Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 31.13


__ADS_3

Tapi tentu saja Azira dan Umi tidak memperbolehkannya. Alhasil anak itu hanya bisa sekolah bawang-bawang saja dulu di pondok pesantren. Baru setelah dia berusia 7 tahun, anaknya akan secara resmi menjadi santri di pondok pesantren yang dimiliki oleh keluarganya. 3 tahun pertama masuk pondok pesantren, anaknya bisa pulang ke rumah selama 4 kali sebulan. Artinya dia bisa pulang setiap minggu. Tapi setelah 3 tahun itu, yaitu 3 tahun kemudian anaknya hanya boleh pulang satu bulan sekali karena sudah bisa dianggap beradaptasi dengan pendidikan pondok. Kemudian 6 tahun setelah pendidikan di pondok pesantren, lebih tepatnya sepantaran dengan pendidikan SMA di luar, anaknya hanya boleh pulang ke rumah 6 bulan sekali. Pendidikan ini terkesan sangat ketat tapi memiliki nilai kebaikan untuk anak maupun orang tua.


Untuk pendidikan anak, jangan terlalu melembutkan hati karena anak adalah investasi orang tua untuk akhirat kelak. Bila anak terdidik dengan baik, berbakti kepada orang tua, memahami benar dan salah, serta taat kepada Allah, maka insya Allah, investasi ini bisa dikatakan berhasil.


Tapi bila sebaliknya, maka itu adalah hutang yang harus segera dipertanggungjawabkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sebab anak adalah amanah dari Allah untuk dijaga dan dibesarkan dengan baik.


"Mas, jangan mikir yang aneh-aneh soal anak kita." Kata Azira tak senang.


Masa iya suaminya sudah berniat melemparkan anak mereka ke pondok pesantren pada usia 3 tahun?


Azira dan Umi sangat ketakutan mendengarnya. Untung saja Umi membantu Azira berbicara sehingga Kenzie kemudian mengubah rencananya dari 3 tahun menjadi 5 tahun, walaupun agak menyebalkan tapi Azira mengerti bahwa ini demi kebaikan anak mereka.


Azira juga tidak ingin melihat anaknya tumbuh seperti dia. Tumbuh besar tanpa ilmu agama yang dalam dan memiliki banyak kekurangan. Untung saja suaminya Kenzie, laki-laki yang selalu pengertian dan berhati lembut kepadanya.


"Aku nggak mikir yang aneh-aneh, sayang." Kenzie tidak berdaya.


Azira tersenyum geli. Dia menyentuh wajah tampan suaminya, menyusuri setiap inci wajah suaminya yang mempesona. Alis, mata, hidung, bibir dan dagu. Azira menyentuh sisi manapun yang dia inginkan. Perasaan menyentuh wajah suaminya sangat aneh. Di dalam hatinya ada teriakan yang mengklaim bahwa semua sisi wajah ini adalah miliknya. Bahkan pemilik wajah inipun tak luput dari kekuasaannya.


Dia sangat luar biasa!


"Mas Kenzie mau nggak kita ngelakuin 'itu'?" Azira mengambil inisiatif dengan malu-malu.


Kenzie belum ngeh ke arah mana pembicaraan Azira.


"Ngelakuin apa sayang?" Tanyanya santai.


Wajah Azira sangat panas. Biasanya yang selalu meminta jatah Kenzie, dan tugasnya hanya mengikuti apa yang Kenzie minta. Tapi khusus hari ini Azira tiba-tiba memiliki keinginan, dan entah dari mana keberanian itu berasal, dia tiba-tiba mengambil inisiatif untuk mengajak suaminya.


Mungkin karena kejadian hari ini atau karena pembicaraan dari hati-hati yang baru saja mereka lakukan. Intinya keinginan Azira tersulut.


"Ibadah, mas."

__ADS_1


Bodohnya Kenzie masih belum sadar,"Ibadah apa, kan kita udah selesai sholat dan pengajian-" Kenzie tiba-tiba melihat ke arah Azira.


Azira semakin malu ditatap seperti itu oleh suaminya.


"Mas Kenzie tidak mau melakukan ibadah bersamaku?" Tanya Azira memberanikan dirinya sendiri.


Terkejut, melihat ke arah jendela, masih sore. Ini masih sore!


