
Aline masuk ke ruangan Ken dan langsung menuju ke ruang pribadi suaminya itu, Aline tersenyum melihat Ken yang sedang merokok di sana.
"gak baik loh mas merokok seperti ini," kata Aline merebut rokok Ken.
"kau kemari sayang,"kata Ken tersenyum meliht Aline yang berdiri di depannya.
Aline duduk di pangkuan Ken dan melingkarkan tangannya ke leher Ken, "tak bolehkah aku min ke kantor suamiku," kata Aline.
"boleh nyonya muda Smith," jawab Ken yang sudah menyandar kan kepalanya di dada Aline.
"apa kamu lelah mas?" tanya Aline.
"sedikit, dulu kamu akan datang ke ruangan ku dan ku bisa memelukmu, tapi sekarang saat aku lelah mood booster ku tak ada di sini," kata Ken.
Aline langsung mengeratkan pelukannya, Ken menikmati aroma tubuh Aline yang begitu menenangkan baginya.
"oh ya tadi maaf aku mendengar mas marah pada sekertaris baru kah?" tanya Aline.
"ya dia terlalu lancang dan sembrono, aku tak menyukai sekertaris macam itu apa lagi dia tak mengikuti kemauan dari client," jawab Ken.
"uh kasihan nya suamiku ini, mas mau makan siang di kantor, kebetulan aku tadi bawa makan siang dan juga beberapa cemilan untuk mas," kata Aline.
"oke sayang, mas akan makan apapun yang kamu bawakan, apalagi kalau harus memakan mu mas akan lebih semangat," kata Ken.
"itu bisa di lakukan kapan saja, karena aku milikmu mas," kata Aline.
Aline pun bangkit dan merapikan bajunya dan menuju ke pantri di lantai itu, Aline memanas kan makanan untuk Ken dan Ozil.
saat selesai ternyata pas jam makan siang, "asisten Ozil, ini ada makan siang untukmu," kata Aline saat meliht Ozil membuat kopi.
"terima kasih nona, tapi saya hany makan makanan sehat," jawab Ozil.
Aline tersenyum,"aku tau maka dari itu aku membuatkan makanan sehat untuk kalian," kata Aline memberikn kotak makan siang itu.
kini Aline pun membawa makan siang ke ruangan Ken, kini mereka pun makan bersama.
__ADS_1
sedang di ruang sekertaris yang Bru Icha tengah membereskan barang-barang nya, dia dengan wajah kesal karena baru satu bulan sudah harus di pecat.
Feby pun bahagia saat tau Icha di pecat karena Feby tau jika Icha selalu bekerja dengan seenaknya sendiri.
"selamat jalan ya, makanya kalau kerja itu ikuti aturan dan perintah bos, bukan seenaknya sendiri," kata pedas Feby.
"aku yang mengundurkan diri kok karena aku akan jadi asisten bos di perusahaan lain," jawab Icha.
"kau mimpi ya, dasar gadis aneh," tambah Feby.
" eh kalau punya mulut di jaga ya, pak Ken dan selalu mengajakku saat rapat emang kamu pernah di ajak gak kan," kata Icha tersenyum licik.
"karena pekerjaannya memang lebih banyak di kantor dan pekerjaan mu memang harus ikut bos keluar menemui client," jawab Aline yang tak sengaja mendengar perdebatan antara Icha dan Feby.
"eh Bu bos, ngapain kemari sana temenin bos besar aja deh," kata Aryo.
"iya aku kan tadi mu ngambil minum," kata Aline menepuk dahinya, Aline pergi ke pantri dan melambai pada teman temannya.
"gak usah kayak orang ***** begitu, dia itu istri tuan Ken dan ku bahkan tak pantas bersanding dengannya," kata Feby mengejutkan lamunan icha.
"ngaca non!" teriak Aryo, Dimas, dan Feby bersamaan.
kini Icha pergi dari ruangan itu dengan marah, apalagi setelah melihat Aline yang begitu cantik menurutnya.
kini tim sekertaris pun bisa makan dan bekerja dengan nyaman setelah kepergian Icha.
Aline kembali ke ruangan Ken sambil membawa air putih, Aline pun kembali menyuapi Ken karena Ken masih membaca beberapa berkas penting.
Aline dengan telaten menyuapi Ken, setelah selesai Aline menyodorkan air putih pada Ken.
"apa mas begitu sibuk?" tanya Aline.
"ya seperti ini karena liburan kita kemarin," kata Ken.
"maafkan aku seharusnya kita pulang lebih cepat agar pekerjaan mas tak terbengkalai," kata Aline.
__ADS_1
"sebenarnya mas juga ingin ada yang membantu selain Ozil," kata Ken.
"bagaimana kalau kak Lui aja, coba bicara dengan Daddy semoga di perbolehkan," usul Aline.
" kau benar sayang, lebih bik Lui bekerja bersamaku dari pada dia cuma di rumah," kata Ken.
Aline pun pamit ke kmr mandi saat keluar ternyata kotak makan sudah di bawa oleh Doni atas perintah Ken.
"mas aku pulang ya,"kata Aline.
"jangan dong, temenin suami mu ini karena sebentar lagi akan ada rapat yang menguras pikiran untuk menghadapi semua dewan direksi," kata Ken.
"baiklah, aku akan berada di ruangan sekertaris kalau begitu," kata Aline.
"tapi berikan dulu suamimu ini kekuatan sayang," kata Ken sudah mendekati Aline.
Ken pun memeluk dan mencium bibir Aline, bahkan ciuman Ken begitu menuntut, Aline pun mengimbangi ciuman Ken hingga mereka saling melepaskan setelah kekurangan oksigen.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih