.. karena dari tadi tuan melihat kearah sana dan tersenyum..." tanya rekan bisnis James..
" iya mereka temanku... " jawab James..
" dua gadis kampungan itu teman anda.." kata sekertaris rekan bisnis James...
" maaf mereka bahkan sangat spesial di hidupku.. " jawab James mulai geram..
" masih cantik aku.. " jawab sekertaris itu lagi..
" karena dia menyembunyikan kecantikannya dan kecantikan yg sesungguhnya ada di hati dan tingkah laku..." kata James..
tiba tiba sekertaris itu berdiri dan mulai menggoda James.. dan tak sengaja Sandra melihat itu..
__ADS_1
Sandra berdiri sambil membawa gelas ice tea menuju ke arah sekertaris itu.. dan byurr.... air tea itu menyiram sekertaris ganjen itu..
" hei kenapa kau diam ketika wanita ini mengodamu..." tanya Sandra..
" aduh si bar bar kumat..." kata Edward menepuk jidatnya..
" dasar wanita kampungan.. " kata sekertaris itu..
" cih mending aku kampungan dari pada kamu ja**Ng.. " kata Sandra..
" maaf nona.. anda menganggu rapat bisnis ini.. dan membuat sekertaris ku malu.." kata bos sekertaris itu..
" cih.. sekertaris anda memang ja**Ng dan tak tau malu..." kata Sandra.
" kau..." kata sekertaris itu akan menampar pipi Sandra.. tapi di tangkap oleh Rissa..
Rissa meremas tangan wanita itu dengan kuat.. dan menatap penuh amarah pada dua orang itu...
" aww.. sakit.. kau mematahkan tanganku..." teriak sekertaris itu..
" jangan pernah mencoba melukai saudariku..." kata Rissa tak kalah dingin dan datar..
Edward melongo kembali melihat sisi lain dari Rissa yg kejam.. sedang James tersenyum melihat istrinya..
tak lama datang security Karen terdengar keributan.. bos sekertaris itu pun tersenyum seakan menang..
" seret dua gadis bar bar ini keluar..." perintahnya sombong..
" siapa yg berani menyeret keluar istri dari seorang James Arthur Smith... dan kakak ipar ku.. maaf perjanjian kita batal di saat sekertaris anda menggoda ku..." kata James dingin dan datar..
James memeluk Rissa dan Sandra sudah kembali ke meja Edward.. dan dua orang itu terpaku mendengar perkataan James.. dan mereka salah karena tak mengetahui jika James sudah menikah.. dan termakan gosip yg mengatakan jika James bisa di lobi dengan wanita cantik...
" lihat betapa bar bar Rissa..." kata Sandra..
Edward hanya mengacungkan dua jempol pada Sandra yg tersenyum..
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih