
"Aku tidak bercanda, istriku. Kita pernah bertunangan sebelumya." Kenzie tertawa.
Dia tahu ini kedengarannya mungkin mustahil bagi Azira. Karena Kenzie juga sempat merasa begitu ketika Abah dan Umi menceritakan tentang pertunangannya sama Azira. Dan ini adalah salah satu faktor kenapa Kenzie memutuskan untuk benar-benar serius dengan Azira.
Berawal dari ketertarikan, kemudian terbukanya sebuah rahasia, Kenzie tidak punya alasan apapun untuk menolak Azira. Dia bersedia mempertimbangkan keberadaan Azira ketika baru menikah dan setelah mengetahui rahasia ini, keputusan Kenzie bulat sepenuhnya kalau Azira adalah istrinya. Istri yang dia pilih sendiri ketika waktu kecil dulu.
"Mas... Kapan kita bertunangan, mas? Aku tidak ingat pernah bertunangan dengan mas Kenzie. Selain itu ketika kecil aku tinggalnya di kampung, sedangkan mas Kenzie ada di kota. Terus terang saja, aku tidak tahu apakah kita memiliki kesempatan bertemu saat kecil karena kita berasal dari dunia yang berbeda. Sebelum mencari Ayah, aku belum pernah ke kota. Dan aku juga yakin kalau mas Kenzie belum pernah datang ke kampung ku, jadi kesimpulannya kita tidak memiliki kesempatan apalagi sampai bertunangan." Azira menganalisis dengan hati-hati.
Saat masih kecil dulu yang ada di dalam pikirannya hanya bermain dan bermain, dia tidak pernah mengenal cinta apalagi sampai main cinta-cintaan, anak seusianya di zaman itu tidak memiliki waktu untuk bermain drama.
Mungkin anak zaman sekarang bisa-bisa saja. Soalnya teknologi sudah maju. Anak 3 tahun pun telah memiliki ponsel di tangan, jadi tidak heran anak-anak kecil mulai main cinta-cintaan di saat usia mereka belum siap mengenal cinta.
"Itu belum tentu, istriku. Sejauh apapun jarak diantara kita, Allah selalu punya cara untuk mempertemukan kita. Apakah kamu ingat alasan kenapa aku akan menikah dengan Humairah dulu?"
Azira menganggukkan kepalanya. Suaminya bilang itu karena perjodohan.
"Nah, aku akan menikah dengan Humairah karena perjodohan. Kami sudah bertunangan sejak kecil. Meskipun aku tidak menyukainya, tapi karena kami telah bertunangan, maka aku tidak bisa mengelak dan dengan pasrah menerima pengaturan kedua orang tua kita. Perjodohan, aku memang seharusnya menikah karena perjodohan ini tapi bukan bersama Humairah melainkan dengan kamu istriku, Azira Humaira."
Sebagian dari apa yang dikatakan oleh Kenzie memang dia pahami, tapi sebagiannya lagi membuat Azira bingung.
"Kenapa seharusnya aku?"
Kenzie tersenyum lembut.
"Karena tunanganku yang sebenarnya adalah kamu dan bukan dia. Beberapa tahun yang lalu Abah membawaku ke sebuah tempat untuk mengurus proyek pekerjaannya. Suatu hari aku dan Abah mengalami kecelakaan, coba tebak siapa yang menyelamatkan kami berdua saat itu?"
Azira tidak tahu. Jadi bagaimana mungkin dia bisa menebaknya?
Azira bercanda,"Mungkinkah itu Ibuku?" Soalnya Ibu pernah bilang pernah menyelamatkan seorang Ayah dan anak dari sebuah kecelakaan.
Ini cerita lama. Jauh sebelum Azira lahir di dunia ini. Ibu tidak mengatakan sesuatu yang aneh, hanya menceritakan salah satu potongan hidup Ibunya saat berada di kampung dulu.
"Bingo! Jawaban kamu tepat sekali."
Azira terkejut,"Hah?"
Kenzie tertawa lagi. Reaksi istrinya sangat imut.
"Iya, orang yang menyelamatkan kami adalah Ibu. Dan gara-gara insiden itu kami berkenalan dengan Ibu serta Ayah mu. Kebetulan pada waktu itu Ibu sedang mengandung kamu, untuk berterima kasih atas penyelamatan yang dilakukan oleh Ibu, Abah ingin memberikan beberapa hadiah. Tapi Ibu menolak, katanya itu hanya kebetulan saja. Dan kamu tahu nggak yang paling konyol dari cerita itu?"
