Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 7.3


__ADS_3

Umi menatap tidak percaya kepada Abah. Urusan perjanjian 20 tahun yang lalu dia sama sekali tidak tahu karena pada saat itu Abah sedang bekerja di luar kota sementara dirinya tetap di rumah. Barulah setelah bertahun-tahun yang lalu Abang menceritakan tentang perjanjiannya dengan Ayah Azira. Dia mengatakan bahwa hidupnya telah diselamatkan oleh pasangan Ayah Azira sehingga dia memiliki hutang budi yang tidak bisa dibayar dengan uang. Untuk membalasnya dia mengadakan perjanjian pernikahan untuk anak-anak. Umi awalnya tidak setuju dengan keputusan Abah. Tapi ketika tahu kalau nyawa suaminya hampir saja direnggut, dia merasa bahwa keputusan ini tidak terlalu berlebihan.


Dan dia pikir tempat suaminya berhutang adalah Mama Humairah, itulah sebabnya dia memperlakukan Mama Humairah dengan baik mencoba menjalin hubungan pertemanan. Selama berteman tak pernah sekalipun Mama Humairah mengungkit masa lalu yang membuat Umi bingung sekaligus kagum. Dia mengira jika Mama Humairah rendah hati. Tapi setelah mendengar penjelasan suaminya sekarang, dia mengerti mengapa Mama Humairah tidak pernah mengungkit masa lalu. Bukan karena dia rendah hati, tapi karena memang dia tidak tahu apa-apa tentang masa lalu.


"Kenapa Abah tidak pernah mengatakan masalah ini kepadaku?" Umi menuntut jawaban kepada Abah.


Ini adalah masalah yang sangat penting, tapi mengapa suaminya tidak memberitahu masalah sepenting ini. Dan lihatlah apa yang telah dia lakukan kepada putri dermawan yang telah menyelamatkan nyawa suaminya, dia menghina dan merendahkannya. Rasa bersalahnya kini membanjiri di dalam hati. Kalau bisa dia akan memeluk Azira sekarang untuk memohon maaf atas semua yang telah dia lakukan kepadanya.

__ADS_1


"Aku tidak mengatakannya karena aku pikir Azira tidak pernah terlahir ke dunia ini. Yang aku tahu adalah wanita itu sedang mengandung Azira pada waktu itu. Dan aku tidak tahu apakah Azira laki-laki atau perempuan ketika lahir, tapi satu hal yang kukatakan kepada wanita itu bahwa bila yang lahir adalah perempuan maka Kenzie akan berjodoh dengannya. Tapi bila yang lahir adalah laki-laki, maka Kenzie akan menerimanya sebagai saudara. Bukan aku yang menentukan kata-kata ini pada saat itu tapi Kenzie lah yang mengatakannya sendiri. Mungkin karena terguncang oleh peristiwa itu dia membuat janji yang sangat serius kepada wanita itu."


Sekarang semuanya sudah dibuka oleh Abah. Ayah tidak tahu harus menaruh mukanya di mana karena perjanjian itu tampaknya tidak pernah dilupakan oleh Abah. Dia pikir dengan menggantikan posisi Azira, semuanya akan berjalan sesuai dengan harapannya. Walaupun dia tidak bisa membawa wanita itu pulang, tapi hubungannya dengan Abah tidak akan pernah terputus karena ada Humairah sebagai pengganti.


"Apakah yang dikatakan kakak benar, mas?" Mama sakit hati.


Dirinya tidak tahu bahwa ada rahasia besar dibalik perjanjian itu. Karena suaminya hanya mengatakan bahwa dia memiliki perjanjian pernikahan yang serius dengan keluarga Kenzie karena hubungan persahabatan. Dia kira itu tidak memiliki cerita tersendiri, tapi siapa yang tahu bila ada sepotong cerita yang dia lewatkan.

__ADS_1


"Apa yang kakak bilang memang benar. Tapi Humairah juga putriku, dia sudah jatuh cinta kepada Kenzie sejak pertama kali bertemu. Dan aku juga tahu bila Kenzie memiliki rasa yang sama kepada putriku. Bukankah tidak apa-apa mengganti objek perjodohan dengan Humairah? Biar bagaimanapun Humairah jugalah putriku, dia berhak menikah dengan Kenzie." Ayah sama sekali tidak mengerti apa yang Abah maksud.


Apa yang Abah pikirkan berbanding terbalik dengan apa yang Ayah pikirkan. Mama dan bibi Safa juga setuju apa yang dikatakan oleh Ayah. Secara logika Humairah juga anak Ayah, dan selain itu Humairah telah menjalin hubungan dengan Kenzie. Jadi patutnya Humairah memiliki kesempatan yang paling besar bersanding dengan Kenzie.


