Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 19.2


__ADS_3

Pulang dari butik Azira pertama-tama meluangkan waktu mengobrol dengan Umi dan Abah untuk membicarakan masalah liburan besok bersama Kenzie. Tidak hanya membahas tentang liburan besok tapi mereka juga membahas tentang beberapa topik menyenangkan. Pukul 10 malam, Azira naik ke kamar sendirian untuk mulai berkemas. Dia tidak bilang kepada suaminya dan mengerjakan semuanya sendirian di dalam kamar. Liburan mereka hanya 3 hari saja, tidak perlu menyiapkan banyak pakaian. Yang paling penting membawa pakaian hangat karena mereka akan berlibur di puncak yang mana hawa di sana sangat dingin.


Cklak


"Mas," Panggil Azira melihat suaminya masuk ke dalam kamar.


"Kenapa kamu tidak bilang sedang berkemas di dalam kamar? Aku kira kamu sudah tidur." Kenzie langsung bergabung dengan Azira untuk mengemas beberapa barang.


Khususnya barang-barang dirinya yang masih belum Azira selesaikan karena kesulitan memilih beberapa barang seperti ****** *****, kebutuhan pribadi dan sebagainya.


Azira tersenyum malu.


"Kamu lagi sibuk berbicara dengan Abah, aku nggak tega ganggu pembicaraan kalian."


Kenzie menggelengkan kepalanya.


"Ganggu saja tidak apa-apa. Toh, ini cuma obrolan santai. Lain kali jangan bekerja sendirian, ngerti?" Peringat Kenzie.


Azira dengan cepat menganggukkan kepalanya mengerti. Dia malah senang karena suaminya berinisiatif untuk membantunya. Walaupun pekerjaan ini sangat ringan dan mudah, tapi alangkah menyenangkan jika Kenzie mau membantunya.


"Usahakan kamu membawa pakaian hangat soalnya puncak dingin banget. Tapi kalau kamu nempel terus sama aku, ya nggak apa-apa pakai baju apa biasa aja. Aku senang kok di tempelin sama kamu." Ujar Kenzie berbicara dengan wajah lempengnya.


Sikapnya yang murah hati menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak keberatan di repot kan oleh Azira.


Azira tertawa malu. Dan baru sekarang dia tahu kalau suaminya ini memang orangnya narsis proses seperti yang adik ipar nya bilang.

__ADS_1


"Nah kalau aku nempel terus sama kamu, trus gunanya apa dong kita pergi liburan puncak?" Balik Azira bercanda.


Namun wajah malu-malu nya yang bersemu merah bersinar terang di mata suaminya. Sang suami menatap pipi merah Azira lalu bergerak menyamping melihat bibir ranum nan merah yang sedang menarik garis senyuman. Memancarkan godaan saraf yang kuat untuk segera disentuh, dilahap dan disentuh sesuka hati. Jakunnya tanpa sadar bergerak naik turun seiring semakin jauh pikirannya mengembara.


Azira sama sekali tidak menyadari bila ada serigala buas yang sedang menggerakkan ekornya dengan liar di sini.


"Justru karena itu aku membawa kamu ke puncak. Semakin dingin tempatnya maka semakin nyaman kamu menempeli ku. Hehehe...kurasa setiap pasangan yang tengah berbulan madu memiliki ide yang sama denganku. Azira," Kenzie mengambil tangan Azira dan menariknya lebih dekat.


Azira langsung gugup. Badannya jadi panas dingin ditatap intens oleh mata suaminya.


"Mas?" Azira memanggil ragu.


Kenzie tersenyum manis, senyuman ini mampu menyihir hati Azira hingga merasa kakinya meleleh dan berakhir bersandar lemas di dalam pelukan kuat suaminya.


Azira tidak tahan dengan pesona kuat suaminya.


"Mas?" Azira secara alami memejamkan matanya nyaman merasakan usapan lembut di sudut matanya.


Sentuhan suaminya sangat ringan, seringan capung tapi sensasi yang ditinggalkan begitu manis dan hangat di hati Azira.


"Aku suka mencium wangi rambut kamu..." Bisik Kenzie.


Menurunkan tangannya untuk menyingkirkan jilbab panjang yang menutupi mahkota indah istrinya. Beberapa detik kemudian wangi shampoo istrinya langsung menabrak penciuman hidungnya, memanjakan dirinya dalam sentuhan rambut panjang nan legam milik istrinya yang berayun manis mengikuti tangannya. Kenzie puas dan semakin merasa haus.


Kelopak mata Azira bergetar menyadari perubahan fisik suaminya. Tangan kanannya dengan ragu-ragu bergerak hati-hati mengusap dada bidang suaminya.

__ADS_1


"Mas Kenzie.." Azira tergoda tapi... mereka tidak bisa melakukannya sekarang karena belum selesai packing-packing!


"Azira rambut kamu sangat wangi..." Kenzie tidak tahu keluhan istrinya dan sibuk menyelami dunianya sendiri.


Kepalanya merendah menyentuh puncak kepala Azira. Batang hidungnya yang tinggi bergesekan dengan rambut hitam Azira yang wangi, bernafas lembut menikmati sapuan wangi shampoo yang baru-baru ini membuatnya kecanduan.


Dia suka. Dia suka wangi yang ada di rambut ataupun tubuh istrinya. Dia kecanduan.


"Kita masih belum selesai... beres-beres, mas.." Dengan sudah payah Azira menyelesaikan ucapannya.


Sebab suaminya terlalu manis dan lembut!


Kenzie tidak perduli.


"Kita besok berangkat jam 10 siang, masih ada waktu untuk beres-beres.." Jawabnya meremehkan.


Azira tahu suaminya akan menjawab ini. Dan sejujurnya dia tidak keberatan!


"Tapi...kita belum mandi- mas!" Lagi-lagi lehernya digigit!


Azira ingin menangis. Soalnya gigitan suaminya sakit!


Kenzie tertawa rendah. Bibirnya mengecup sayang tanda baru yang baru saja dibuat di leher istrinya.


"Kita bisa mandi setelah kenyang. Jadi pertama-tama...ayo makan malam penutup dulu, sayang..." Bisiknya rendah di samping telinga Azira.

__ADS_1


Telinga Azira rasanya panas dan gatal. Dia ingin menggaruknya tapi berusaha menahan diri.


Pasrah,"Terserah mas Kenzie saja..." Bisiknya tidak berdaya namun diam-diam bahagia di dalam hatinya!


__ADS_2