
Satria dan Kayla pun pulang, tapi saat melihat sebuah mini market, Kayla mengajak Satria berhenti.
"kamu mau beli apa sih dek, ini makin malam loh," kata Satria yang ikut turun.
"mau beli makanan, mau ikut ayo, kalau gak gak usah banyak omong deh bang," jawab Kayla.
"wah resek loe dek," jawab Satria.
mereka pun membeli mie cup dan juga sosis, Satria mengambil minuman dingin dan membayar untuk Kayla.
sambil menunggu mie mereka siap, Satria merokok santai di depan mini market, "minta rokoknya bang, aku ingin tau rasanya," kata Kayla.
"satu saja oke, kamu biasa hisap putihan gitu kok," jawab Satria.
Kayla mengangguk, kini keduanya menikmati waktu malam di kota besar di Jawa timur itu.
tak di duga Julian malah melihat Kayla bersama Satria, padahal Julian begitu menginginkan Kayla.
sedang di rumah sakit, Jacob sedang menghubungi seseorang, dia ingin tau tentang perkembangan penyakit Aisyah.
"bagaimana? apa ada obat atau terapi yang bisa menyembuhkan istriku?" tanya Jacob.
"iya tuan, tapi kalian harus pindah ke Inggris untuk melakukan pengobatan, tapi apa anda yakin, karena itu sangat mahal," kata Justin.
"tak masalah, aku bahkan bisa membayar berapa pun untuk kesembuhan istriku, dan juga mengembalikan senyuman itu," jawab Jacob.
"baiklah tuan, saya akan mengurus segalanya di sini," jawab Justin.
Jacob pun kembali ke ruangan Aisyah, Jacob pun ikut tidur di sisi istrinya itu, "aku akan melakukan apapun untuk mu istriku, asal jangan meminta ku untuk menghadirkan wanita lain di antara kita, karena aku tak menginginkan itu, dan juga aku hanya mau dirimu saja," bisik Jacob.
sedang Aisyah menagis mendengar perkataan Jacob, sebenarnya dia belum tidur dan tak menyangka jika Jacob begitu mencintainya.
malam itu Aisyah pun larut dalam pemikirannya sendiri, bahkan dia sudah memiliki semua ide gila di pikirannya.
keesokan paginya, Aisyah sudah di ijinkan pulang oleh Edward, dan harus terus meminum obatnya.
Aisyah sudah tau obat yang di berikan Edward adalah obat untuk menundanya hamil, agar tak membahayakan nyawanya.
saat Jacob masih mengurus kepulangan Aisyah, dokter Wibowo masuk dan membawa obat yang di minta Aisyah.
"kamu yakin mau melakukan ini, tapi ini bahaya Aisyah," kata dokter Wibowo saat memberikan obat itu pada Aisyah.
__ADS_1
"aku yakin, dan hanya ini satu-satunya cara, dan ku tak keberatan melakukannya," jawab Aisyah.
"tapi suamimu sudah menyiapkan pengobatan mu ke Inggris, jika kamu melakukan ini, mungkin peluang mu makin kecil Aisyah, dan itu bisa melukai suamimu dan juga keluarganya," kata dokter Wibowo.
"aku mohon biarkan aku melakukan ini, dan kamu hanya perlu menyiapkan segalanya yang terjadi, mau hal baik atau hal yang terburuk nanti," jawab Aisyah.
dokter Wibowo tak bisa berkata lagi, dia tak mengira jika Aisyah bisa melakukan ini, hanya demi kebahagiaan Jacob.
"sayang ayo kita pulang," kata Jacob saat masuk.
"iya mas," jawab Aisyah.
Jacob pun mengandeng tangan Aisyah, sesampainya di rumah semua orang sudah menyambut Aisyah.
Jessi memberikan pelukan untuk adik iparnya itu, "aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan yang terbaik," kata Jessica membesarkan hati Aisyah.
"iya terima kasih," jawab Aisyah.
Aisyah pun berkumpul bersama dengan keluarganya, bahkan Ivy begitu lengket dengan Aisyah.
"Ivy kenapa kamu terus menempel dengan mami, padahal mami itu milik papi," kata Jacob memeluk Aisyah.