Azira sekarang sangat tertarik dengan cerita suaminya. Apalagi itu berkaitan dengan masa lalu mereka berdua.
Azira mengantisipasi,"Apa?"
"Itu aku. Umurku masih kecil pada waktu itu tapi pikiranku benar-benar tak tertahankan. Melihat Ibu sedang hamil, aku meminta Abah untuk membuat kontrak pertunangan di antara aku dan calon bayi di dalam perut Ibu. Bila yang lahir adalah laki-laki, maka dia akan menjadi saudaraku. Dan bila yang lahir adalah perempuan, maka dia akan menjadi istriku di masa depan kelak. Semua orang menertawakan ku, tapi Abah menganggap serius apa yang aku katakan. Kontrak pertunangan ini masih Abah pertahankan sampai dengan hari ini. Sampai akhirnya bertahun-tahun kemudian. Ayah tiba-tiba datang ke rumah kami bersama Humairah. Dia memperkenalkan Humairah kepada kami dan meminta kontrak pertunangan untuk segera dilaksanakan. Abah pikir kamu adalah Humairah pada awalnya, tapi saat ditelusuri Humairah ternyata lahir dari istri kedua Ayah. Abah sebenarnya tidak mau melanjutkan kontrak pertunangan itu. Tapi Ayah beralasan bahwa Ibu dan kamu sudah meninggal, jadi untuk melanjutkan kontrak pertunangan, dia menggantikan kamu dengan Humairah. Namun istriku tersayang, rencana Allah selalu tidak terduga. Sekalipun Ayah memanipulasi kebenaran, tapi Allah selalu punya cara untuk mengungkap kebenaran itu. Salah satu rencana-Nya adalah mempertemukan kita di dalam pernikahan yang tak biasa. Ayah berusaha menutupi kamu dari kebenaran, tapi Allah dengan mudah mengirim kamu untuk duduk di sampingku saat ijab kabul. Apa kesimpulan dari cerita ini istriku?" Kenzie bertanya lembut kepada istrinya.
Azira tidak mengatakan apapun untuk merespon suaminya. Mulutnya diam membisu bukan karena marah ataupun karena sedih tapi karena dia sangat bahagia dan takjub pada saat yang sama, hingga membuatnya tak bisa berkata-kata. Begitu indah skenario Allah untuknya. Begitu menakjubkan skenario tak terduga yang Allah siapkan untuk hidupnya. Dengan semua kejutan ini, apakah dia masih tega berpikir kalau Allah itu tidak adil?
__ADS_1
Apakah dia masih tega mengira Allah hanya menciptakan dirinya hanya untuk dijadikan permainan?
Apakah dia masih tega berburuk sangka kepada Allah, padahal Allah telah menyiapkan kejutan yang sangat luar biasa untuk mengobati semua rasa sakit atas ujian yang dia lewati selama ini. Masih tega kah dirinya?
Padahal Allah senantiasa bersamanya. Mendengarkan tangisannya dan menampung keluhannya. Allah tidak segera memberikannya kebahagiaan bukan karena Allah tidak mau, tapi karena waktunya belum tepat.
Benar, dan sekarang adalah waktu yang tepat. Mulai dari menikahi hingga ke titik ini, sebagian besar dari hari-harinya dilalui dengan banyak tertawa dan tersenyum, sebab Allah memberikannya keluarga yang sangat luar biasa baik untuk mengobati semua rasa kesepiannya.
Ya Allah, tolong maafkan diriku. Sungguh betapa kejam diriku telah berburuk sangka kepada-Mu. Ya Allah, aku adalah hamba-Mu yang hina dan penuh dosa, aku tahu bahwa semua prasangka buruk ku kepada-Mu telah mengecewakan Engkau. Tapi aku tahu Engkau tidak menyerah kepadaku. Karena jika tidak, Engkau mungkin tidak akan ridho mempertemukan dengan laki-laki hebat yang ada di depan ku ini. Sungguh, aku sangat bersyukur. Aku bersyukur karena Engkau senantiasa melindungi dan menyiapkan hari-hari menakjubkan yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Hari di mana aku di kelilingi oleh orang-orang baik, orang-orang yang tulus kepadaku dan menghargai ku. Terutama suamiku, mas Kenzie. Terima kasih ya Allah, sungguh aku bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan kepadaku, alhamdulillah. Batin Azira dipenuhi oleh rasa syukur di dalam hatinya.
