
Surya tak habis pikir dengan Lia yg mudah sekali berkata seenaknya...
" cukup kalian bisa membicarakan baik baik tanpa harus berteriak..." kata Surya..
Lia pun mulai melunak karna bagaimana pun yg di katakan Surya ada benarnya karna ada anak anak juga..
" Wulan.. kenapa wanita ini bisa di sini..." tanya Lia..
" maafkan aku Lia.. aku hanya ingin mengantar putra ku pada ayahnya..." jawab Retno..
" Lia.. mbak Retno hanya mau mengantar Fahry pada kak Zain.. bagaimana pun Fahry tetap putra kak Zain.." jelas Wulan..
" baiklah.. lagian kak Zain juga masih suaminya walau hanya di mata hukum..." jawab Lia
" emm.. kakak ipar mana kak sandi dan anak anak.. kok tumben sepi.." tanya Surya..
" mereka sedang membeli cemilan.. mungkin sebentar lagi pulang..." kata Wulan..
" mama... Rissa dan Sandra sudah bilang kalau ada hari orang tua dan murid besok..." kata Bayu...
" hah ... benarkah.. ya Alloh anak dua itu.. makasih Bayu sudah menginggatkan mama ya.. " kata Wulan..
" hahaha.. kenapa dia putri mu mempunyai sifat pelupa..." ledek Lia..
" iya mau gimana lagi.. habis waktu hamil aku sangat membencimu.. jadilah anak ku sifatnya sepertimu..." kata Wulan pada Lia..
sedang Lia langsung cemberut mendengar perkataan wulan... Retno sangat bahagia melihat kedua sepupu itu...
" assalamualaikum mama...." teriak trio Ar..
" waalaikum salam..." jawab mereka kompak..
" wah habis beli isi mini market kak.." tanya Surya
" huh.. bukan lagi.. kapok aku ajak kelima bocah ini... " kata sandi mendudukkan bokong nya di samping Wulan..
sedang kelima bocah itu sudah sibuk membongkar semua cemilan yg di beli.. begitupun Bayu dan kenji yg ikutan sibuk..
" kenapa.. masak ngajak anak sendiri kapok pa..." tanya Wulan..
" mau gimana.. masak trio Ar mengambil semua cemilan ciki di rak sedang putri kita mengambil coklat yg entah ada berapa.. jadilah belanjaan kami seabrek..." jawab sandi meminum air yg di ambilkan Wulan..
" hahaha itu tak akan membuatmu miskin kak.. padahal tender besar dari Spanyol sukses lho..." kata Surya..
" Hem iya lusa sepertinya kita akan ke panti asuhan untuk merayakannya.." kata sandi..
" suamiku ia the best dech..." kata Wulan..
__ADS_1
" uhh... makin cinta dech sama istriku ini..." balas sandi..
" mulai dech bucin ya..."kata Lia..
mereka sedang berbincang hingga suatu yg mengejutkan datang...
" anak anak... omgan datang...." teriak Zain
Zain datang membawa hadiah untuk semua keponakannya.. semua keponakan berlari kearah Zain.. sedang Retno mematung.. sedang Fahry sudah memeluk sandi takut...
" omgan.. kata mama omgan Dateng besok..." protes Ardi..
" maaf omgan sudah kangen sama ketujuh ponakan omgan..." jawab Zain...
Zain belum sadar akan kehadiran Retno dan Fahry.. hingga Wulan menepuk pundaknya...
" kak ada seseorang yg ingin bertemu denganmu..." kata Wulan..
" baiklah.. kalian lanjut di bantu bik Maya.. omgan mau ikut mama dulu ya.." pamit Zain..
Zain terdiam saat pandangannya menangkap sosok Retno yg berdiri sambil menunduk.. dan kemudian dia melihat seorang remaja yg memeluk sandi dengan wajah ketakutan..
Zain tau jika itu putra yg ia rindukan selama 10th ini.. Zain menghampiri Fahry yg makin ketakutan melihat Zain mendekatinya...
