Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ tertekan


__ADS_3

sandi masih berada di ruangan Rissa bersama Wulan... sedang trio Ar pulang bersama yg lain..


Sandra sedang bersama Syarif di kantin rumah sakit.. kini mereka menikmati kopi dan cemilan bersama...


" oh ya... kamu tak memberi tahu suami Rissa kalau dia sedang sakit..." tanya Syarif..


" eh.. ya.. lupa bang... " kata Sandra..


kini Sandra mencoba menelpon James.. tapi tidak bisa.. Sandra pun mencoba menelpon Jhon.. tapi hasilnya sama...


" ini kenapa bos sama sekertaris pada gak bisa di hubungin sih... aku marah..." kata Sandra mengomel dengan handphone nya..


" mungkin dia sibuk.. coba kamu hubungi asisten lainnya..." kata Syarif...


" iya ya.. bentar ya bang..." kata Sandra sambil mencari no crish..


kini dia juga mencoba menghubungi crish tapi ternyata juga sama.. crish tak bisa di hubungi no nya tidak aktif..


" sialan... kenapa tak ada yg bisa sih.. menjengkelkan sekali..." umpat Sandra..


" mungkin mereka sibuk... apalagi James adl seorang pengusaha sukses..." kata Syarif..


" au ahh bang... marah aku... minta gado gado ya..." kata Sandra..


" sana pesen... kamu kalau marah makan ya.. awas nanti gendut..." kata Syarif..


" tenang... ini badan seperti mama.. meski makan banyak gak bisa gendut.. " jawab Sandra..


kini Syarif hanya tersenyum melihat sepupu nya itu menghabiskan makanannya.. sedang pikiran Syarif tertuju pada Rissa yg terbaring di ranjang...


" ayo kembali.. kita lihat keadaan Rissa..." ajak Syarif..


" oke bang.. asal kenyang... tapi beliin papa minum sama mama ya.. soal nya trio kampret udah ilang aja dari tadi..." gerutu Sandra..


" ya udah.. beliin minuman kesukaannya papi dan mami... " kata Syarif...


setelah selesai.. kini mereka menuju ke ruang Rissa terlihat sandi dan Wulan sedang berada di luar dengan cemas...


mereka buru buru menghampiri... sandi dan Wulan terlihat begitu cemas...


" papa... mama... ada apa... " tanya Sandra..


" Rissa drop lagi.. dokter sedang memeriksa nya..." jawab sandi..


Syarif langsung menerobos masuk.. benar saja dokter Handi sedang memeriksa keadaan Rissa...


" ada apa dok.. apa serangan kedua..." tanya Syarif..


" semoga bukan dokter..." kata dokter Handi..

__ADS_1


" biar saya periksa dan tangani..." kata Syarif..


kini Rissa kembali di tangani Syarif... setelah 1jam.. terpaksa Rissa mengunakan beberapa alat untuk memantau detak jantung nya...


kini Syarif dan dokter Handi keluar.. dokter Handi menepuk pundak Syarif dan melihat sandi..


" beruntung anda memiliki keponakan dokter jenius sandi... dia bahkan begitu cekatan.. dan kondisi putrimu baik baik saja... untung ada dokter Syarif... kalau begitu saya pamit..." kata dokter Handi...


" mama dan Sandra silahkan masuk... ada sesuatu yg harus aku bicarakan pada papi..." kata Syarif..


" iya Syarif.. terima kasih..." kata Wulan..


kini Syarif menghampiri sandi yg duduk di depan ruangan Rissa.. sandi begitu stress .. bagai mana tidak.. cobaan begitu dahsyat menerpa keluarga nya..


" papi.. maafkan Syarif... " kata Syarif..


" seharusnya bukan kamu yg minta maaf tapi papi.. seandainya papi tak melarang kalian dan menentang ibu.. mungkin keadaan Rissa tak mungkin bisa seperti ini..." kata sandi...


" itu sudah takdir tuhan Pi.. tapi ada sesuatu yg ingin Syarif ketahui.. apa papi yakin kalau Rissa melakukan pengobatan nya secara baik dan benar benar di nyatakan sembuh..." tanya Syarif..


" setau papi iya.. ada apa..." tanya sandi..


