Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bonus chapter.


__ADS_3

seorang pria baru turun dari pesawat yang membawa dirinya ke Indonesia. pria itu menampakkan wajah dinginnya.


sudah sepuluh tahun dia tak menginjakkan kakinya di Indonesia. dia selalu bersama opa dan Oma nya di Belanda.


hari ini dia memutuskan untuk mengunjungi kedua orang tuanya dan juga kakak perempuannya yang terus menodongnya.


pria itu keluar dari pintu kedatangan, seorang wanita cantik melambai pada pria itu. bahkan wanita itu membawa banner cukup besar.


pria itu pun berjalan dengan tenang, setiap gadis di buat terpana dengan wajah tampan dan aura yang begitu kuat.


"bisakah kau tak lebay," kata pria itu dingin.


"Devandra Antonio Folke. berhenti bersikap dingin terhadap saudarimu sendiri," kata Viona.


"dan kamu Vionnacia Antonio Folke,berhenti membuatku malu," kata Devan sambil menyeret koper miliknya.


"dasar adik kurang ajar kau," maki Viona.


keduanya pun menuju rumah milik keluarga Folke, sebenarnya Devan malas pulang karena dia harus teringat masa lalunya.


sedang Viona tau kesedihan Devan saat pulang ke Indonesia, tapi dia juga ingin bermain bersama adiknya itu.

__ADS_1


mobil itu masuk ke kediaman keluarga dokter Edward Antonio Folke. dan terlihat Sandra telah menanti sang putra.


mobil berhenti dan turun Devan dengan begitu gagah, dengan wajah blasteran yang menawan, Sandra tersenyum menyambut putranya.


Devan pun langsung memeluk mommy ya itu, Sandra bahkan memeluk erat putra keduanya itu.


"mommy kenapa makin kurus," kata Devan.


"mommy tak kurus honey, kamu saja yang makin gagah, dan ku kira putra mommy ini sudah melupakan mommy yang tua ini," kata Sandra.


"berhenti mengatakan tua, mommy masih muda dan cantik, viona yang tua, lihat tubuhnya bahkan makin melebar," ejek Devan.


"sialan, kau adik tak tau diri, berhenti membuatku kesal," kata Viona.


Edward belum pulang karena harus mengawasi perkembangan dari Mecha, sedang Viona merasa gelisah.


"kenapa ku hanya diam, di tolak pria lagi?" tebak Devan sambil merokok.


"kali ini lebih buruk, seperti nya aku kalah dari gadis SMA, bahkan mereka begitu dekat," jawab Viona.


"berarti pria itu normal, memang siapa dia hingga bisa membuat dokter sehebat dirimu ini tak bisa berkutik," tanya Devan.

__ADS_1


"jangan membawa-bawa profesi ku, dia pemilik bar yang cukup terkenal di seluruh Indonesia, tapi dia begitu tertutup dengan kehidupan menyangkut keluarganya," jawab Viona.


"Justin Alexander Jhonson Junior. bukan pria sembarangan dan bisa menikah dengan gadis sembarangan pula, meski gadis itu seperti Viollania Zachary Shiddiq," jwab Devan.


"maksudmu?" tanya Viona binggung.


"itu adalah identitas dari pasien yang sedang ku bicarakan, selama ini dia menyembunyikan semuanya karena dia tak ingin keluarganya mencampuri urusan seorang Justin sang Playboy penakluk wanita," kata Devan yang menginjak puntung rokok yang telah habis itu.


"apa serumit itu?" tanya Viona.


"tak hanya itu, dia adalah pewaris satu-satunya dari perusahaan asal Inggris yang menguasai dunia perhotelan dan juga bisnis perbelanjaan," kata Devan.


Viona tak menyangka jika latar belakang Justin begitu rumit, dia hanya mengenal Justin seorang pria perayu ulung, bahkan dia di buat baper oleh mulut manis Justin.


"jadi tak semudah itu masuk ke dalam keluarga seorang Justin," jawab Devan yang meninggalkan Viona yang sedang terduduk di pinggir kolam.


saat Devan masuk ke dalam rumahnya, dia melihat Edward yang baru masuk ke rumah, Devan pun pergi tanpa menyapa sang Daddy.


Edward tak menyangka jika kemarahannya sepuluh tahun lalu membut putranya itu begitu membencinya.


Devan memilih mandi dan mengistirahatkan tubuhnya, tak lama dia mendapat pesan dari sepupunya.

__ADS_1


dia mengajak Devan bertemu di bar milik Justin, Devan pun mengiyakan ajakan dari Kennard itu.


pasalnya dia juga sudah lama tak bertemu dengan sepupunya itu, sedang untuk Jacob. Devan bisa menghampiri kapan pun.


__ADS_2