
mobil yg di kendarai Lui berhenti depan sebuah rumah minimalis.. dan di depan taman itu terdapat berbagai macam bunga.. tapi ada begitu banyak bunga mawar Oren...
" ini rumah kalian.. " tanya Ken mengandeng Jessi..
" iya... tapi Jessi takut sama bunda..." kata Jessi di gendongan Ken..
" hei kenapa kau memeluk Monster itu sih..." protes Jacob..
" sudah.. ayo kita masuk..." kaya Lui mengandeng Jacob..
tak lama mobil Leo dan James juga sampai.. tapi Leo tak melihat mobil Rissa.. James melihat Leo yg seperti mencari sesuatu.
" kau mencari apa... ayo masuk..." kata James..
" seperti nya dia keluar.. mobilnya saja tak ada ." kata Leo..
" udah.. masuk dulu..." seret James..
kini mereka berenam sudah sampai di depan pintu.. Jacob langsung menggetok pintu.. tapi tak ada jawaban..
" mungkin dia keluar.. mobilnya tak ada.." kata Leo..
" oh ya.. Jessi berikan gantungan tasmu..." kata Jacob..
" no.. kau mau merusaknya.." kata Jessi memeluk Ken..
" berikan atau aku akan merebutnya..." ancam Jacob..
" Jacob jahat pada Jessi... Hua... Hua..." tangis Jessi..
" tak apa apa gadis cantik.. nanti kakak berikan yg banyak dan kau bisa memilihnya ya.." bujuk Ken
" baiklah... tapi kakak janji...' kata Jessi menurut..
" iya.. aku janji..." jawab Ken..
kini Jessi memberikan gantungan kuncinya pada Jacob dan benar saja Jacob membuka dan mengeluarkan sebuah kunci dari dalam gantungan kunci boneka itu..
Jacob membuka rumah yg terlihat sepi..
" mari masuk dulu.. seperti nya bunda sedang keluar.. dan kami akan berganti baju.. ayo Jessi..." ajak Jacob..
" oke.." kata Jessi minta turun..
kini James dan beserta yg lain menunggu kepulangan dari Rissa... Ken dan Lui memperhatikan sekeliling dan hanya melihat foto dari Jessi dan Jacob serta pegawai wanita tadi..
tak lama Jacob dan Jessi membawa minuman dan juga cemilan untuk para tamu.. kini mereka sedang berbincang dan bercanda..
Ken dan Jacob saling menganggu bahkan rumah itu jadi begitu berisik karena suara Ken dan Jacob.. sedang Lui sedang bermain dengan Jessi..
bahkan Lui mengajari Jessi memainkan piano di iPad miliknya.. sedang Leo sedang melihat semua pesan dari bawahannya...
" aduh.. semua aku harus pergi nih.. tiba tiba ada rapat mendadak..." kata Leo..
" kamu tak ingin menunggu sebentar lagi..." tanya James..
" tidak masalah lain kali saja... titip salam buat bunda dari dua rusuh ini ya.." kata Leo seraya pergi...
kini tinggal lah James dan keempat anaknya.. Jessi sudah tertidur dalam pelukan Lui.. sedang Jacob malah tidur di paha Ken karena kelelahan bermain..
__ADS_1
" lihat.. kalian seperti anak yg baik bisa menjaga adik kalian..." goda James..
" Daddy apaan sih... " kata Ken..
" kita tidurin di kamar nya yuk.. itu seperti kamarnya di kembar.." kata Lui..
" ayo lah... kasian juga nih si biang rusuh..." kata Ken mengendong Jacob..
kini Ken dan Lui masuk ke kamar Jessi dan Jacob karena ada nama di depan pintu jadi mereka tak akan salah masuk kamar...
James sedang membalas pesan dari Jhon yg minta maaf tak bisa datang begitupun crish.. tak di sangka mobil Rissa baru datang..
Rissa membawa belanjaan ya.. tapi dia kaget melihat pintu terbuka dan reflek Rissa langsung berlari untuk melihat..
" Kya... siapa kalian..." teriak Rissa yg mengagetkan James..
bruk... belanjaan Rissa jatuh ke lantai saat melihat James di depan matanya... Rissa mundur untuk bersiap pergi.. James langsung menghampiri Rissa dan memeluknya..
" sayang... aku merindukanmu... aku sangat merindukanmu.. kehidupan kami hampa tanpa mu.. aku terus mencarimu.. bahkan kedua putra kita selalu bertanya kondisimu... kenapa kau tak pernah kembali padaku..." kata James menangis sambil memeluk Rissa begitu erat..
