Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
kisah baru di mulai..


__ADS_3

pagi hari Aisyah sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk Jacob dan dirinya.


sudah lima tahun pernikahan tapi mereka masih berusaha untuk memiliki keturunan.


"pagi sayang, kenapa kamu selalu sibuk, ini bisa di kerjakan oleh pelayan," kata Jacob memeluk Aisyah.


"aku hanya tak ingin suamiku yang tampan ini harus di urus oleh pelayan, ayo sarapan mas kan ada rapat pagi ini," kata Aisyah.


Jacob pun duduk di kursinya, Aisyah langsung melayani kebutuhan Jacob, seorang gadis kecil berjalan tertatih menuju meja makan.


"mami, apa mommy sudah datang?" tanya gadis kecil itu.


"emm... belum sayang, mungkin sebentar lagi, Ivy mau sesuatu?" tanya Aisyah lembut.


"sini sama papi, mommy mu kemana memangnya?" tanya Jacob.


"tadi mommy bilang mau periksa adek bayi," jawab Ivy dengan manja.


"wah sepertinya Jessi akan memiliki anak lagi," kata Jacob tersenyum senang.


"maaf..." lirih Aisyah.


"untuk?" binggung Jacob.


"aku belum bisa memberikan anak di kehidupan pernikahan kita," jawab Aisyah sedih.


"aku tak masalah, kita memang harus menghabiskan waktu lebih banyak, dan lagi aku bahagia bisa bersama mu, jadi Berhenti mengatakan itu," kata Jacob.


Aisyah hanya mengangguk, dia tau jika Jacob juga menginginkan seorang anak, tapi apa lagi yang mau di kata.


Fredy datang untuk menjemput Jacob ke kantor, sedang Aisyah akan pergi ke sekolah bersama Ivy.


"aku berangkat dulu, dan aku tak mau mendengar kamu putus asa seperti tadi, dan Alloh mungkin belum percaya pada kita, jadi kita hanya perlu berdo'a. mengerti sayang," kata Jacob berpamitan.


"baiklah mas, maafkan aku," kata Aisyah.


Jacob pun pergi setelah berpamitan, sedang Aisyah juga berangkat ke sekolah yang masih milik keluarga as Shiddiq.


saat di perjalanan tak sengaja mobil Jacob terserempet oleh sebuah motor trail, bukan berhenti motor itu malah pergi begitu saja.


"sial," kata Fredy.


"kenapa?" tanya Jacob.

__ADS_1


"maaf tuan, motor tadi menyerempet mobil, tapi tak berhenti," jawab Fredy.


"tak masalah bawa ke bengkel, janfan seperti orang susah," jawab Jacob.


"baik tuan," jawab Fredy yang kembali fokus ke jalanan.


sesampainya di gedung Shiddiq Grub, Jacob di sambut oleh semua karyawan, Jacob pun berlalu menuju ke ruangannya.


Jacob sebenarnya tak menyukai bekerja di kantor, tapi karena permintaan Ardi dan juga yang lain.


terpaksa Jacob pun memenuhinya, tapi Jacob tetap begitu kejam dalam bekerja.


bahkan pencapaian perusahaan keluarga as Shiddiq itu pun makin melesat, bahkan Altaf putra pertama Ardi pun menjadi bawahannya.


setelah masuk ruangan, Altaf datang dengan membawa laporan keuangan dan juga beberapa proyek besar.


sedang Ardi harus mengurus Kirana yang kini di bawa ke Amerika untuk berobat bersama Kirana.


"selamat pagi pak, ini laporan yang kemarin bapak minta, dan saya sudah memeriksanya. sekarang hanya perlu Tanda tangan anda," kata Altaf.


"ya kamu bisa pergi, nanti biar Kianu yang mengantar ke ruangan mu," jawab Jacob yang sudah sibuk dengan dokumen berlembar-lembar di meja.


sedang Aisyah sudah berangkat bersama Ivy menuju ke sekolah yang sekarang di pegang oleh Ardanata.


sesampainya di parkiran, Aisyah langsung mengantar keponakan kecilnya itu ke kelas, setelah itu dia menuju ke ruang guru.


"pagi Bu Aisyah," jawab semuanya.


Aisyah pun bersiap untuk mengajar semua murid di kelas dua, belum juga masuk kelas, Aisyah mendengar keributan cukup keras.


