Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 6.9


__ADS_3

Sasa bukanlah orang yang mudah diprovokasi. Dia selalu berpikir bahwa orang-orang yang berpenampilan jelek adalah orang yang rendah. Salahkan lingkungan bermainnya yang tidak sehat sehingga dia membuat penilaian tinggi terhadap sekelilingnya. Dan meskipun dia belum benar-benar menerima Azira sebagai istri kakaknya, dia memiliki kewajiban untuk membela Azira karena itu berkaitan dengan nama baik kakaknya.


"Kamu..." Tina menunjuk Sasa tidak senang.


Dia pikir Sasa adalah orang yang cerdas karena sebagai seorang anak, tidak mudah menerima kedatangan wanita baru ke dalam kehidupan Ayahnya. Tapi siapa yang mengira jika Sasa tidak bermain sesuai dengan akal sehatnya!


"Dia...dia merebut Ayah mu, tidakkah kamu marah?" Tina bertanya heran sekaligus bingung dengan reaksi santai Sasa.


Sasa spontan memutar bola matanya jengah. Marah? Dia memang marah tapi bukan karena Azira menikah dengan Abah tapi melainkan menikah dengan Kenzie! Kakaknya!


Ipar impiannya ada Humairah. Hubungannya dengan Humairah juga baik dan mereka harmonis. Jadi siapa yang tidak marah jika tempat ipar impiannya digantikan oleh wanita entah berantah?

__ADS_1


Hanya saja kesampingkan masalah ini dulu karena yang terpenting sekarang adalah melayani wanita sok cantik ini!


"Ayahku? Kak Azira menikah dengan kakakku, bukan dengan laki-laki tua yang kamu pikirkan. Dan seperti yang kak Azira katakan sebelumnya, laki-laki tua yang kamu katakan adalah tadi adalah Ayah kandung kak Azira. Namanya adalah Rama Syah Reza, dia salah satu pengusaha terkemuka di kota ini. Jika tidak percaya, silakan cari tahu sendiri karena kebetulan pernikahan kakakku dengan kak Azira baru dilaksanakan beberapa hari yang lalu." Itupun dengan cara yang sangat buruk dan membuat emosi, tapi dia tidak melanjutkan kata-kata terakhir ini untuk menjaga martabat Kenzie!


Sampai detik ini saja dia masih belum berdamai sejujurnya. Karena kejadian itu telah membuat shock dua keluarga besar! Azira sangat berani membuat masalah!


Tina menolak mempercayai apa yang baru saja Sasa katakan. Mana mungkin Azira memiliki Ayah kaya raya dan bahkan menikah dengan seorang laki-laki kaya, pula!


"Kamu berbohong-"


"Percaya atau tidak, apa yang dia bilang memang benar adanya. Aku sudah menikah. Suamiku sekarang ada di-"

__ADS_1


"Mencari aku?" Kenzie tahu-tahu sudah berjalan dari rak-rak kosmetik di belakang mereka.


Azira dan Sasa tertegun. Mereka berdua tidak menyadari bila Kenzie sudah ada di sini- tunggu, apakah ini artinya Kenzie sudah ada di sini sejak lama?


Tina mengangkat kepalanya kaget melihat laki-laki tinggi nan jenjang yang muncul dari rak di belakang Azira. Laki-laki itu tampan dengan proporsi tubuh yang luar biasa menggoda. Melihatnya saja membuat beberapa wanita sulit memalingkan wajah darinya.


Kenzie menghampiri Azira secara alami dan dengan mudahnya melingkari pinggang kurus itu lalu menariknya ke dalam pelukannya.


Tidak hanya Tina saja yang terkejut tapi Sasa juga tidak kalah terkejutnya. Apakah hubungan mereka berdua sudah sejauh ini?


Sedangkan Azira yang kini tengah berada di dalam pelukan Kenzie memiliki reaksi tubuh yang kacau. Tubuhnya kaku tapi yang aneh adalah lututnya terasa melemah, ini adalah reaksi abnormal lainnya tiap kali berdekatan dengan Kenzie. Dan dia menatap Kenzie dengan tatapan rumit, bertanya-tanya apakah ini adalah akting?

__ADS_1


__ADS_2