"Benar kak. Kami melihat dengan kedua mata kepala sendiri bagaimana Humaira dibesarkan di rumah. Dia memiliki hati yang lembut, jiwa yang pengasih, dan telah membuat banyak prestasi di bidang akademik serta non akademik. Sedangkan Azira dibesarkan di luar sana tanpa pengawasan dari kami. Kita tidak tahu bagaimana dia dibesarkan, sampai sejauh mana pendidikannya, dan apakah dia memiliki moralitas yang baik sebab Ibunya bekerja sebagai wanita malam di sebuah club malam. Jika Ibu yang melahirkannya saja bekerja seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan Azira mengikuti jejak Ibunya. Kita tidak tahu kan apa yang terjadi selama dia di luar sana? Jadi keputusan kak Rama untuk menggantikan Azira adalah benar menurutku. Humairah terbukti kualitas hidupnya. Kakak juga melihat sendiri kan bagaimana Humairah? Dia adalah pasangan yang cocok untuk putra kalian. Dengan Humairah, anak-anak yang dilahirkan nanti insyaa Allah terjamin nasabnya. Dan aku sangat yakin bahwa anak-anak akan menuruni sifat kedua orang tuanya. Inilah masalahnya, apa jadinya anak-anak yang lahir dari rahim Azira nanti? Mungkin saja dia pernah digauli oleh laki-laki lain? Benarkan, kita tidak bisa menebaknya. Jadi mengapa tidak memilih yang lebih baik di saat kalian telah dihadapkan oleh pilihan yang jauh lebih baik? Ini demi masa depan keluarga dan anak-anak." Bibi Safa berbicara dengan pikiran terbuka. Memberikan alasan yang logis dan masuk akal untuk membuat Abah berubah pikiran.


Pasalnya apa yang dia katakan memang faktanya seperti itu. Mereka semua tahu bahwa pekerjaan Ibu Azira tidak biasa. Dan dengan pekerjaan yang berbahaya tidak menutup kemungkinan Azira juga terseret. Hei, ini adalah dunia malam. Dunia gemerlap yang sangat sulit dihindari bagi mereka yang telah masuk ke dalamnya. Bibi Safa percaya bawa Azira mengikuti jejak Ibunya. Kenapa tidak?

__ADS_1


Azira sejujurnya menawan dan cantik jika melakukan perawatan. Apalagi dia masih muda, jadi wajar saja dia menjadi primadona bagi laki-laki hidung belang di luar sana. Cukuplah Ibu Azira sebagai akses dirinya masuk ke dalam dunia itu, bukankah ini wajar saja?


"Apakah apa yang kukatakan tadi belum jelas? Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku membuat perjanjian dengan kamu karena orang yang menyelamatkanku saat itu adalah Ibu Azira. Ibu Azira adalah dermawan di dalam hidupku jadi tentunya aku akan berjanji kepadanya. Dalam perjanjian itu apakah itu laki-laki atau perempuan yang dia lahir kan, aku akan tetap menepatinya. Sementara kamu, tidak peduli apakah kamu menikah dengan wanita lain dan memiliki anak dengannya, aku tidak akan peduli. Sebab aku tidak membuat janji apapun kepadamu. Terlepas dari seberapa baik Humairah, aku tidak bisa mengambilnya karena ada janji ini hanya untuk Azira. Aku akui bahwa perjanjian yang terjadi antara Humairah dan Kenzie adalah kesalahpahaman, kupikir Azira tidak ada di dunia ini jadi ku putuskan untuk menerima Humairah. Namun Allah datangkan Azira sehingga janjiku bisa ditepati. Terlepas apakah dia dibesarkan dengan cara yang salah atau benar, aku sama sekali tidak peduli. Aku percaya kepada putraku. Dia bisa mendidik anak-anaknya dengan baik bila Allah izinkan mereka memiliki anak. Ada juga aku dan istriku. Kami tidak mungkin membiarkan cucu kami mengambil jalan yang salah. Selama kami berdua masih bernafas, kami akan membantu mereka untuk merawat anak-anak. Di samping itu mengenai keraguan kalian terhadap kesucian Azira, aku cukup mendengarkan suara Kenzie. Seperti yang kalian bilang barusan, kalian tidak tahu seperti apa kehidupan di luar sana dan bagaimana caranya menjalani hidup, jadi mengapa aku harus mendengarkan suara orang yang tahu apa-apa? Dengarkan saja Kenzie. Dia sekarang suaminya, sebagai seorang suami dia jauh lebih tahu bagaimana istrinya. Apakah dia suci atau tidak, Kenzie lebih tahu dari kalian. Bukti bahwa dia tidak pernah mengatakan apa-apa tentang Azira kepada kami adalah bentuk penerimaan Kenzie terhadap Azira. Lalu kenapa kami harus merusak pernikahan ini bila Kenzie saja tidak mengatakan apa-apa?" Tidak seperti yang diharapkan oleh bibi Safa dan Mama, apa yang dikatakan Abah membuat mereka langsung bungkam.


__ADS_2