Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 25.9


__ADS_3

Kenzie sudah menebak hasil ini. Untuk itu dia sudah mempersiapkan kejutan lain untuk Amara.


"Nah, karena kamu memiliki seorang saksi maka aku pun juga memiliki saksi. Ini yang kedua sekaligus yang terakhir, kejutan khusus untuk kamu." Kenzie mengotak Atik ponselnya sebentar dan meletakkannya kembali di atas meja.


Amara kembali merasakan firasat buruk. Kejutan apa lagi yang menantinya?


Amara tidak tahu apalagi yang ditemukan oleh Kenzie. Selain rahasia di villa Amara berpikir bahwa sudah tidak ada lagi kekurangan yang dia miliki. Namun kepercayaan dirinya segera menguap. Dia tidak berani terlalu percaya diri dan takutnya dia akan berakhir seperti tadi. Berakhir dipermalukan dan dimarahi oleh Umi serta yang lainnya.


"Tidak bisakah kita melupakan pembicaraan ini." Amara memaksakan senyum di wajahnya.


Dengan mengatakan ini, itu sama artinya dia mengangkat tangan. Mengalah dan tidak mau melanjutkan lagi permasalahan ini. Dia adalah orang yang cerdas. Salahnya sendiri yang terlalu ceroboh masuk ke dalam kandang lawan. Dia sama sekali tidak menyangka bila lawan memiliki senjata untuk mengalahkannya.


"Untuk apa terburu-buru. Karena kamu datang ke sini menuntut keadilan, maka aku akan memberikan keadilan yang kamu tuntut. Semoga keadilan ini dapat memuaskan kamu." Kata Kenzie acuh tak acuh.


Wajah Amara langsung memucat. Kenzie sangat kejam kepadanya. Tidak adakah titik rasa simpati atau kasihan yang Kenzie miliki untuknya mengingat hubungan pertemanan mereka dulu?


Mengapa Kenzie bertindak sangat kejam?


Sayang sekali, baru hari ini matanya terbuka bila orang yang sangat dia cintai dan kejar dengan susah payah adalah orang yang sangat kejam. Mengapa dia baru menyadari bahwa orang ini tidak memiliki rasa simpati sedikitpun kepadanya?


"Awalnya aku tidak mau melakukannya."

__ADS_1


Deg


Kedua bola mata amara melotot kaget mendengar suara wanita itu. Ini adalah suara wanita yang ikut memasak di dapur bersama Azira. Dia adalah saksi kunci kejadian tersebut. Bagaimana mungkin saksi kuncinya kini berbicara di dalam rekaman ini?


Dia bingung sekaligus heran, matanya yang kebingungan menatap Kenzie linglung. Jadi ini yang dimaksud sebagai kejutan khusus?


Tak heran Kenzie sangat tenang berhadapan dengannya saat ini. Bukan karena hal lain, tapi karena dia sudah melihat semuanya. Sejak awal permainan ada di bawah kendali tangannya.


"Namun suamiku tergiur oleh uang besar yang ditawarkan Amara dan Nabil. Suamiku kekurangan modal untuk menjalankan bisnis jadi mau tidak mau dia menyanggupi rencana ini. Sebenarnya aku pribadi tidak mau melakukannya tapi suamiku bilang kita harus melakukannya karena dia dan teman-teman yang lain lebih setuju Amara bersanding dengan Kenzie daripada dengan Azira. Bagi suamiku dan teman-temannya, Azira memiliki banyak kekurangan. Dia adalah seorang pengganti yang tidak tahu malu, mendapatkan Kenzie dengan cara merebut pernikahan adiknya sendiri. Lalu dia juga berasal dari tempat kumuh dengan latar belakang keluarga yang sangat memalukan. Bukan rahasia lagi bagi suamiku dan teman-temannya, mereka sudah tahu bila Azira memiliki seorang ibu yang bekerja sebagai wanita malam. Dengan faktor ini saja suamiku dan teman-teman yang lain sangat keberatan Azira menjadi istri Kenzie. Mereka tidak rela teman SMA mereka harus berakhir dengan orang yang seperti itu. Jangan melihat sisi yang dua ini faktor bahwa Azira tidak memiliki pendidikan yang tinggi dan tidak berprestasi semasa sekolah adalah bukti valid, bahwa Azira tidak bisa memiliki Kenzie. Jelas bukan aku yang mengatakan ini tapi Amara dan Nabil yang mencuci otak mereka semua. Mereka berdua mengisyaratkan bahwa satu-satunya orang yang pantas adalah Amara. Kamu juga tahu sendiri kan Amara memiliki latar belakang keluarga yang sangat baik. Selain itu karirnya menjulang tinggi, jauh lebih baik daripada Azira. Kamu bisa bayangkan sendiri apa yang suamiku dan teman-temannya pikirkan setelah didikte oleh Amara dan Nabil. Lalu hasilnya seperti yang kamu tahu, kami membuat rencana dan lokasinya di villa keluarga Amara. Di sana aku tidak melakukan apa-apa kecuali berdiri sebagai saksi mata seolah-olah aku melihat dengan kedua mata kepalaku sendiri bila Azira telah memaksa Amara untuk memakan sesuatu yang tidak benar. Begitulah cerita yang sesungguhnya."