"mommy, papi jahat... Ivy tak boleh main dengan mami," adu Ivy pada Jessica.
"Jacob bisakah kau tak membuat Jessi marah, itu sana saja kau menyelamatkan hidupku," kata Jasper.
mendengar perkataan suaminya, Jessica menatap marah, sedang semua orang tertawa.
"sudah-sudah, Jacob ajak Aisyah naik ke atas, dan biarkan dia istirahat," kata Rissa.
"baik mommy," jawab Jacob.
Jacob langsung mengendong Aisyah untuk naik ke kamar mereka, sesampainya di kamar Jacob menidurkan Aisyah di ranjang.
"mau apa mas, kamu menatap mesum seperti itu," kata Aisyah.
"istirahat lah, aku akan membuatkan mu cemilan sehat," kata Jacob pergi begitu saja.
saat Jacob pergi, Aisyah langsung membawa tasnya menuju ke kamar mandi. Aisyah membuang obat pemberian Edward.
dan mengantikan dengan obat yang dia minta dari dokter Wibowo temannya. "maaf ini aku lakukan demi kebahagiaan kita, dan agar kamu tak perlu khawatir lagi," kata Aisyah.
__ADS_1
Aisyah pun kembali ke ranjang agar Jacob tak curiga,. Jacob datang dengan membawa potongan buah dan juga jus.
Aisyah pun makan bersama Jacob, setelah itu Jacob memberikan obat untik Aisyah. Aisyah pun minum di depan Jacob.
"kamu istirahat, aku harus mengerjakan sesuatu oke, maaf tak bisa menemanimu," kata Jacob.
"iya tak masalah mas, aku akan istirahat sekarang," jawab Aisyah.
Jacob pun menuju ke ruangan kerja miliknya, dia ingin menghubungi Ardi untuk membicarakan sesuatu.
Jacob tak bisa harus terus menjadi pimpinan dari Shiddiq Grub, dia harus bersama istrinya saat ini.
tapi Ardi tak bisa memberikan kepercayaan perusahaan pada tangan Altaf, apalagi Andhara masih mengalami syok dan belum pulih.
Jacob pun tak bisa terus mengulur waktu untuk kesembuhan Aisyah, tapi dia tak bisa meninggalkan pekerjaan yang terlanjur jadi tanggung jawabnya.
sedang Aisyah di kamarnya sedang mencari artikel tentang kehamilan, bahkan Aisyah membuat catatan.
Aisyah juga akan mundur dari sekolah dan yayasan jika di perlukan. Aisyah hanya ingin agar dia segera berhasil melaksanakan rencananya.
siang itu Jasper mendapat telpon dari seseorang, Jasper langsung pergi ke sebuah alamat yang di berikan.
sudah sebulan ini dia terus menerima teror dari orang tak di kenal, dan yang membuat Jasper marah adalah Jessica yang menjadi sasaran utamanya.
Jasper sampai di tempat yang di maksud, dia langsung masuk kerumah itu, saat di dalam dia tak menyangka akan melihat semua gambar itu.
setiap dinding itu terdapat foto Jessica yang di ambil diam-diam, saat Jasper melihat-lihat tak di sangka rumah itu terkunci.
tak lama terdengar suara ledakan dari area belakang, dan rumah itu langsung terbakar hebat.
Jasper berusaha keluar tapi tak bisa, semua sudah terkunci rapat, bahkan jendela pun di lengkapi dengan terali besi.
Jasper mulai sesak napas dan pingsan, tapi dia bisa melihat seseorang datang menolongnya.
Alvin membekuk seseorang yang mengunci dan menjebak Jasper, Alvin pun membawa pria itu ke basecamp.
sedang Julian membawa Jasper ke rumah sakit, Julian tak akan membiarkan adiknya itu terluka.
cukup dia dulu meninggalkan Jasper sendiri, kini dia tak akan membiarkan orang melukai adiknya lagi.
dia bahkan bisa menghabisi Nicole yang dulu ingin melukai Jessica, dan sekarang ada yang ingin mencari maut mereka dengan melukai Jasper.
__ADS_1
"kalian berani menyentuh adikku, maka pantas mati dengan buruk," kata Julian