Dia sangat bahagia.
"Jangan menangis lagi, istriku." Kenzie buru-buru mengelap tangannya basah di baju sebelum menyentuh wajah basah istrinya.
Dia sangat tertekan melihat istrinya begitu mudah menangis.
"Aku tidak menangis, mas." Azira membantah namun diam saja melihat suaminya menghapus air mata di wajahnya.
Kenzie tertawa. Hari ini dia merasakan berbagai macam emosi. Dia lebih banyak tertawa, sempat menangis juga, dan sering merasa marah. Dan itu semua untuk satu orang, yaitu Azira Humaira, istrinya terkasih.
"Baiklah, kamu tidak sedang menangis." Kenzie melanjutkan lagi pembicaraannya tadi.
"Kesimpulan dari cerita ini adalah kamu bukan seorang pengganti baik untuk adikmu ataupun untuk Amara. Sejak awal, Kamu adalah tunanganku, wanita pertama yang berhasil menarik perhatianku, dan istri pertama ataupun terakhir yang akan selalu mendampingi potongan-potongan hidupku di masa depan nanti. Ingat, kamu adalah bidadari duniaku dan wanita surgaku yang insya Allah membuat iri para bidadari di surga. Jadi tegakkan kepalamu dan jangan pernah merasa ragu, sebab aku adalah milikmu sepenuhnya. Dan aku perlu menekankan satu hal kepada kamu, yaitu... Kamu bukanlah wanita jahat. Kamu hanya mengambil hak yang seharusnya menjadi milik kamu. Jika mereka menganggap kamu sebagai wanita maka baiklah, tidak masalah menjadi wanita jahat. Karena aku lebih suka kamu menjadi wanita jahat jika itu satu-satunya cara untuk mempersatukan kita berdua. Mengerti sekarang?"
Azira merasa meleleh. Suaminya ini berulang kali mengatakan bahwa dia tidak pandai mengungkapkan cinta, tapi faktanya apa? Dia adalah orang yang sangat pandai mengungkapkan cinta. Ugh, hatinya meleleh mendengarkan kata-kata arogan suaminya mendominasi. Di samping itu dia juga merasa hangat. Apa yang telah dikatakan oleh suaminya sangat menyentuh hati. Matanya jadi perih ingin menangis terus. Tapi dia tidak bisa menangis terlalu banyak, karena suaminya pasti akan cemas.
Ah... Memang terdengar berlebihan. Azira kira jatuh cinta semanis ini hanya ada di dalam novel-novel, tapi ternyata juga ada di dunia nyata karena dia sendiri yang mengalaminya.
Kenzie juga ikut tertawa. Dia menarik Azira masuk ke dalam pelukannya untuk berbagi kehangatan.
"Aku juga sangat bahagia. Aku sangat bahagia, istriku. Terima kasih... terima kasih karena telah hadir di dalam hidupku."
Azira tersipu malu,"Mas Kenzie bilang sebagai pasangan suami-isteri kita tidak boleh mengucapkan terima kasih." Azira mengingatkan dengan murah hati.
Kenzie lantas tertawa terbahak-bahak. Suaranya renyah dan menyenangkan indera pendengaran. Azira suka.
"Aku tidak tahu... Hanya ingin mengungkapkan kata-kata ini saja. Terima kasih." Kenzie tidak tahu harus berkata apa lagi.
Pokoknya dia sangat bahagia, benar-benar bahagia.
"Terserah maunya mas Kenzie aja." Azira tidak memberikan komentar apa-apa lagi.
Karena dia tahu apa yang dirasakan oleh suaminya. Kebahagiaan memenuhi dada, mau diungkapkan tapi sangat sulit. Agak rumit memiliki bahasa yang cocok untuk mengungkapkan betapa bahagia hatinya sekarang. Mungkin ungkapan terima kasih telah mewakilkan segala perasaan.
Terima kasih, singkat dan sederhana. Tapi penuh akan makna.
"Tunggu dulu." Kenzie tiba-tiba teringat dengan air hangat yang dia lupakan.
