
Bukankah yang sedang duduk di samping Kenzie adalah Humairah?
Para tamu dan kerabat langsung berdiri kaget ketika melihat Humairah yang harusnya menjadi pengantin wanita dan duduk di sebelah Kenzie ternyata baru turun dari lantai dua dengan keadaan yang sangat kacau.
"Humairah, bagaimana bisa kamu ada di sini, nak?" Tanya Mama shock melihat Humairah yang seharusnya menjadi pengantin ternyata baru datang dengan keadaan yang sangat berantakan seperti ini.
"Mama, Ayah.. pernikahan ini tidak bisa terjadi karena yang duduk di sana adalah Azira bukan Humairah!" Histeris Humairah sakit hati sambil memeluk Mamanya sedih. Ia bahkan mengabaikan obat biusnya masih belum sepenuhnya pergi sehingga masih meninggalkan efek lemas ditubuhnya.
"Azira?" Bingung keluarga Kenzie jauh lebih terkejut lagi.
Mereka bingung mengapa Humairah baru turun sekarang dan lebih bingung lagi dengan wanita yang duduk di samping Kenzie memiliki nama yang sama dengan Humairah, yaitu Azira. Bukankah nama lengkap Humairah di awali dengan Azira?
Namun terlepas dari semua kebingungan itu, mereka semua tidak bisa duduk diam mengetahui orang yang menikah dengan Kenzie bukanlah wanita yang diharapkan, tidak adil rasanya jika hari kebahagiaan putranya justru menjadi hari yang paling hancur dalam hidupnya.
"Bukankah kamu adalah Azira, lalu mengapa kamu bilang wanita ini adalah Azira?" Tanya Ayah Kenzie jelas merasa bingung mengapa ada dua Azira di sini.
"Ini.." Mama Humairah tidak bisa menjelaskan dan lebih memilih menenangkan Humairah yang masih menangis lemas di dalam pelukannya.
Bibi Safa buru-buru menjelaskan.
"Begini Pak, di sini ada pelayan yang juga bernama Azira. Jadi..jadi pernikahan ini sesungguhnya tidak bisa-"
"Mengapa tidak bisa?" Suara bibi Safa terpotong oleh Azira.
Takut bercampur gugup, semua perasaan rumit di dalam hatinya ini tidak bisa menghentikannya untuk membalas dendam. Semuanya sudah seperti ini dan semuanya sudah sampai sejauh ini, Azira tidak bisa berbalik atau melarikan diri lagi.
Memang ada perasaan bersalah di dalam hatinya terhadap calon suami Humairah- ah, kini dia resmi menjadi suaminya. Baik, dia merasa bersalah kepada Kenzie, apalagi setelah mengetahui bila Kenzie adalah laki-laki yang pernah menyematkannya dari nyonya Bara, hatinya menjadi malu.
__ADS_1
Namun semuanya sudah terjadi dan Azira juga akan terus mengulangi rencana ini bahkan bila waktu diputar sekalipun.
"Aku adalah Azira Humaira, dan pernikahan ini.." Tangan Azira menyingkap kain tudung yang telah menutupi wajah cantiknya yang kini terlihat pucat.
"Tidak ada alasan untuk tidak sah! Baru saja aku sudah resmi menjadi istri mas Kenzie!" Ucapnya dengan senyuman kepuasan mengabaikan ketakutan di hatinya, mata persiknya yang menyala terang menatap angkuh bibi Safa yang sedang menatapnya tajam penuh kebencian.
Wajah bibi Safa dan yang lainnya sangat gelap. Mereka mungkin tidak menyangka bila kehadiran manusia sampah yang selama ini mereka coba abaikan akan melepaskan duri beracun ke dalam keluarga. Dan yang paling menyesakkan lagi, kehidupan putri emas mereka, Azira Humairah dihancurkan tepat di bawah hidung mereka!
Mereka sangat marah dan tidak bisa mempercayai kenyataan ini!
Bagaimana? Bukankah kejutan ku sangat luar biasa?
Hei, tentu saja! Menghancurkan pernikahan Humairah adalah kejutan yang sangat besar untuk kalian semua, kan? Aku tahu itu dan karena itulah aku mau melakukannya! Batin Azira tenggelam dalam euforia kepuasan.
