Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bonus chapter.


__ADS_3

saat sampai di Kenjeran semu siswa bermain dan berlibur, meski begitu tetap ada guru yang mengawasi.


Chintya dan Icha memilih untuk duduk di sebuah bangku di pinggir, sambil mengawasi semua temannya bermain.


"ini nyonya," kata seorang pengawal perempuan yang memberikan minuman pada Chintya.


"terima kasih," kata Chintya menerima minuman es jeruk itu.


sedang soda di berikan pada Icha, Icha pun menerima dengan senang hati. mereka juga hanya duduk-duduk tanpa ingin bergabung.


sedang Kayla dan Violla sudah ikut berjoget bersama semua kakak kelas mereka, "lihat dua gadis itu, mereka pikir ini club atau apa," kata Chintya menahan tawa.


"ayo lah, kamu tau kan jika kita memang tak bisa jauh yang namanya dunia gemerlap," jawab Icha.


" ya kamu benar, tapi ada satu hal yang membuat ku aneh, kenapa Violla begitu dekat dengan Justin, kata suamiku. Justin itu pemilik club dan juga playboy dan lebih parah dari Julian," kata Chintya.


"apa lebih parah dari Julian suamimu, ah... berarti gadis itu dalam bahaya," kata Icha terkejut.


"semoga tidak, tapi dia adalah putri seorang Ardanata, tak mungkin pria itu berani berbuat kurang ajar," kata Chintya yang di angguki oleh Icha.


pesta berakhir pukul empat sore, mereka memutuskan untuk pulang. Chintya memberikan tumpangan pada Icha.


karena Kayla dan Violla ada utusan mendadak, saat menuju ke rumah keluarga as Shiddiq. Chintya mendapatkan telpon dari Julian.


Julian meminta Chintya untuk ke perusahaan tapi Chintya mengatakan jika tidak bisa karena dia sedang bersama Icha.

__ADS_1


Julian pun mengerti dan memintanya untuk menunggunya pulang saja, "kenapa Chintya?" tanya Icha.


"tidak ada, hanya suamiku terlalu manja," jawab Chintya.


"benarkah,aku tak menyangka seorang Julian yang dulu begitu menyebalkan. sekarang begitu bucin pada mu," kata Icha


"aku juga tak mengira bisa mendapat kan cinta Julian yang begitu besar, aku dulu mengira jika aku akan jadi penghangat ranjang saja. apalagi aku tau jika dulu dia begitu menggilai seorang Kayla," kata Chintya.


"Tapi seandainya aku jadi seorang pria, aku memilih jatuh cinta padamu di banding Kayla, karena kamu memiliki sifat yang sangat baik di banding aku dan Kayla, hanya kita kalah cantik saja," jawab Icha tertawa.


"ya kamu benar, aku hanya seorang gadis dengan wajah orang Indonesia, meski ibuku orang luar," jawab Chintya.


tanpa merka sadari, percakapan mereka juga terdengar oleh Julian. pasalnya pengawal yang di depan sedang menelpon Julian.


dan dia bodoh telah jatuh cinta pada Kayla, yang jelas-jelas menolaknya bahkan dengan cara menghinanya.


Julian ingat bagaimana dulu Chintya akan selalu menurut dan mengikuti permintaannya, meski itu dengan air mata.


"apa dulu aku bodoh, bisa tak melihat gadis sebaik Chintya di sampingku," kata Julian.


"anda bukan bodoh tuan, hanya saja Kayla memang memiliki kecantikan lebih di banding nyonya besar, tapi sekarang ini nyonya juga makin terlihat cantik dan berisi," jawab Alvin.


"sialan, siapa yang menyuruh mu mengomentari istriku, kamu ingin bisu hah," kata Julian kesal.


"aku hanya menjawab pertanyaan anda tadi," jawab Alvin menahan tawanya.

__ADS_1


"apa benar," kata Julian.


"iya tuan, tuan ingat nyonya besar begitu mudah berbaur dengan semua pelayan di rumah, bahkan ingat bagaimana nyonya bisa mengorbankan diri demi Anastasya yang bahkan baru di kenalnya. itulah nilai plus dari nyonya, dan untuk kecantikan, nyonya sekarang tak kalah dari Kayla. nyonya bahkan memiliki rambut hitam dan senyum manis," jawab Alvin.


"kenapa kau begitu detail mengenai istriku, kau menyukainya?" kata Julian melotot.


"sebagai pria iya, tapi ku sadar nyonya hanya melihat tuan di matanya, bahkan pandangan mata teduh itu begitu bahagia saat melihat tuan pulang ke rumah," jawab Alvin.


"ya aku memang buta dulu, kenapa bisa menyia-nyiakan gadis seperti Chintya, tapi sekarang aku ingin membuatnya bahagia di sisi ku," jawab Julian.


saat sampai di rumah keluarga Shiddiq, Chintya tak turun dan langsung pulang, pak Man menyapa Icha.


"selamat datang nona muda," kata pak man.


"iya pak, kenapa begitu sepi, kemana semua orang?" tanya Icha.


"nyonya besar sedang arisan bersama sahabat-sahabatnya, sedang nona besar sedang berada di gym," jawab pak Man.


"owh... baiklah," jawab Icha memberikan bingkisan kue pada pak man.


Icha langsung naik ke lantai tiga untuk ke kamarnya, setelah ganti baju Chintya turun ke lantai dua untuk ikut nge-gym bareng Andhara.


terlihat Andhara begitu fokus, Icha pun melakukan peregangan sebelum mulai nge-gym.


setelah itu dia mulai kari di atas treadmill, Andhara hanya menoleh dan melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


__ADS_2