Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 13.7


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Kenzie dan Abah mengobrol di halaman depan. Hari ini Kenzie tidak masuk kerja. Azira sudah bertanya alasannya apa dan Kenzie menjawab kalau dia ingin bersantai di rumah karena kemarin dia telah bekerja keras. Azira pikir suaminya agak lucu karena setiap hari suaminya selalu bekerja keras. Memangnya kapan suaminya tidak bekerja keras?


Tapi karena suaminya mau tinggal di rumah Azira tidak akan menolak. Dia justru sangat senang karena suaminya bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga.


"Azira, ini sudah tiga minggu kalian menikah. Apakah masih belum ada tanda-tanda?" Umi bertanya murni karena penasaran kepada menantunya.


Selain itu Umi juga baru-baru ini mulai merindukan cucu. Melihat beberapa tetangganya keluar sambil menggendong cucu, Umi juga menginginkannya.


Tentu saja dia sangat berharap kalau Azira bisa hamil secepat mungkin agar dia dapat memeluk cucunya.


"Umi...masih belum.." Azira menjawab gelagapan.


Jangankan melihat tanda-tanda kehamilan, berhubungan badan saja mereka masih belum ke tahap itu. Tadi malam hampir saja jika Umi tidak datang mengacaukan.


Umi menghela nafas panjang. Dia sedikit kecewa tapi tidak menghalanginya untuk terus berharap. Lagian usia pernikahan mereka masih belum seumur jagung, jadi masih banyak kesempatan di masa depan.


"Tidak apa-apa. Kamu harus rajin makan makanan sehat dan berolahraga agar tubuh kamu tetap sehat. Dulu Umi juga butuh waktu cukup lama sebelum dikaruniai Kenzie. Kita harus banyak-banyak bersabar."

__ADS_1


Mendengar nasehat dari Umi membuat Azira merasa jauh lebih nyaman.


"Iya, Umi. Insya Allah aku akan menjaga diriku dengan baik."


Ketika mereka berdua sedang mengobrol tiba-tiba Kenzie datang dan bergabung bersama mereka berdua.


"Dimana Sasa?" Kenzie memutar mata almond nya mencari keberadaan Sasa.


Umi melihat Kenzie dengan tatapan antisipasi. Soalnya jarang-jarang Kenzie berlaku ramah kepada adiknya. Apalagi kalau sudah menyangkut privasi yang diganggu, Kenzie enggak mudah melepaskannya. Kalau dipikir-pikir lagi Umi antara nyesel dan enggak mengetuk pintu Kenzie semalam.


"Umi kok gitu amat ngeliatin aku, tenang, Kenzie tidak akan memutilasi putri tercinta Umi."


"Dia lagi sakit, Nak. Kamu jangan aneh-aneh. Azira, tolong perhatiin suami kamu ini agar jangan membuat masalah di sini." Umi dengan bangga menyerahkan tugas berat ini kepada Azira.


Di rumah ini Azira adalah garis terdepan yang langsung berhadapan dengan Kenzie.


"Umi berbicara seolah-olah aku anak kecil saja." Kenzie langsung memulihkan wajah datarnya.

__ADS_1


Umi melambaikan tangannya tidak mau memberikan komentar apa-apa karena dia sekarang benar-benar menyadari bahwa Kenzie memang masih memiliki sisi anak-anak di dalam dirinya!


"Jangan menggoda Umi terus, mas." Azira menarik lengan suaminya.


Kenzie menaikkan salah satu alisnya terkesan.


Azira malu.


"Sasa sama Mona masih trauma gara-gara hukuman waktu itu. Jadi berhenti menakut-nakuti Sasa."


Kenzie tidak memiliki simpati di wajahnya.


"Siapa suruh membuat masalah. Aku melakukan sesuatu yang memang seharusnya kulakukan." Jawab Kenzie tidak begitu perduli.


Sisi Kenzie yang pemarah ini agaknya terlihat imut tapi juga menakutkan. Azira bahkan tidak berani terlalu banyak bicara. Takutnya dia sendiri yang akan kena masalah.


Bersambung...

__ADS_1


Masih pemanasan, besok doain ya semoga lebih fit biar nulisnya kembali normal 😚


__ADS_2