Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ berduka...(Sandra)


__ADS_3

hari ini Rissa masih terus memeluk James saat di ruang tunggu bandara karena Sandra yg sedikit telat datang... Rissa tak ingin lepas dari James..


"sayang.. yakin mau berangkat sekarang.. apa nggak sekalian sama kami saja lusa..." kata James..


" aku mau menghabiskan waktu sedikit lebih lama di Indonesia.. tapi aku tidak mau jauh darimu.." kata Rissa..


" aku juga sayang.. aku tidak bisa jauh darimu dan juga dua putra kita..." kata James membalas pelukan Rissa..


" maaf kami telat..." kata Edward yg masuk ke ruang tunggu...


Rissa kaget karena Sandra mengunakan baju hangat berbentuk singa.. sedang James menahan tawanya...


" kenapa bisa telat sih ..." tanya James...


" huh.. Sandra kesiangan dan juga ingin memakai baju singa itu jadilah kami sibuk mencarinya..." kata Edward berbisik..


" kenapa kamu pakai baju itu gak bilang bilang... setidaknya aku bisa mengunakan baju panda milik ku..." kata Rissa..


" maaf.. ayo sekarang berangkat.. aku sudah begitu merindukan papa dan mama..." kata Sandra..


" kau yg lelet kenapa sekarang malah buru buru..." cibir Rissa...


James dan Edward kembali menjadi penonton pertengkaran dari Rissa dan Sandra..


kini mereka sudah mengantar istri istri mereka naik pesawat.. tak lama pesawat pun mulai lepas landas.. Edward merasa begitu sedih entah mengapa ada sesuatu yg tak enak...


" kamu kenapa.." tanya James..


" entah lah.. aku merasa tak bisa melepas kepergian Sandra.. apalagi melihatnya naik pesawat seperti akan terjadi sesuatu..." terang Edward..


" percaya dan berdoa dan yakin istri istri kita akan dilindungi oleh Alloh..." kata James..


" ya kau benar.. aku tak boleh negativ thinking.. " jawab Edward...


"ya sudah aku harus ke kantor karena pekerjaanku sudah menunggu.. " pamit James..


kini mereka berpisah.. karena pekerjaan yg harus di selesaikan sebelum kepergian mereka menyusul para istri..


sedang dalam pesawat Rissa dan Sandra larut dalam pikiran masing-masing... dan juga ada perasaan yg tak enak..


malam hari mereka sampai di bandara Juanda Surabaya... mereka sudah dijemput oleh supir dan bodyguard yg sudah di perintahkan James untuk menjaga dua wanita itu..


mereka keluar dari bandara pukul 10 malam.. mereka mengunakan mobil Limosin anti peluru yg khusus di belikan oleh James..


pengawalan begitu ketat.. Sandra ikut Rissa menuju mansion milik James... mereka sudah istirahat karena perjalanan jauh dan juga kondisi Rissa yg sudah hamil besar..


sedang Sandra juga sama.. dia memutuskan untuk tidur karena saat tiba tadi tubuhnya seakan lemas..


pagi hari.. mereka sudah di kawal menuju ke rumah besar Shiddiq.. dan saat di depan gerbang mereka sudah di sambut oleh para pengawal yg juga berada di sana...

__ADS_1


Wulan dan sandi pun menyambut dua putri mereka.. Sandra langsung memeluk sandi sedang Rissa yg sedikit kesulitan karena kandungan yg mulai membesar...


Wulan memeluk Rissa.. dan bergantian dengan Sandra.. sandi berjongkok dan menyapa dua calon cucunya..


" hallo cucu cucu sayang.. ini appa dan oemma.." kata sandi..


" tunggu bukannya itu panggilan untuk ayah dan ibu di bahasa Korea ya pa.." protes Sandra..


"papa gak mau di panggil Mbah.. papa masih muda.. jadi semua cucu papa akan manggil appa dan oemma..." jawab Sandi..


" baik appa.. appa tetap muda kok.. sehat terus ya.." kata Rissa menirukan suara anak kecil...


" udah udah... ayo sekarang masuk.. tak lama Abang kalian juga akan pulang..." kata Wulan..


kini mereka bersantai dan menanti trio Ar yg akan pulang karena kangen dengan dua gadis yg sudah dewasa itu..


tak lama mobil milik trio Ar memasuki perkarangan rumah besar Shiddiq..mereka bertiga langsung berlari menuju ke adik adik mereka..


sedang mobil di urus oleh para pengawal... Rissa langsung berpelukan dengan Ardi sedang Arka dan Ardan memeluk Sandra..


"Abang kangen..." kata Rissa..


" abang juga.. bagaimana perlakuan James di sana.. apa kalian tak bertengkar kan.." tanya Ardi...


" tenang bang.. kak James terlalu baik.. meski aku sering ngidam yg aneh aneh tapi dia selalu menuruti semua permintaan ku.." jawab Rissa...


mini sandi sedang bermain dengan kelima putra putrinya.. sudah lama mereka tak berkumpul seperti ini..dan juga menambah keakraban di rumah yg biasanya terlihat sepi karena hanya sandi dan Wulan serta beberapa maid saja...


sebenarnya mereka akan menginap tapi Sandra dan Rissa harus kembali ke mansion guna mengambil barang yg penting...


mobil yg membawa Rissa dan Sandra di ikuti oleh mobil Jeep yg tak di kenali.. mobil Jeep itu menembaki mobil pengawal di belakang mobil Rissa...kemudian mobil itu pun kecelakaan..


sedang mobil Jeep itu semakin mendekat.. berondongan peluru mengarah pada mobil yg di naiki Sandra dan Rissa..


" Rissa kita perlu melindungi perut mu.." kata Sandra


" tapi gunakan apa.." tanya Rissa..


" apa mobil ini ada bantal atau selimut.." tanya Sandra pada para pengawal..


" di belakang nyonya.. " kata pengawal yg mengemudi sedang pengawal satunya membalas serangan...


Sandra mengambil bantal dan juga selimut dan mulai membungkus perut Rissa.. mereka mulai berpeganggan tangan saling menguatkan ..


pengawal yg satu sudah tertembak.. kini Sandra menghubungi Ardi dan meminta bantuan.. Ardi langsung bergerak bersama sandi dan juga arka dan Ardan.. mereka membawa pengawal dan anak buah... sedang Wulan juga mendapat perlindungan..


mobil mereka terus di tembaki hingga mengenai ban dan mengakibatkan mobil oleng dan menabrak pembatas jalan dan terguling...


para penjahat itu melihat keadaan dari korbannya.. mereka mengambil foto dan mengirimkan pada James...

__ADS_1


" maafkan aku... gara gara suamimu... kamu dan saudarimu yg harus mati.." kata pria itu meninggalkan tempat kejadian...


tanpa di duga Sandra seperti mendapat kekuatan hingga bisa keluar dan membantu Rissa...


Sandra menahan rasa sakitnya... karena dia lebih menghawatirkan keadaan Rissa dan juga kandungannya..


Rissa sudah mendapat luka di kepala yg cukup serius.. Sandra mengeluarkan Rissa dari dalam mobil.. tak lama Ardi menemukan lokasi dari Rissa dan Sandra...


" Sandra... Rissa..." teriak Ardi melihat Sandra yg menyeret Rissa menjauh dari mobil..


" tolong Rissa dan bayi bayinya.. aku mohon..."kata Sandra sebelum pingsan...


sandi mengendong Sandra dan membawanya ke rumah sakit.. sedang Ardi yg membawa Rissa...


sesampainya Sandra dan Rissa langsung di bawa ke ruang UGD.. tak lama dokter menemui sandi dan Ardi..


" maaf pasien harus melakukan operasi sesar untuk menyelamatkan bayinya... saya butuh tanda tangan suaminya..." kata dokter..


" biar saya dokter.. saya papanya dan suaminya masih di luar negri..." jawab sandi..


dokter mengajak sandi untuk menandatangani persetujuan operasi sesar dan juga operasi penyelamatan Rissa...


tak lama dokter yg menangani Sandra juga keluar.. Ardi langsung bertanya...


" dokter bagaimana keadaan adik saya.." tanya Ardi.


" maaf.. kami tak bisa menyelamatkan bayi nya.. dia mengalami keguguran dan juga keadaannya kritis..." jawab dokter..


Ardi langsung terduduk lemas mendengar penjelasan dokter.. apalagi keadaan Rissa juga tak baik.. bahkan kedua calon keponakannya juga masih berjuang bersama sang ibu....


Ardi menangis.. dia menyesal tak mengantar kedua adiknya itu... meski Rissa sudah merengek minta diantar olehnya...


" seandainya aku mengantar mereka.. pasti kejadiannya tak seperti ini..." teriak Ardi sambil memukul tembok...


.


.


.


mampir ke novel Secret Daddy ya..


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2