Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 6.10


__ADS_3

"Ini kak, wanita gila ini mengatakan sesuatu yang tidak-tidak kepada kak Azira. Dia menuduh kak Azira sudah menikah dengan laki-laki tua dan menuduh aku sebagai anak dari laki-laki tua itu, padahal aku sudah mengatakan bahwa itu adalah Ayah kak Azira, tapi dia tidak mempercayainya dan tetap kukuh menuduh kak Azira." Orang pertama yang sadar adalah Sasa.


Dia langsung mengadu kepada Kenzie. Dengan nada bangga, matanya menatap arogan pada Tina yang entah sejak kapan tidak berani membuka mulut.


Kenzie melirik Tina dengan tatapan membosankan. Tina langsung mati rasa karena sikap cuek Kenzie membuat dirinya merasa malu. Kenzi memang tidak mengatakan apa-apa. Tapi sikapnya yang acuh bagaikan sebuah tamparan untuk Tina. Sebab Kenzie bersikap sekolah tidak menempatkan Tina di dalam mata.


"Kamu-"


"Apakah kamu adalah suami Azira?" Tanyanya dengan ekspresi antisipasi di wajah.


Dia adalah wanita yang bermuka tebal. Bahkan walaupun dia malu dengan sikap acuh tak acuh Kenzie, dia masih bisa tersenyum lebar kepada mereka bertiga.

__ADS_1


Kenzie mengangkat salah satu alisnya tidak menjawab.


"Wanita ini.... wanita ini tidak benar. Dia dan Ibunya sama-sama tidak benar. Mereka berdua adalah wanita ma-"


Azira tidak tahan lagi mendengarnya dan berkata dengan emosi membuncah,"Diam!"


Tina merasa Azira pasti takut rahasianya terbongkar.


"Kenapa?"


Adiknya bahkan dibuat melongo karena untuk pertama kalinya dia melihat Kenzie berbicara buruk dengan seorang wanita. Faktanya Kenzie tidak pernah merendahkan seorang wanita, di mata adiknya, dia selalu bersikap sopan seburuk apapun wanita itu. Tapi hari ini dia dibuat terkejut dengan perubahan Kenzie.

__ADS_1


Hanya untuk membela kak Azira? Batin Sasa di dalam hati.


"Kamu.... tidak tahu berterima kasih!" Malu bercampur marah, Tina pergi dengan kaki terhentak. Langkahnya sangat cepat seolah melarikan diri dari wabah penyakit.


Sasa sangat senang melihatnya pergi sementara Azira tidak bisa mengekspresikan perasaan yang kini dia rasakan di dalam hati.


Mas Kenzie kembali menolongku. Dan dadaku dibuat berdebar karenanya. Aku takut dengan reaksi ini. Ya Allah, jangan sampai aku jatuh cinta kepada mas Kenzie. Jangan sampai aku kehilangan arah karena diperlakukan baik oleh mas Kenzie...aku takut. Batinnya khawatir.


Bagaimana mungkin dia tidak khawatir?


Mereka berdua dari dunia yang berbeda. Dia terlahir dari keluarga miskin tanpa latar belakang yang baik, sedangkan suaminya berasal dari kalangan orang kaya dan memiliki latar belakang keluarga yang luar biasa. Selain itu juga dia masih ingat bahwa pernikahan ini terjadi karena balas dendam dan Kenzie...

__ADS_1


Mungkin bertekad ingin membalas dendam kepadaku. Batin Azira bingung.


"Lain kali bila bertemu dengan orang seperti ini lebih baik pergi saja agar tidak membuang-buang waktu." Ucap Kenzie seraya melepaskan tangannya dari pinggang Azira dan berjalan menjauh mencari tempat duduk.


__ADS_2