
Jasper akan pamit pulang saat tiba-tiba Ivy menangis cukup keras, Jessica pun menghampiri putrinya itu.
Jessica geram melihat Siska yang masih marah karena gaun yang di pakai nya terkena es krim Ivy.
"sayang kamu baik-baik saja," kata Jessica.
Ivy langsung memeluk Jessica karena ketakutan, sedang Siska terlihat begitu kesal.
"lain kali itu, ajari putrimu untuk bersikap anggun, dia itu sudah menumpahkan es krim di gaun mahal ku," kata Siska.
"itu hanya pakaian, bahkan kau bisa memarahi seorang gadis kecil," kata Jessica yang tak terima.
"kau-" kata Siska terhenti melihat Julian.
"kamu kenapa marah, aku bahkan tak memarahinya, kenapa kamu memaki ku seperti itu," kata Siska.
Jessica terkejut melihat akting dari Siska, dia yang kesal pun membawa Ivy untuk pamit.
"tunggu Jessi, ada apa ini," tanya Jasper.
"tanya kekasih Julian itu, hanya karena Ivy tak sengaja menumpahkan eskrim ke bajunya, dia bisa memarahi putri ku," kata Jessica.
"benar itu Siska?" tanya Julian.
"dia bohong, aku bahkan tak memarahinya, dan gadis kecil ini hanya ketakutan hingga menangis, dan Jessi datang memakiku tadi," kata Siska.
"Ivy apa yang terjadi nak," tanya Jasper.
Ivy masih memeluk kaki Jessica erat dan ketakutan, Julian pun memanggil pak Din, semua pelayan rumah di panggil berkumpul.
"ada yang tau kebenarannya, jika tak ada yang bicara aku bisa menghukum kalian semua," kata Julian.
"saya tuan, tadi saya tak sengaja melihat nona kecil yang makan es krim di tabrak oleh nona Siska, eskrim jatuh mengotori gaun nona Siska, setelah itu nona Siska menjewer kuping nona kecil hingga menangis, kemudian nyonya datang dan bertanya," jawab seorang pelayan.
"tunggu kamu pelayan khusus kan," kata Julian.
__ADS_1
"iya tuan, saya turun ingin mengambil beberapa cemilan," kata pelayan itu.
"kalau begitu kamu segera kembali bekerja," kata Julian.
"baiklah Julian, maafkan kami harus pergi, aku tak ingin Ivy makin ketakutan, lain kali kamu bisa menemui kami," kata Jasper yang pamit pulang.
"Baiklah, Ivy sayang lain kali papi akan menemui mu lagi ya," kata Julian.
Ivy hanya mengangguk, dan sekarang mereka pun sudah pergi. Alvin langsung menahan Siska.
"aku memintamu untuk bersikap baik, ternyata tak bisa, mulai sekarang karir mu berhenti di sini dan jangan pernah menampakkan wajahmu di depan ku, jika tidak aku bisa melakukan hal buruk pada mu," kata Julian.
Alvin pun langsung menyeret Siska untuk segera pergi, dia tak ingin wanita itu berada di rumah.
Julian pun naik ke lantai dua, dan masuk ke kamar Chintya. Chintya sedang asik bermain kartu.
"kamu sedang main apa?" tanya Julian.
"aku sedang bermain kartu, untuk mengurangi rasa bosan ku," jawab Chintya.
"apa aku boleh ikut?" tanya Chintya.
"kenapa, kamu ingin kabur atau ingin cari mangsa baru?" kata Julian.
"aku hanya ingin keluar, kebetulan aku bisa mengajak Kayla maupun Icha untuk datang," bujuk Chintya.
"baiklah, cepat turun aku beri waktu sepuluh menit, atau aku tinggal," kata Julian.
Chintya pun mengambil jaket dan langsung mengikuti Julian, sedang Julian malah gagal fokus karena pakaian Chintya.
"kamu mau kemana dengan pakaian seperti itu," tanya Julian.
pasalnya Chintya hanya mengunakan gaun selutut pas dengan tubuhnya, bahkan terliht jelas lekuk tubuh Chintya.
belum lagi rambut yang tergerai panjang, makin menambah kecantikan gadis muda itu.
__ADS_1
"kita mau makan kan, atau pergi ke club, jadi aku gak salah kostume dong," jawab Chintya.
"Alvin, aku tak jadi pergi, kamu saja yang berangkat menemui mereka," kata Julian.
Chintya pun binggung, Julian malah menyeret Chintya masuk ke dalam kamarnya, Julian pun kembali menikmati kebersamaan mereka.
sedang malam itu Alex benar-benar membuktikan ucapannya, dia datang ke rumah keluarga Handoyo untuk melamar Kayla.
bahkan Arka pun tak mempermasalahkan keputusan Alex, dan juga mereka di terima dengan baik.
tapi Alex harus memenuhi keinginan dari ayah Kayla, yang ingin melihat Kayla menikah dengan orang sukses.
sebenarnya Alex pria sukses dan hanya mengawasi semua usahanya dari balik layar, dia lebih suka menjadi guru di sekolah.
setelah acara itupun Mereka berkumpul di club Justin untuk menunggu Julian, tapi yang datang hanya Alvin.
Alvin pun datang hanya untuk minta maaf karena Julian tak bisa datang, setelah itu dia pun pergi.
rencana mereka benar-benar gagal total hari ini, Chintya sudah meminta Abimana berhenti mengurusinya.
sedang kini ketiga pria itu menemani Altaf yang baru kembali dari luar kota, bahkan pria itu kini sedang mabuk berat.
"Altaf berhenti manja seperti ini, kamu membuatku risih," protes Abimana.
"kenapa ih, aku kan ingin bersama mu, kalian bertiga mah jahat sama aku, kalian kan tau aku tak suka jika di paksa dekat sama wanita," kata Altaf.
"diam Al, aku katakan padamu, ini adalah kesempatan untuk mu membuktikan bahwa kamu itu bisa membanggakan papi, dan jangan sia-siakan," kata Jacob.
"lagi pula dia gadis yang cantik, dan kamu pun tak kalah dari kami bertiga," jawab Alex.
"tapi aku masih takut akan mengalami seperti kak Andhara," jawab Altaf.
"tidak Al, ini berbeda, ini adalah keinginan papi jadi dia tak akan memisahkan kalian sejahat itu," kata Jacob.
"baiklah biar aku coba mengenal gadis itu," kata Altaf yang sedikit menurut.
__ADS_1
Abimana bertekad akan melupakan Icha karena dia tak mungkin menentang Ardi, jika dia tak ingin melihat Ardi bertengkar dengan Arka.