
Icha memilih menuju ke tempat sepi di rumah sakit itu, dia hanya bisa menangis saat ini.
papa Prakasa bahkan tak mau membatalkan pernikahan yang sudah di rencanakan, meskipun Icha sudah mengatakan semuanya.
malam sehari sebelum Pertunangan di laksanakan, Icha memberanikan diri menghampiri sang papa di ruang kerjanya.
"papa boleh aku masuk?" tanya Icha
"tentu, masuk nak, dan ada apa sayang?" tanya papa Prakasa.
"papa. aku ingin mengatakan sesuatu padamu, ini tentang pertunangan besok, bisakah aku menikah dengan cucu dari keluarga as Shiddiq tapi bukan Altaf putra dari om Ardinata," kata Icha sedikit takut.
"apa kau mencintai seseorang, jika iya maka lupakan, karena kita tak bisa mundur, dan atas kesepakatan kakek mu dulu hanya pewaris Shiddiq Grub yang akan menikah dengan mu," jawab papa Prakasa.
"tapi aku mencintai Abimana papa," kata Icha lantang.
plak.. Icha mendapatkan sebuah tamparan dari papa Prakasa, "papa tak pernah melarang mu melakukan apapun bahkan dengan kedua sahabat mu itu, hanya satu keinginan papa menikah dengan Altaf atau papa tak akan menganggap mu sebagai putri ku lagi," kata papa Prakasa.
dan tiba-tiba penyakit jantung dari papa Prakasa pun kambuh, Icha pun panik dan memanggil sang mama.
saat Icha mendekat papa Prakasa mendorong Icha untuk menjauh, itulah kenapa Icha memilih untuk mengikuti kemauan sang ayah.
Kayla pun menemukan Icha sedang menangis di lorong cukup sepi, Kayla ingin menghampiri tapi dia melihat Alvin.
"jangan menangis, atau kamu bisa bengkak," kata Alvin mengulurkan sapu tangan.
"cih.. apa hubungannya," jawab Icha menghapus air matanya.
"ya! kamu ini perempuan jorok, pakai sapu tangan ini," kata Alvin mengusap pipi Icha.
Icha pun menangkis tangan Alvin, sedang Alvin pun langsung memberikan sapu tangan pada Icha langsung.
"gak usah baper, aku sudah punya banyak wanita, gadis model sepertimu banyak di bar," kata Alvin yang berjalan menjauh.
"memang wajahku itu pasaran," kata Icha kesal.
sedang Alvin pun menoleh ke arah Icha dan tersenyum, "ingat kamu cantik saat tersenyum, dan jangan menangis lagi, karena aku tak akan ada di sampingmu saat kamu menangis," kata Alvin yang kemudian meninggalkan Icha.
Icha tak menyangka bisa mendengar ucapan sebaik itu dari Alvin, sedang Kayla tak mengira jika Icha yang selalu terlihat paling bar-bar malah punya sisi selembut ini.
tapi ada seseorang yang begitu marah melihat kedekatan antara Alvin dan Icha, bahkan dia pun langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Kayla pun mengajak Icha berpamitan pada Chintya, mereka pun memilih pulang ke apartemen.
"mau makan gak, tadi kita belum makan kan?" kata Kayla.
"kita beli seblak jeletot aja yuk, pasti enak banget," jawab Icha yang masih sibuk menyetir.
"boleh tuh," jawab Kayla.
kedua gadis itu pun memilih untuk ke tempat langganan, saat sampai pun sang pemilik sudah hapal.
sedang Jacob dan Aisyah masih di rumah sakit untuk melakukan cek kandungan di temani Edward.
Jacob begitu bahagia mengetahui jika akan memiliki bayi kembar, kondisi Aisyah juga makin membaik.
bahkan saat USG Aisyah dan Jacob bisa mendengar detak jantung dari keduanya yang saling bersahutan.
"itu detak jantung mereka," kata Jacob sambil menangis terharu.
bahkan air matanya tak bisa terbendung lagi, Edward pun bisa melihat kebahagiaan keduanya.
"ya keduanya sehat, seharusnya Aisyah sudah tau, dan Jack kamu harus selalu menjaga mood Aisyah," kata Edward.