"Mau... Aku mau banget. Justru ini yang aku nanti-nantikan. Tapi kok tumben?" Kenzie buru-buru menjawab.


Dia tahu tidak seharusnya dia menanyakan ini karena Azira pasti malu. Tapi dia tidak bisa menahan rasa penasaran di dalam hatinya, karena sungguh ini sangat langka!


Pipi Azira semakin memanas.


"Apakah aku tidak boleh meminta kepada mas Kenzie? Padahal aku pernah mendengar dari pengajian di TV yang menjelaskan bahwa salah satu kunci surga bagi seorang wanita adalah berbakti kepada suaminya. Bukankah mas Kenzie ingin menjadi aku wanita surga untuk mas? Maka ini adalah salah satu caraku meraihnya. Mendapatkan ridho suami juga mendapatkan ridho dari Allah subhanahu wa ta'ala, aku tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."


Siapa di antara seorang hamba yang tidak ingin masuk surga? Apalagi jika masuknya bebas dari pintu manapun! Adakah amalan yang bisa mengantarkan seorang hamba pada peluang berharga tersebut? Jawabannya tentu saja ada.


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ


Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,


“Jika seorang istri shalat fardhu lima waktu, berpuasa sebulan penuh (di bulan Romadhan), menjaga *********** dan menta’ati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau kehendaki!” [HR Ahmad 1664, . (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)]


Menjaga kehormatan Kenzie baik saat keluar rumah maupun di dalam rumah. Tidak boleh berpuasa sunnah tanpa izin Kenzie. Tidak mengkhianati ataupun memikirkan laki-laki lain selain Kenzie. Mencium tangan ketika Kenzie hendak bekerja dan pulang kerja, Azira telah melakukan semua ini dengan bersungguh-sungguh, berharap Allah subhanahu wa ta'ala akan meridhoi pernikahan mereka berdua.


Umi selalu bilang kepadanya untuk menjaga bakti kepada Kenzie karena ridho Kenzie merupakan ridho Allah juga. Jika ingin meraih surga, maka manjakan dulu pembawa kunci surga di dunia, yaitu suaminya sendiri, Kenzie.


"Masya Allah istriku sudah belajar banyak hal tanpa aku sadari. Kamu memang istri yang pengertian dan baik, insya Allah, Allah akan ridho terhadapmu." Bisik Kenzie dalam suasana hati yang lembut dan memuaskan.


Setelah terjebak dalam kesuraman yang diakibatkan oleh keluarga Ayah, di sini istrinya hadir memberikan kehangatan. Mengusir jauh-jauh perasaan tidak nyaman itu dari dalam hatinya. Setelah menikah barulah Kenzie menyadari mengapa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyegerakan pernikahan daripada bertele-tele, misalnya seperti pacaran.

__ADS_1


Pernikahan itu ibarat obat atau penawar untuk segala masalah hati. Bisa jadi seseorang itu tidak mendapatkan hal yang dia sukai di luar tapi ketika masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan istri tercinta maka semua ketidaksenangan itu segera menguap entah ke mana. Semuanya seolah tidak tersisa saat melihat senyuman lebar istri, pernikahan memang manis. Tapi dengan syarat pernikahan dijalani dengan sukarela dan baik pihak laki-laki maupun wanita bekerja sama untuk membina rumah tangga yang harmonis


Bila diantara kedua belah pihak tidak ada kerjasama maka percuma saja, menikah bukannya menjadi obat atau penawar tapi justru semakin menambah penyakit hati. Naudzubillah, pernikahan seperti ini yang harus dihindari.


"Amiin Amiin Allahumma Amiin ya Allah, tiada yang lebih baik di dunia ini dari ridho Allah subhanahu wa ta'ala. Jika seorang hamba tidak mendapatkan ridho Allah, maka bukankah artinya Allah telah meninggalkan hamba itu? Naudzubillah mas, aku tidak mau Allah meninggalkan aku dan mas Kenzie m aku tidak mau Allah berpaling dari kita. Aku sangat takut. Karena bila Allah sudah tidak peduli lagi kepada hambaNya, maka kepada siapa lagi kita akan mencari penolong? Tidak, tidak akan ada yang bisa menolong kita. Maka dari itu aku selalu berusaha untuk menjaga hubunganku dengan Allah melalui melalui mas Kenzie, Abah dan Umi, juga keluarga yang lain. Aku berusaha untuk menjaga tali silahturahmi kita semua. Tapi saat berhadapan dengan keluarga Ayah, aku takut mas. Aku takut karena sikapku yang acuh tak acuh membuat Allah tidak senang, sebab aku mungkin memutuskan hubungan tali silaturahmi diantara kita. Padahal aku tidak ingin begitu. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Hanya saja... Aku bingung bagaimana caranya menghadapi ayah dan keluarganya. Mulai dari masa lalu hingga sikap Ayah yang sekarang, rasanya sangat sulit." Azira merasa dilema.