" maafkan aku... aku juga mencintaimu.. tapi aku takut kakak tak bisa menerima keadaan ku saat itu..." kata Rissa menangis sambil membalas pelukan James..
" kau membuat ku mati setiap hari.. dan hanya dengan melihat fotomu aku bisa bertahan demi menjaga hasil cinta kita.." kata James yg menciumi seluruh wajah Rissa..
" maafkan aku.." kata Rissa tersenyum karena ulah James..
" mommy...." teriak Lui dan Ken saat melihat Rissa bersama James..
dua pria itu langsung memeluk Rissa.. bahkan James tersingkir oleh putranya.. Rissa bahagia bisa melihat Ken dan Lui yg sudah dewasa tanpa kasih sayang darinya..
" kalian sudah besar sekarang..." kata Rissa menangis memeluk kedua putranya..
" mommy juga merindukan kalian... mommy tak kemana mana.. mommy selalu di sekitar kalian..." kata Rissa..
" mommy..." kata kedua pria itu..
" hei.. kalian berhenti bertingkah seperti Jacob... dan biarkan mommy kalian masuk rumah dulu..." kata James..
" Daddy iri kan..." kata Ken meledek..
" cih.. bahkan Daddy sudah bersama mommy mu semalam..." kata James sombong..
" aish.. itu karena Daddy terkena obat perangsang dari wanita ular itu..." jawab Rissa..
" what... Daddy bertemu wanita gila itu..." kata Ken..
" hei.. aku tak tau.. mereka bilang itu cuma pesta biasa.. dan aku tak tau jika wanita itu merencanakan hal buruk..." kata James..
" baiklah.. tak masalah.. karena mommy bisa melindungi kalian bertiga.. dan kau anak nakal jangan menyetir saat mabuk... " kata Rissa menjewer kuping Ken..
" tapi itu yg membuat mommy bersamaku bahkan membuatkan ku sarapan.." kata Ken..
" dasar.. dan Lui kenapa..." tanya Rissa..
" aku sedih karena aku yg terakhir tau mommy di sekitar kami..." kata Lui..
" hei bahkan mommy selalu bersama mu saat kamu sembunyi sembunyi nonton bioskop sendirian.. ingat wanita yg menabrak mu..." kata Rissa..
" iya wanita itu menjatuhkan popcorn ku . tapi wanita itu pincang mommy..." kata Lui..
__ADS_1
" iya sayang.. mommy memang sekarang tak sempurna.. akibat dari jatuh dulu kaki mommy patah dan itu membuat mommy cacat... maka dari itu mommy merasa tak pantas harus kembali kepada kalian..." kata Rissa sedih...
" maaf kan aku.. aku bahagia bisa bersama mommy lagi..." kata Lui memeluk Rissa
" aku mencintaimu apa adanya.. seperti dulu kau menerima ku saat aku cacat dan kini aku juga menerimamu.. bahkan di mataku kau selalu wanita sempurna mom..." kata James memeluk Rissa dan Ken pun ikut..
" baiklah.. bisa kalian membantuku membawa belanjaan.. dan tumben Jessi dan Jacob tak berisik..." kata Rissa..
" mereka tidur di dalam mom... mereka begitu manis.." jawab Lui..
" manis apanya.. kalau Jessi iya.. tapi Jacob itu biang rusuh dan berisik..." kata Ken..
" hei.. dia itu seperti mu saat kecil suka sekali menganggu orang tapi begitu melindungi saudaranya..." jawab Rissa..
" aku tak menyangka.. aku memiliki dua pasang anak kembar..." kata James senang..
" ya.. dan mengandung Jessi dan Jacob begitu berat di banding mengandung Ken dan Lui.." jawab Rissa..
" ya.. aku tau pasti sulit melewati hari saat hamil tak di dampingi suami... dan terima kasih sudah membesar kan mereka menjadi anak yg pintar..." kata James...
" baiklah... sekarang biar aku membuat makanan untuk kita.. kalian pasti lapar kan..." kata Rissa..
" oke mommy.." kata Ken dan Lui..
" gado gado dan omlete kan..." kata Rissa..
" mommy memang yg terbaik .." jawab Ken dan Lui..
Rissa tersenyum melihat kedua putranya yg terus melihatnya memasak seakan takut Rissa akan pergi dari pandangan mereka..
sedang James berada di kamar di kembar... James melihat Jessi dan Jacob tidur.. James mengerti kenapa dia nyaman dengan dua anak itu ternyata karena mereka memang anak kandungnya...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1