Hatinya sungguh tidak terkira puasnya saat melihat mata merah dan melotot mereka yang dipenuhi warna permusuhan juga sakit hati.
Dia pernah merasakan semua keputusasaan ini saat melihat Ibunya disakiti berkali-kali oleh mereka!
Dia pernah dan dia senang mereka juga akhirnya merasakan perasaan ini!
Ini adalah kebencian yang dibalas dengan kebencian pula, memuaskan.
Sementara itu para tamu mulai berbisik-bisik membicarakan Azira, wanita asing yang belum pernah terdengar sebelumnya tapi tinggal rumah ini dan memiliki nama yang sama pula dengan Humairah. Mereka bertanya-tanya apa identitas Azira dan mengapa dia bisa menggantikan Humairah sebagai pengantin?
Beberapa tamu menebak bila Azira mungkin anak haram yang dibawa kembali dan beberapa tamu lagi menebak bila Azira mungkin putri kerabat jauh yang dibawa ke sini untuk diangkat menjadi putri. Semua tebakan ini menjadi pembicaraan yang hidup diantara para tamu.
"Azira, perhatikan tingkah laku mu!" Marah Ayah dengan suara tajam yang menggelegar.
__ADS_1
Tangan Ayah terkepal membentuk kepalan tinju dengan tubuh yang gemetaran tampak sangat marah. Mata tuanya melototi Azira dengan gigi terkatup erat.
Mengangkat tangan kirinya dan menunjuk, tatapan jijik penuh kemarahan ia acungkan kepada Azira. Gadis yang kini sudah resmi menjadi istri sah Kenzie.
"Pernikahan ini jelas untuk putriku Humairah dan kau tidak berhak mengambil posisinya apalagi merebutnya dengan cara kotor seperti ini!" Kata Ayah mengecam.
Melihat tatapan jijik Ayahnya, hati Azira sakit tak terkira. Namun semuanya hanya ia pendam jauh-jauh di dalam hatinya. Tidak seharusnya dia bersedih di waktu yang sangat membahagiakan ini.
"Mengapa aku tidak bisa?" Tersenyum dingin. Mata persiknya yang merah menatap Ayah lancang,"Bukankah aku ini juga putrimu, Ayah? Ayah menggunakan tangan sendiri untuk menikahkan mas Kenzie dengan ku yang jelas-jelas putri Ayah, Azira Humaira! Aku ini adalah Azira Humaira jadi mengapa aku tidak bisa menikah dengannya?" Katanya berusaha menahan perasaan dingin dihatinya.
Sebenarnya, tatapan mencela Ayah telah menghantam kepercayaan diri di dalam hatinya.
"Sebagai wali kau sendiri yang menikahkan ku dengannya, jadi mengapa pernikahan ini tidak bisa sah?" Tanya Azira lagi menekan sang Ayah, diam-diam menggunakan cara ini untuk mempermalukan Ayahnya di depan para tamu.
Dia ingin menekankan bahwa Ayah tidak memiliki satu putri saja karena Ayah juga memiliki Azira, putri Ayah yang lain dan tidak pernah dipertanggungjawabkan!
"Tapi.. yang mas Kenzie ingin nikahi adalah aku bukan kamu Azira! Jadi.. jadi pernikahan ini harus dibatalkan!" Teriak Humairah tidak tahan dengan drama yang Azira lakukan.
Gadis ini, gadis yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri dengan tulus ternyata berani menikamnya dari belakang. Betapa kejamnya!
Azira tiba-tiba menjadi canggung,"Benar, itulah yang Ayah katakan tadi tapi nama yang disebutkan oleh mas Kenzie saat ijab kabul tadi adalah aku dan bukan kamu Azira Humairah!" Klaim Azira sekali lagi menimbulkan gelombang kejutan kepada semua orang.
Humairah menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dia tidak mempercayai apa yang Azira katakan karena bagaimana mungkin calon suaminya menyebut nama wanita lain?
Itu tidak benar.
"Omong kosong! Nama yang mas Kenzie sebut adalah aku, Azira Humairah! Kamu tidak bisa mengklaim namaku sama dengan namamu hanya karena nama kita terdengar sama!" Elak Humairah membantah klaim Azira.
__ADS_1