" jantung Rissa kembali melemah Pi.. dan di takutkan itu akan makin berbahaya saat Rissa hamil.. apalagi Rissa masih 20 th..." kata Syarif..


" Ya Allah... cobaan apalagi ini... apa yg harus ku katakan pada James.." kata sandi..


" maaf kan papi ya Syarif.. " kata sandi berdiri dan menepuk bahu Syarif..


" iya papi.. Syarif juga berterima kasih bisa menerima Syarif lagi..." kata Syarif..


" hei.. kau tetap putra papi.." kata sandi..


kini Syarif berpelukan dengan sandi.. kini sandi dan Wulan memutuskan untuk pulang.. karena ada tahlilan di rumah.. sedang Sandra dan Syarif yg menunggu Rissa.. tadi Ken membawakan baju ganti untuk mereka..


kini Syarif sedang membaca buku sedang Sandra sedang chatting bersama Bima.. Sandra masih belum bisa menghubungi James sampai malam tiba..


"Sandra coba kau hubungi suami Rissa...." kata James..


" capek bang.. dari tadi gak ada yg aktif mulai dari no kak James sampai kedua asisten nya.. gedek aku..." jawab Sandra..


" trus bagaimana... dia suaminya harus tau keadaan dari istrinya... coba kamu kirim pesan saja.. mungkin nanti akan di baca..." kata Syarif..


" oke bang.. tapi Abang beliin makan malam ya.. aku laper..." kata Sandra..


" baiklah... kau mau di belikan apa..." tanya Syarif..


" pasta, donat, pizza, dan buah itu aja dech..." kata Sandra..


" hei itu kenapa makanan kalori tinggi semua... " kata Syarif..

__ADS_1


" gpp.. udah cepet sana bang... aku dah laper..." usir Sandra..


kini Syarif pun pergi keluar untuk membeli kan makanan untuk Sandra.. sedang Sandra sedang duduk di samping Rissa.. Sandra mengambil foto Rissa dan mengirimkan pada James..


" kak.. Rissa masuk rumah sakit.. kalau bisa kak James datang.. bagaimanapun Rissa membutuhkan kehadiran kakak di sampingnya..." tulis keterangan Sandra...


kini Sandra melihat Rissa yg begitu lemah dan ada alat yg menempel di tubuh saudarinya itu...


" aku baru tau kamu begitu tertekan... tak ku sangka cintamu amat besar padanya.. maafkan kami yg menentang keinginan mu.. maafkan aku yg tak bisa menjadi saudari yg baik untuk dirimu..." kata Sandra..


" kamu baik kok..." jawab Rissa lemah..


" kyaaa... kau sudah sadar.. dari kapan.. aku panggil dokter ya.. tunggu disini... " panik Sandra..


Rissa tersenyum melihat kepanikan Sandra.. Rissa sebenarnya sudah sadar dari tadi cuma karena malas membuka mata jadi dia memutuskan untuk istirahat..


Rissa masih begitu senang mendengar suara milik Syarif.. entah kenapa bisa membuat nya nyaman hanya dengan mendengarnya...


kini Rissa sedang di periksa oleh dokter.. dan mengatakan jika keadaan Rissa sudah membaik...


kini dokter pun pamit... sedang Sandra langsung berkacak pinggang...


" hei.. kau membuat kami ketakutan.. dasar adik tak punya akhlak... huh..." gerutu Sandra..


" maaf aku hanya terbawa emosi.. apalagi setelah melihat Oma meninggal.. apalagi hanya Oma yg dari dulu mengetahui kebenaran nya..." kata Rissa..


" huh.. aku baru sadar kenapa Oma bisa sangat sedih saat kau menikah dengan kak James..." jawab Sandra...


" ha-ha-ha.. kenapa aku tak masalah..." jawab Rissa..


" kau memang saudari yg luar biasa... aku akan membunuh siapa saja yg berani membuat mu menangis..." kata Sandra..


" yakin.. kamu lihat cacing aja jejeritan.. " ledek Rissa...


" itu cerita lain kali..." jawab Sandra..


" iya iya.. ibu Bayangkari..." jawab Rissa...


Sandra hanya tersenyum mendengar panggilan Rissa...


.


.


.


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2