Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 17.6


__ADS_3

Staf kantin memandanginya heran. Soalnya Kenzie enggak mungkin makan makanan ini. Kebanyakan orang bilang enggak sehat meskipun enak dan berminyak. Apalagi untuk orang seperti Kenzie yang memiliki kata anti di wajahnya, mustahil makanan ini masuk ke dalam perutnya.


"Kok aneh ya, mbak. Dokter Kenzie enggak doyan makan di luar apalagi makan makanan berminyak seperti ini. Jujur ajalah, mbak, makanan ini sebenarnya dibeli untuk mbak makan sendiri 'kan?" Kantin staf meledek Nana karena bercanda bawa-bawa nama Kenzie.


Padahal dia sendiri yang mau makan. Duh, wanita mana sih yang tahan dengan godaan makanan di sini. Rata-rata perawat di sini sangat suka makan gorengan ataupun kue di sini. Ini bukan rahasia lagi.


Nana menggelengkan kepalanya geli. Dia menyerahkan nampan makanan kepada staf kantin tersebut setelah dirasa tidak ada lagi yang dibeli. Dan seharusnya dengan makanan sebanyak ini Azira pasti sangat cukup atau mungkin tidak bisa menghabiskannya.


"Aku serius, mbak. Dokter Kenzie-"


"Mas Kenzie?" Kata-kata Nana langsung terpotong.


Nana dan staf kantin kompak menoleh ke belakang. Entah sejak kapan Humairah berdiri di sana tanpa menggunakan seragam petugas medis di rumah sakit. Siang ini bukanlah shift nya bekerja, lantas kenapa Humairah ada di sini sekarang?

__ADS_1


"Biarkan aku yang membayar semua makanan ini." Humairah mengabaikan keheranan di wajah mereka berdua dan menyerahkan kartu kantin nya kepada staf kantin.


Nana melihat kartu itu dan langsung menghentikan Humairah.


"Jangan Humairah, aku yang akan membayarnya karena ini adalah tugas yang diberikan kepadaku oleh dokter Kenzie secara langsung." Tolak Nana dengan senyum ramah di wajahnya.


Humairah tidak mendengarkan Nana dan tetap menyerahkan kartu kantinnya kepada staf kantin.


Nana terdiam. Dia sendiri tidak bodoh untuk tidak mengetahui apa tujuan Humairah. Dan dia juga menebak kalau makanan ini pasti akan diambil alih oleh Humairah. Berpura-pura menggunakan alasan mengantarkan makanan untuk bertemu dengan Kenzie, ah, tapi sayang seribu sayang. Bukannya bertemu dengan Kenzie, mungkin dia akan di kecewakan karena akhirnya dia bertemu dengan Azira. Sumber dari kehancuran hidup Humairah.


"Oh, kalau begitu aku akan sangat berterima kasih." Kata Nana masih mempertahankan senyum ramahnya.


Karena Humairah ingin pergi sendiri ke jurang tanpa mendengarkan perkataannya, maka Nana tidak berdaya untuk menahannya lagi. Toh, dia sendiri yang mengirimkan dirinya.

__ADS_1


Selain itu Nana juga ingin Humairah belajar mengikhlaskan semua yang terjadi di masa lalu. Jangan hanya terpaku pada angan-angan di masa lalu yang jelas-jelas tidak memenuhi harapannya sekarang. Maka dari itu dia sangat berharap melalui pertemuan ini dengan Azira, Humairah akhirnya menyadari statusnya sekarang.


"Tidak masalah, Mbak Nana." Humairah tersenyum manis.


"Ah ya, ngomong-ngomong ngapain kamu di sini? Bukannya kamu dapat shift malam, yah?" Nana asal bertanya.


Staf kantin langsung menegakkan kedua telinganya ingin mendengar jawaban Humairah.


"Iya , Mbak, memang aku nggak ada shift kerja siang hari. Aku sengaja ke sini karena ada sesuatu yang perlu diurus." Kata Humairah samar.


Tentu saja dia tidak mau mengatakan alasannya karena dia tahu orang-orang ini pasti akan menertawakannya di belakang.


Walaupun Humairah tidak mengatakan yang sebenarnya tapi kotak makan siang yang sudah tidak asing lagi bagi mereka telah menjawab rasa penasaran mereka. Pasti Humairah datang ke sini untuk mengantarkan jatah makan siang kepada Kenzie.

__ADS_1


__ADS_2