Jacob dan Aisyah bahagia karena semua ke khawatiran mereka tak terjadi, bahkan Aisyah sehat dalam menjalani kehamilan nya.
saat Jacob mengambil obat untuk istrinya itu, tak sengaja Aisyah melihat Dr.Wibowo dan melambaikan tangan.
Dr.wibowo pun menghampiri Aisyah, dia tak menyangka jika Aisyah benar-benar berhasil melalui semuanya.
"apa kabar, kenapa kamu seolah melupakan ku?" tanya Aisyah langsung.
"bukan seperti itu, tiba-tiba kamu menghilang, dan aku tak bisa melacak mu, oh ya bagaimana keadaan kalian?" tanya Dr.wibowo
"Alhamdulillah semuanya baik, tapi aku selalu bersiap untuk kemungkinan apapun dalam hidupku," jawab Aisyah.
"aku yakin kamu akan kuat melewati semuanya, karena kamu wanita yang kuat dan tangguh," jawab Dr.wibowo.
"ya terima kasih, oh ya apa kamu bisa menghubungi Zulaikha, dan Khairunnisa?" tanya Aisyah.
"ya, dua sahabat mu itu sudah menjadi dosen dan guru di Mesir, dan mereka akan pulang saat kamu melahirkan, itu janji mereka berdua," jawab Dr.wibowo.
"baiklah, oh ya aku pamit dulu ya, itu suamiku sudah menebus obat," jawab Aisyah.
__ADS_1
Wibowo pun mengangguk, dia tak mengira jika keluarga Jacob bahkan bisa membuat hal yang mustahil menjadi kenyataan.
Jacob pun mengajak istrinya itu untuk pergi ke sebuah panti asuhan, mereka sedang memberikan sumbangan dan meminta doa untuk Aisyah dan calon bayi mereka.
habis itu mereka pun pulang ke rumah, Jacob pun membawa Aisyah untuk makan romantis di taman.
Aisyah tak menyangka jika semua sudah di atur oleh Jacob. bahkan taman di samping kolam renang pun di sulap indah.
Aisyah dan Jacob duduk berdua, mereka bahkan saling menyuapi, Jacob pun menyanyikan beberapa lagu untuk istrinya itu.
Aisyah di buat terharu dengan semua perlakuan Jacob yang begitu romantis.
Jacob pun mencium kening Aisyah setelah menyanyikan lagu cinta, "aku tak ingin semua kebahagiaan ini hilang," kata Jacob.
"aku juga mas," jawab Aisyah.
Justin menjemput seorang wanita di bandara, dia tersenyum menyambut wanita itu, mereka bahkan tak sungkan berpelukan.
"kenapa hanya kamu yang menjemput ku, mana sahabat kita satu lagi, ah dia selalu menyebalkan dari dulu," kata wanita cantik itu.
"ayolah, dia sedang sibuk dengan istrinya, dan dia bukan Jacob yang dulu," jawab Justin.
"itu bagimu, tapi bagiku dia tetap Jacob yang suka mabuk dan bersenang-senang," jawabnya lagi.
"ingat kamu di sini untuk pekerjaan,bukan merusak rumah tangga orang," kata Justin.
"kita lihat saja, lagi pula semua sepupu Jacob juga begitu tampan, kemarin aku sudah berkenalan dengan salah satu di Malaysia," kata Qia.
"terserah, tapi kalau sampai terjadi apapun jangan mencariku, karena aku malas menjelaskan pada semua orang," kata Justin.
"huh.. kamu makin menyebalkan saja sih, oh ya mana gadis mu, bukankah kamu bilang kamu punya mainan baru," tanya Qia.
"sudah ku jadikan primadona di tempatku, karena dia harus mengembalikan semua uangku kan," kata Justin.
"kau tidak berubah tuan, awas kau dapat penyakit nanti," Kata Qia.
"tak akan, ayo kita ke tempat ku dulu, sebelum aku antar kamu ke apartemen milikmu," kata Justin.
"jangan berharap aku mau dengan mu ya," kata Qia.
"kita lihat saja nanti," jawab Justin.
__ADS_1