Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 7.10


__ADS_3

Setelah menyelesaikan salat subuh sendirian di dalam kamar, Azira kemudian turun ke dapur dan berpapasan dengan Umi serta Sasa. Wajah Umi sangat segar dengan senyum lembut keibuan yang menghangatkan hati, melihat senyuman ramah Umi, bibir Azira spontan membentuk garis senyuman. Sementara Sasa tampak lesu seperti orang yang yang kekurangan tidur. Dalam waktu beberapa menit, dia telah menguap tiga kali. Azira kasihan melihatnya.


"Kamu kenapa, dek? Kurang tidur ya?" Tanyanya prihatin.


Walaupun nadanya agak canggung, namun Azira tidak malu-malu lagi saat berbicara dengan Sasa. Setelah menghabiskan waktu bersama di mall kemarin, Azira memiliki pemahaman tentang karakter Sasa. Dia gampang tersinggung dan marah tapi bukan berarti dia adalah orang yang jahat. Justru Sasa sebenarnya karakter orang yang mudah diajak bicara.


Menguap,"Iya, kak. Semalam aku begadang dan tidur cuma 3 jam gara-gara ngerjain tugas kuliah. Asin banget, padahal sekarang kan lagi libur tapi dosen aku sempat-sempatnya ngasih tugas." Keluh Sasa menyimpan dendam kepada dosennya.


Harusnya hari libur dilalui dengan santai-santai, namun dosen sok kutu buku paling menyebalkan sekampus malah memberikan mereka sebuah tugas dan harus diselesaikan dalam waktu 24 jam. Jika tugas itu tidak dikirim ke email dosen tersebut dalam waktu 24 jam, maka Sasa terpaksa mengulang mata kuliah ini satu semester lagi yang sangat menyebalkan.


"Terus tugas kamu sekarang gimana?" Azira tidak tahu dunia kuliah karena dia hanya lulusan SMA.


Sasa mengangguk pahit,"Alhamdulillah udah, kak. Setelah sholat subuh tadi aku langsung mengirimnya ke email dosen biar enggak kepikiran terus."


"Syukur deh kalau begitu. Kamu lebih baik istirahat saja di dalam kamar, biar aku yang membantu Umi masak di dapur." Karena kasihan Azira membujuk adik iparnya agar beristirahat di dalam kamar dan menebus tidur semalam.


Tapi Sasa menolak.

__ADS_1


"Maunya juga gitu tapi aku nggak bisa. Tidur jam segini nggak barokah, kak. Bukannya bikin aku sehat tapi justru dapat penyakit. Makanya walaupun mata aku berat sekarang, aku tetap memaksakan diri keluar kamar biar nggak tidur." Tidur setelah shalat subuh adalah tidak dihancurkan Allah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena dapat menghambat rezeki dan menumbuhkan penyakit di dalam tubuh. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan agar umat muslim melakukan aktivitas positif setelah shalat subuh seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, ataupun melakukan kegiatan yang bermanfaat sehingga waktu yang dihabiskan seharian mendapatkan berkah dan Allah subhanahu wa ta'ala.


"Dapat penyakit yah..." Azira tidak tahu dan baru mendengarnya dari Sasa.


"Azira, Sasa. Kenapa diam saja diluar? Ayo masuk, kita harus segera memasak sebelum Abah dan Kenzie turun masjid." Umi berteriak dari dapur.


"Iya, Umi." Azira segera menjawab.


Dia dan Sasa tidak berbicara lagi. Mereka segera masuk ke dalam dapur untuk membuat sarapan.


*****


Dia turun sambil menenteng tas kerja di tangan kirinya.


"Bekal apa, mas?" Azira bingung.


"Oh, aku belum ngomong, yah? Mulai sekarang kamu harus siapin aku bekal makanan sebelum berangkat kerja." Ujar Kenzie santai sambil duduk di salah satu kursi.

__ADS_1


Di atas meja makan ada beberapa menu sarapan yang sudah tidak asing lagi untuk semua orang. Nasi goreng hangat dengan uap mengepul, telur ceplok, roti tawar panggang dan dua atau tiga botol selai, kemudian sepiring sosis goreng tinggi protein yang disukai oleh Kenzie.


"Kamu kok tumben mau dibuatin bekal, biasanya kamu selalu nolak kalau Umi siapin." Umi heran dengan perilaku putranya.


Sasa berkata,"Iya. Kakak pasti selalu bilang bekal makanan cuma buat anak SD, orang sebesar kakak enggak cocok bawa bekal karena itu kekanak-kanakan."


Kuping Kenzie memerah. Tapi wajahnya masih datar seolah tak malu dengan ucapan Umi dan Sasa.


"Dulu, aku lajang. Tapi sekarang aku sudah punya istri. Iya'kan Azira?" Kenzie melirik Azira dari sudut matanya.


Azira sangat gugup dan buru-buru mengangguk.


"I-iya, mas. Besok...besok aku akan menyiapkan bekal untuk mas Kenzie."


Kenzie tersenyum lebar,"Nah, bagus."


Sasa hampir saja tersedak makanannya sendiri.

__ADS_1


Menggerutu kecil,"Sejak kapan kak Kenzie jadi narsis?"


__ADS_2