__ADS_1
Azira buru-buru mengangkat kakinya.
"Sudah lebih baik, mas. Tidak perlu dilanjutkan lagi." Kata Azira tidak mau menerima service pijatan dari suaminya.
Kenzie tidak memaksa. Tapi diam-diam dia membuat rencana di dalam hatinya. Mungkin setelah episode malam ini, dia akan menyempatkan diri memberikan istrinya pijatan air hangat di kaki.
"Baiklah, airnya juga sudah dingin dan tidak bisa digunakan lagi. Aku akan membuang airnya." Kenzie pergi membawa wadah itu ke kamar mandi dan beberapa detik kemudian kembali dengan handuk putih di tangan kanannya.
Duduk bersila di atas karpet, dia membawa kali basah istrinya ke atas paha untuk dikeringkan. Azira sangat ketakutan. Dia menari kakinya pergi, tapi tangan kuat Kenzie menahannya agar tidak pergi. Terpaksa Azira membiarkan Kenzie mengelap kedua kakinya yang basah.
"Sejujurnya tidak perlu melakukan ini. Aku merasa menjadi istri yang durhaka untuk kamu, mas." Kata Azira manis sekaligus tidak berdaya.
Kenzie mengangkat bahunya tidak perduli.
"Aku ridho kok melakukan ini. Bila kamu senang, aku akan lebih senang. Maka biarkan saja aku memanjakan kamu." Katanya acuh tak acuh.
Dia senang melakukannya. Dan ini murni keinginan dirinya sendiri. Jadi tak perlu sungkan. Kemudian saat fokus mengelap kaki istrinya, dia ingat asistennya beberapa saat yang lalu telah mengirim video rekaman CCTV rumah sakit yang dia minta tadi siang. Dia buru-buru mengambil ponsel yang sempat diabaikan untuk menyenangkan hati istrinya.
"Oh ya, asistenku sudah mengirim video rekaman CCTV di rumah sakit. Nih, kamu bisa melihatnya sendiri." Sambil menyerahkan ponselnya ke Azira.
Azira tidak ragu mengambilnya. Ini ponsel baru suaminya. Sama persis dengan ponsel suaminya yang hilang. Jika Azira tidak memegangnya, maka dia tidak tahu kalau ini baru saja dibeli soalnya masih baru.
"Um... Bolehkah aku mengambil video ini?" Azira meminta izin kepada suaminya.
Kenzie tersenyum dan langsung menjawab lugas.
"Ambil saja, dan kirim ke nomor asing yang mengganggu kamu. Kita tidak tahu siapa dia, tapi jelas tujuannya tidak baik. Dia ingin menghancurkan rumah tangga kita, sungguh bermimpi!" Kata Kenzie kesal.
Sebenarnya dia bisa saja mencari tahu siapa dalang dibalik nomor asing itu. Tapi dia suka bermain dan berhubung orang itu juga suka bermain, maka bermainlah. Layani dengan baik dan buat dia muntah darah!
"Baik, mas. Aku akan mengirimnya sekarang." Azira meneruskan video itu ke nomor kontaknya.
Beberapa detik kemudian muncul notifikasi di ponselnya. Azira langsung membukanya dan meneruskan kembali video itu ke nomor asing yang telah menerornya.
Dengan klik, semuanya selesai.
Azira tertawa membayangkan betapa buruk ekspresi orang itu ketika melihat potongan video ini. Hah, mereka mungkin tidak menyangka kalau Azira akan membalas dengan cara yang arogan!
"Ngomong-ngomong, mas, apakah kamu tidak merasa lapar?" Azira tadi tempat makan malam, tapi cuma sedikit karena perutnya lagi-lagi membuat masalah.
Kenzie dengan sigap menjawab lapar meskipun dia sendiri sudah kenyang.
"Lapar. Mau aku masakin sesuatu? Aku nggak terlalu pandai memasak, tapi kalau membuat makanan sederhana aku masih bisa." Kenzie menawarkan.
Dia berharap Azira mau soalnya dia ingin melihat Azira mencoba masakan buatannya sendiri.
Anehnya, memikirkan masakan Kenzie membuatnya langsung ngiler. Perutnya jadi semakin lapar rasanya.
__ADS_1
"Mau, mas." Azira agaknya tidak sabar.
Kenzie tertawa. Dia menyingkirkan handuk itu sebelum menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar.