
"Lelah?" Suara berat dan serak orang di sampingnya dipenuhi senyuman.
Azira mendengus sambil memejamkan matanya malas mengucapkan sepatah katapun. Dadanya masih naik turun dengan kecepatan yang tidak stabil setelah sekian lama dipermainkan oleh orang di sampingnya.
"Hahah.." Pemilik suara berat itu lantas tertawa puas melihat ekspresi cemberut di wajah merah nan berkeringat Azira.
Wajah cantik Azira sangat merah dan basah karena terlalu banyak berkeringat... mungkin juga menangis?
"Aku sebenarnya sudah kenyang tapi entah kenapa aku masih mau makan lagi-"
Suaranya langsung dipotong oleh Azira. Dengan kesal Azira memprotes orang di sampingnya agar jangan membuat masalah lagi karena dia merasa bila dirinya sudah diambang kehancuran?
Ugh, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Karena badannya saat ini sangat lelah, tenaganya dikuras habis sampai-sampai menggerakkan jari saja rasanya cukup sulit. Mengingat pengalaman tadi, Azira memejamkan matanya menahan kesal. Padahal sudah diingatkan sebelumnya kalau ini adalah pertama kalinya dan dia juga sempat memohon agar orang ini tidak melakukan sesuatu yang gila atau kelewatan. Tapi tebak apa yang dia dapatkan?
Semakin dirinya memohon, semakin gila pula dia dibuat oleh orang ini. Ya Allah, dia sampai-sampai tidak sadar sudah menangis berapa kali malam ini.
__ADS_1
"Mas Kenzie...jangan buat masalah~" Suaranya lemah.
"Okay," Kenzie merasa bersalah kepada istrinya.
"Masih sakit?" Kenzie bertanya tanpa malu kepada istrinya.
Dia melingkari pinggang istrinya dan membawanya ke dalam pelukan hangatnya. Tangan besarnya lalu mengusap pelan punggung lengket istrinya untuk menghibur kelelahan malam ini.
Wajah Azira memanas.
Kenzie menghela nafas panjang.
"Tidak apa-apa, sayang. Besok sakitnya akan mulai mereda. Intinya kamu beristirahat saja dan jangan banyak bergerak, lebih bagus lagi kalau kita lebih sering menggunakannya. Sakitnya pasti akan berkurang." Mengecup puncak kepala istrinya penuh kasih.
Rambut istrinya mungkin tidak selembut rambut orang yang sering melakukan perawatan di salon dan tidak seindah rambut-rambut wanita di luar sana, tapi meskipun begitu Kenzie merasa kalau rambut Azira memiliki pesona tersendiri. Apalagi ketika melihat penampilan Azira tanpa menggunakan jilbab. Membiarkan rambutnya tergerai begitu saja dengan bebas, hanya Allah yang tahu apa yang dirasakan Kenzie saat melihatnya
__ADS_1
Pesona Azira berkali-kali lipat lebih menantang di mata Kenzie.
"Jangan bercanda, mas.." Kata Azira tidak tahu harus tertawa atau menangis mendengarnya.
Um, tapi hatinya sekarang terasa sangat manis dan hangat. Rasanya berkali-kali lipat lebih baik dari sebelumnya. Mungkinkah ini nikmat hubungan suami dan istri setelah menunaikan ibadah?
Rasanya sangat berbeda.
Terkekeh kecil,"Aku dokter profesional." Implikasinya bahwa dia sama sekali tidak bercanda.
Setelah berkata begitu Azira tidak membalas ucapannya lagi. Kenzie memiringkan kepalanya melihat wajah istrinya yang tersembunyi di dalam dekapannya.
Azira tertidur, sangat lelap. Suara nafasnya yang ringan segera mengisi kesunyian di dalam kamar mereka. Kenzie terkekeh lagi. Azira pasti sangat lelah makanya cepat tidur. Biasanya butuh beberapa menit lamanya agar Azira tidur. Melihat wajah lelap Azira, tiba-tiba Kenzie mulai merasa mengantuk. Perasaan dia masih belum mengantuk meskipun agak lelah setelah beribadah, tapi ketika melihat istrinya tidur, semua kelelahan itu langsung menyerangnya.
Tersenyum, Kenzie mengecup kening istrinya tulus seraya berbisik manis,"Selamat tidur, jangan lupa mimpikan aku." Katanya narsis.
__ADS_1