Terkadang hatinya terketuk untuk memperbaiki hubungannya dengan ayah serta keluarganya. Tapi entah kenapa rasanya begitu sulit. Sulit, mungkin karena masa lalu yang terlalu mengecewakan ditambah dengan sikap ayah yang tidak kunjung berubah membuat Azira sulit menghadapi ayah.


Karena hal ini dia merasa sangat bingung. Apa yang harus dia lakukan?


"Pelan-pelan Azira. Pelan-pelan semuanya akan diperbaiki oleh waktu. Bila kamu tidak bisa menghadapinya sekarang maka hadapilah ketika kamu sudah siap. Bukan salahmu hingga seperti ini. Jika ditanya siapa yang bersalah maka jawabannya adalah ayah dan keluarganya. Tapi meskipun begitu aku tetap mendukung kamu memperbaiki hubungan dengan ayah serta yang lainnya. Toh, mau seberapa jahat pun mereka tetaplah keluarga kita. Silaturahmi bisa dijaga, selama mereka tidak mengulangi kejahatan yang sama kepada kamu maka aku akan memaafkan mereka. Kamu adalah istri yang lembut, berbanding terbalik dengan kesan pertamaku saat pertama kali bertemu dengan kamu." Dulu Azira cuek, dia tidak suka banyak bicara, dan terlihat agak sulit bergaul.


Tapi lama-lama kepribadian Azira mulai berubah. Dia menjadi wanita yang ceria, suka tersenyum, pemalu, dan sangat pintar mengambil hati semua orang. Perubahan ini dirasakan langsung oleh Kenzie sendiri. Dia merasa bahagia untuk istrinya karena perlahan hati istrinya yang terkunci dan sempat membeku, akhirnya mencair dan terbuka untuk siapapun. Tentu saja hanya ada satu penguasa di dalam sana, ya itu Kenzie seorang!


"Oh ya, memang aku yang dulu seperti apa mas?"


"Kamu yang dulu agak cuek, sulit tersenyum dan selalu memberikan orang rasa jarak. Tapi kamu yang sekarang sangat bersinar. Kamu menjadi wanita yang ceria, mudah bergaul, pandai merebut hati banyak orang, suka tersenyum dan yang paling penting adalah kamu sangat menyayangi kedua orang tuaku. Aku sangat puas dengan perubahan kamu. Ngomong-ngomong pembicaraan kita sudah terlalu jauh, kapan kita bisa beribadah?" Kenzie akhirnya tersadar dan buru-buru membawa topik penting kembali.


Dia tidak boleh melewatkan momen penting ini. Akhirnya dia diberikan jatah!


Azira tersedak. Tangannya gatal ingin mencubit pipi suaminya gemas. Suaminya terlalu lugas. Sayang sekali Azira tidak bisa merusak wajah tampan suaminya, karena dia tidak tahan menyakiti wajah ini!


"Se...sekarang, boleh saja." Jawab Azira gugup.


Kenzie tersenyum lebar. Karena Azira sudah memberikan lampu hijau, maka dia langsung tancap gas untuk melaksanakan tugas penting dari penguasa hatinya.


"Baiklah, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini. Istriku tersayang, jangan takut, aku akan berusaha bersikap lembut kepadamu." Bisik Kenzie seduktif sembari mengelus puncak kepala istrinya penuh kasih.


Azira memejamkan matanya merasa nyaman juga malu.


"Hum." Azira pasrah, dia sepenuhnya menyerahkan diri kepada sang suami tanpa perlawanan.

__ADS_1


Azira berharap melalui ibadah mereka hari ini, Allah akan senantiasa melindungi rumah tangganya dengan sang suami.


__ADS_2