
"kenapa ku memukul putra kesayangan ku, dia melakukan apa yang benar menurutnya. aku bahkan sudah menyiapkan semuanya untuk membantu Louis, kau lupa siapa suamimu ini," kata James.
"mas juga tau?" tanya Rissa.
"kau kira siapa yang merekomendasikan dokter terbaik, lagi pula sebentar lagi dia akan mendapatkan cangkok hati, jadi kamu jaga kondisi mu juga," kata James tenang.
"Daddy ku kira ku belum tau, kalau begitu aku tenang," jawab Kennard.
"hei anak muda, minta maaf telah memukul anak ku dan jangan jadi pria yang tak punya attitude," kata James.
Kennard pun memeluk Jacob dan meminta maaf, Kennard selalu saja kalah dengan Jacob untuk masalah James.
bukan apa, Jacob memang memiliki semua kwalitas yang di butuhkan oleh James, sedang Kennard juga tak bisa melampaui pencapaian dari adiknya itu.
"sudah kan tuan besar, kau adik kecil berhutang makan malam dengan ku, paham kan," kata Kennard yang pergi.
Rissa juga memeluk Jacob, sedang James tak habis pikir melihat kedua orang itu yang memiliki sifat serupa.
"kompres luka mu, jangan sampai istrimu khawatir, dia baru saja melahirkan," kata James.
"thanks dad, kau selalu mengerti diriku," kata Jacob.
"aku hanya tak habis pikir dengan mommy dan Ken, mereka selalu saja mendahulukan emosi di banding penjelasan," jawab James.
"dia istri dan anakmu," kata Jacob tertawa.
"jangan nglunjak Jack, oh ya kamu sudah tau kondisi Aisyah?" tanya James.
"aku tau, makanya aku meminta papi untuk membuat Aisyah tak bisa hamil lagi, aku tak ingin kehilangan istri sebaik dirinya," jawab Jacob.
"kau memang suami terbaik, oh ya aku sudah membuat hadiah untuk Radit dan Ayana," kata James.
"apa itu?" tanya Jacob penasaran.
"biografi tentang ayah mereka, dan sebagaimana bucinnya seorang Jacobson, yang terkenal kejam di dunia bawah, tapi jadi kucing manis saat bersama istrinya," kata James tertawa.
"ha-ha-ha, sifat itu menurun dari mu dad," jawab Jacob.
__ADS_1
James selalu bisa tertawa dan bercengkrama dengan Jacob yang memiliki sifat mirip dengannya.
mereka pun masuk ke rumah sakit, ternyata Julian dan Chintya datang menjenguk Jessica dan Aisyah.
"hai bung, kemana saja?" tanya Julian.
"hanya menyelesaikan sedikit masalah, wah kalian gerak cepat ya, langsung kesini, bahkan baju sekolah belum ganti nyonya Baskara," tanya Jacob.
"ya maaf, aku memang di culik oleh suamiku agar bisa cepat kemari, dan aku bisa melihat bayi tampan ini," kata Chintya yang menggendong bayi milik Jessica.
"Bryan, namanya Bryan Adams Baskara," saut Jasper.
"dia cucu ke-dua yang hadir di keluarga Baskara, berarti aku akan memberikan gelang yang dulu di pakai Jasper saat kecil," kata Julian.
sebuah gelang batu hitam mungil, dan terpasang dengan cantik pada tangan Bryan.
"aku juga sudah memberikan hadiah untuk cucuku yang baru lahir, mereka berdua bernama, Raditya Arthur Smith dan Ayanna Azalea Smith," jawab James.
"nama yang bagus Radit dan Ayanna," kata Rissa.
"tapi mereka di mana?" tanya Chintya.
mereka pun pamit pulang karena hari mulai malam, Jacob tetap setia menunggui Aisyah. bahkan untuk makan saja Fredy yang mengantar ke rumah sakit.
sedang di Belanda Louis juga menunggu proses operasi pencakokan yang sedang berjalan.
Kania juga ada untuk menemani Louis menjaga Mecha. bahkan Kania rela berjauhan dengan kedua putranya yang masih SD itu.
operasi berjalan dengan sangat baik dan sukses, kini tinggal melihat respon tubuh dari Mecha terhadap organ itu.
Louis pun bersyukur jika istrinya bisa selamat, dan dia juga baru mendapatkan kabar tentang kelahiran ketiga keponakannya.
sedang di tempat lain, Altaf sedang berada di bar bersama kekasihnya, sedang Icha juga datang bersama Kayla dan Violla.
ketiga gadis itu ingin melepas kan penat di kepala mereka, Kayla sedih karena Alex harus ke Singapura mendadak.
sedang Violla masih dengan masalah Ardan, sekarang di tambah kedua saudaranya juga datang.
__ADS_1
Icha dan keduanya langsung berjoget di lantai dansa, setelah itu mereka pun mencari kursi dan duduk.
tak lupa minuman kesukaan mereka, dan dari ketiganya Icha adalah yang paling kuat minum.
tak lama Julian datang bersama Alvin, Chintya langsung bergabung dengan ketiga temannya. sedang Julian mengawasi dari jauh bersama Alvin.
"wih... nyonya Baskara datang akhirnya, minum bu bos," kaya Kayla.
"Jangan sok deh, kamu gak kuat minum, eh Icha loe kenapa patah hati, atau lihat tunangan loe main serong," tanya Chintya.
"ya dia punya kekasih dan aku kalah dari kekasih Prianya itu, padahal aku begitu seksi dia memang pria buta," jawab Icha sambil meminum Vodka.
mendengar perkataan Icha, Chintya yang masih sadar terkejut, bahkan Icha menunjukkan pada Chintya di mana Altaf berada.
Chintya langsung mual melihatnya, dan dengan santainya Icha malah bergoyang sambil membawa gelas minumannya.
Chintya melambai pada Julian dan Alvin, mereka pun turun, Chintya meminta pengawal wanita untuk membawa mereka ke apartemen milik Chintya.
sedang Icha masih asik bergoyang, dan sekarang malah Alvin yang ikut menikmati lagu dengan Icha.
"Alvin jaga gadis ini untukku, aku akan berada di atas," kata Julian. Alvin hanya mengangguk.
Julian pun menikmati waktunya bersama Chintya di lantai atas yang di tunjukkan untuk pelanggan VVIP.
bahkan Julian sudah ******* bibir seksi istri kecilnya itu. Chintya juga mengikuti alur yang begitu panas bersama Julian.
sedang tanpa di duga Altaf malah terlihat tak suka saat Icha bersama Alvin, meski begitu dia tak ingin melihat keberadaan Icha lagi.
tapi karena sempoyongan akhirnya Icha malah jatuh ke pelukan Alvin, dan tanpa sadar Icha akan mencium bibir Alvin.
tapi Icha malah mencium telapak tangan Altaf yang menghalanginya, melihat itu Icha langsung mendorong Altaf.
"pergi kau pria menjijikkan," kata Icha yang sudah mabuk.
mendengar keributan, Chintya dan Julian pun turun dan melihat Icha sudah memaki Altaf.
Chintya langsung membekap mulut Icha, "mohon maaf teman ku ini mabuk, aku akan membawanya pulang, ayo sayang,"kata Chintya.
__ADS_1
"dasar pria menjijikkan!" teriak Icha dengan mengacungkan jari tengah nya pada Altaf.
"hari ini aku yang traktir, jadi kalian berpesta dengan puas," kata Julian sebelum pergi.