Aisyah berlari dan saat masuk ke dalam kelas, betapa terkejutnya Aisyah, yang melihat Kayla sudah saling menjambak dengan Vivi.


"kalian berdua hentikan," kata Aisyah melerai keduanya.


keduanya pun berhenti dan semua murid kembali ke kursinya, "kalian berdua ke sini," panggil Aisyah.


Keyla dan Vivi pun berjalan ke arah Aisyah, Aisyah hanya bisa memijat kepalanya. dia tak tau harus menghadapi kedua perempuan muda itu seperti apa lagi.


"sekarang apa masalahnya, tentang bedak lagi," kata Aisyah.


"tidak Bu, dia yang sudah tak waras, tiba-tiba main nyerang aja, saya saja gak tau salah apa," bela Kayla.


"gak usah munafik loe deh, elo deketin Nino kan, aku lihat kok kemarin loe keganjenan sama pangeran sekolah," kata Vivi.

__ADS_1


"loe buta, gue tuh gak suka sama Nino. loe jangan fitnah ya," jawab Kayla tidak terima.


"kaluan berdua ikut ibu ke kantor, dan kalian yang ada di kelas, kerjakan halaman 25-30, dan jika ada yang keluar maka ibu akan menambah tugas kalian," kata Aisyah.


"baik Bu," jawab semua murid.


Aisyah mengiring keduanya ke ruang BK, dan di dalam sudah ada Alex, dia adalah putra kedua dari Arka.


"kalian lagi, baiklah Bu Aisyah bisa kembali ke kelas, biar saya yang mengutus mereka," kata Alex.


Aisyah pun kembali ke kelas, sedang Alex sudah memberikan ceramah panjang pada keduanya.


sedang di perusahaan Jacob sedang melakukan rapat dengan beberapa calon investor.


termasuk Kennard ABG juga hadir dari perusahaan ASG internasional, Jacob memimpin rapat dengan begitu baik.


Kennard hanya tak menyangka jika adiknya itu sudah dewasa, dan ada seorang pengusaha asal Jerman.


rapat pun usai, Julian dan Kennard menghampiri Jacob untuk melanjutkan pembicaraan mereka kedepannya.


"silahkan duduk tuan Julian dan bang Kennard," kata Jacob.


tak lama Altaf datang membawa semua berkas yang di butuhkan, "Altaf duduklah, kita akan membahas rencana besar untuk perusahaan," ajak Jacob.


"tapi aku kan hanya manajer kecil bang, apa pantas," jawab Altaf.


"pantas kamu juga seorang Shiddiq, apalagi kamu pemilik sebenarnya Shiddiq Grub," jawab Jacob.


"maksud anda apa tuan jcob?" tanya Julian.


"sebenarnya Julian, Jacob ini di pinjamkan oleh perusahaan ASG internasional untuk membantu Shiddiq Grub, dan saat Altaf siap, maka dia yang akan memimpin perusahaan," jawab Kennard.


"ya aku hampir lupa, kok kalian semua bersaudara, tapi bukankah tuan Ardinata punya seorang putri yang begitu ahli di bidang ini," tanya Julian.


"maaf tuan, kakak saya sedikit sakit jadi harus berobat ke Amerika, itulah mengapa Daddy menyerahkan perusahaan pada bang Jacob," jawab Altaf.


"baiklah kalau begitu, kita mulai pembahasan untuk proyek ini kedepannya, dan aku yakin seorang putra Ardinata tak akan mengecewakan bukan," kata Julian.


ketiganya pun kembali membahas pekerjaan, Aisyah sudah selesai mengajar pukul dua belas siang.


Aisyah pun menjemput Ivy dan mengajaknya pulang, tapi mereka berhenti di sebuah mini market.


ibu dan Aisyah membeli beberapa cemilan untuk di rumah, tapi saat akan pergi Aisyah menemukan Kayla yang sedang merokok di atas motor trail.

__ADS_1


"wah.. kenapa nih bunga sekolah malah merokok di sini?" tanya Aisyah menghampiri muridnya itu.


mendengar suara Aisyah Kayla langsung kaget dan membuang rokoknya, sedang Aisyah bisa melihat bekas tamparan di pipi Kayla.


__ADS_2