" Fahry.. katanya mau ketemu ayah ... ini ayah di depan mu.. apa kamu tak ingin memeluknya.." bujuk sandi..
" ayah...." lirih Fahry...
"putra ayah...." kata Zain memeluk erat putra yg sudah 10th ini di rindukan ..
Retno sangat bahagia melihatnya.. bahkan dia rela di panggil tuhan saat ini karna melihat Fahry bersama sang ayah..
tiba tiba pandangan Retno menghitam... BRUG... Retno jatuh pingsan dengan wajah pucat..
" mbak Retno..." teriak Wulan menghampiri Retno..
" mama.. " teriak Fahry melepaskan pelukan Zain..
sandi reflek langsung mengendong Retno menuju mobil di ikuti oleh Fahry.. Wulan meminta Lia membawa anak anak kerumahnya agar di sana mereka bisa bersama sang Oma..
Wulan satu mobil bersama Zain sedang sandi sudah menuju rumah sakit miliknya.. sesampainya di depan UGD sandi mengendong Retno dan menidurkan ya di bangkar...
Wulan dan Zain baru saja datang... Wulan melihat Fahry yg sudah gemetar dalam pelukan sandi.. sedang Zain masih binggung dengan situasi ini..
" Tante..." kata Fahry menangis memeluk Wulan..
"tenang sayang.. mama akan baik baik saja di dalam..." kata Wulan..
__ADS_1
sandi mengajak Zain untuk memberitahu keadaan Retno.. Zain terduduk lemas saat sandi mengatakan kebenaran sakitnya Retno...
seorang dokter keluar dari ruang UGD dan Wulan langsung bertanya...
"bagai mana keadaan kakak saya dok..." tanya Wulan..
" kondisi pasien saat ini kritis.. dan pasien ingin bertemu dengan kalian..." kata dokter...
sandi mengajak Zain dan Wulan mengajak Fahry menemui Retno.. saat mereka masuk terlihat Reno sudah di pasangi alat di tubuhnya..
Fahry memeluk Retno dan Zain menghampiri Retno sambil mengelus kepala putranya...
" maafkan aku mas... aku memisahkan mu dengan Fahry.. dan dengan tak tau malunya sekarang aku mencari mu untuk merawat putra kita..." kata Retno lirih..
" apa yang kau katakan... Fahry juga putraku.. dan aku sangat mencintaimu.. tolong kembalilah padaku.." kata Zain...
" maafkan aku mas.. aku tak pantas mendampingi mu.. sekarang aku sudah tenang melihat putra kita bersamamu.. dan tolong sampaikan pada Wulan.. maaf dan terima kasih sudah menerima ku..." kata Retno..
" kau harus sembuh.. aku ingin bersamamu dan Fahry..." kata Zain sudah meneteskan air mata...
"maafkan aku mas... aku titip Fahry.. aku sudah tak sanggup.. aku ingin tidur... dan Fahry selalu jadi anak Sholeh... dan maafkan mama..." kata Retno lirih...
Tiiiittttt....
Retno sudah menutup mata.. Fahry sudah menangis meraung di pelukan Zain.. Zain yg selalu terlihat tegar kini runtuh dia juga sangat hancur melihat wanita yg ia cintai menutup mata di depannya...
sandi memanggil dokter dan menyatakan Retno sudah meninggal karena sakit..
Wulan menghubungi kedua orang tuanya agar menyiapkan pemakaman untuk Retno karna besok pagi.. Retno akan di makam kan di desa mereka..
sandi juga memberitahu kepada Surya agar besok Surya bisa membawa anak anak.. bagaimanapun Retno tetap saudara mereka..
" Fahry... jgn seperti ini.. mama akan sedih kalau melihat Fahry menangis.. sekarang Fahry harus kuat dan do'a kan mama semoga bisa tenang di surga..." hibur Wulan..
" iya Tante.. Fahry akan selalu do'a kan mama..." jawab Fahry yg mulai tenang..
sandi dan Zain mengurus semua kepentingan kepulangan jenazah Retno.. besok mereka akan menuju desa...
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1