Sepanjang wanita itu memberikan kesaksian Amara tampak sangat linglung, matanya tidak fokus menatap ke arah mana dan bibirnya kelu tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun untuk membuat pembelaan. Kali ini benar-benar habis. Sungguh benar-benar habis. Saksi yang dia andalkan ternyata entah sejak kapan telah memberikan kesaksian kepada pihak Kenzie.


Pantas saja... Pantas aja wanita itu selalu menolak setiap kali aku mengajaknya bertemu. Dia memiliki banyak alasan untuk mengelak ku. Padahal sebelumnya jika aku menyebut kata uang dia langsung setuju, tapi baru-baru ini tidak peduli sebanyak apapun uang yang ku sebutkan, dia tetap menolak keluar bersamaku. Awalnya aku kira itu aneh, tapi aku dengar-dengar dia sangat sibuk baru-baru di luar jadi aku beranggapan tidak ada sesuatu yang salah dengan penolakan wanita itu. Tapi setelah mendengarkan kesaksiannya sekarang, aku menyadari bila wanita itu telah lama berkhianat. Sungguh, ini sangat memalukan. Batin Amara akhirnya menemukan jawaban mengapa sikap wanita itu berubah baru-baru ini.


"Jadi mas Kenzie sudah tahu semuanya?" Tanya Amara kosong.


Semua arogansi dan kesombongan yang dia miliki ketika pertama kali datang ke sini telah musnah. Di bawah semua bukti-bukti yang Kenzie tunjukkan kepadanya, dia tidak dapat membela diri ataupun membantah seperti sebelumnya.


Kenzie menundukkan pandangannya menatap jari jemari ramping istrinya yang memanjakan mata. Kenzie tidak hanya suka menyentuhnya tapi dia juga suka memandangnya.


Mas Kenzie kok lama-lama ngeselin ya? Batin Azira menyadari suaminya tidak ada di dunia yang sama dengan mereka bertiga.

__ADS_1


Di saat mereka bertiga tegang mendengarkan rekaman Kenzie malah asik-asikan memainkan jari-jarinya. Azira mau heran tapi ini suaminya. Azira mau negur tapi di sini ada Amara. Dan untuk menumbuhkan citra bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sangat mesra, Azira mau tidak mau harus membiarkan suaminya melakukan apapun padanya. Yah, selama itu dalam batas wajar-wajar saja maka dia tidak keberatan. Sejujurnya... Dia sangat puas dengan sikap intens suaminya. Kemesraan yang suaminya tunjukkan bagaikan sebuah tamparan keras untuk semua ilusi Amara. Azira sangat menikmatinya.


"Aku sudah tahu makanya kemarin aku sempat memperingatkan kamu agar jangan membuat masalah untuk istriku lagi. Tapi kamu tidak mau mendengarkan dan dengan bodohnya datang ke rumahku untuk menuntut, Amara... Jangan naif. Dulu aku diam saja kamu menggangguku karena aku menghormati kamu sebagai seorang wanita dan dulu aku diam saja ketika kamu menyebarkan rumor tentang hubungan kita ke dunia luar karena aku beranggapan bahwa itu sama sekali tidak penting karena faktanya itu tidak benar. Tapi sekarang kamu tidak bisa berbuat semau mu lagi kepadaku apalagi sampai menyakiti istriku ataupun keluargaku, aku tidak akan diam saja. Bahkan sekarang aku masih berencana untuk melaporkan kamu ke kantor polisi karena kamu sudah memfitnah istriku. Aku sangat ingin melakukannya tapi sekali lagi itu tergantung suara istriku. Bila istriku bersedia melaporkan kamu, maka aku memastikan bahwa kamu akan memiliki tempat terbaik dan mendapatkan hukuman yang setimpal di pengadilan nanti. Tapi bila istriku bermurah hati memaafkan kamu, maka aku tidak masalah melepaskan kamu asalkan dengan syarat kamu tidak diizinkan lagi memperlihatkan wajahmu kepada kami. Dan bila memang suatu hari kita bertemu maka bersikaplah seolah kita tidak saling mengenal. Bukan karena kami ingin memutuskan hubungan silaturahmi, tapi ini murni untuk menjaga hubungan tetap damai. Namun bila suatu hari kamu datang membuat masalah lagi kepada keluarga ku dan Azira, maka mau tidak mau aku akan melaporkan kamu ke polisi. Ingat baik-baik, semua bukti-bukti ini masih ada di tanganku dan di tangan pengacaraku. Aku tidak akan pernah menghapus semua bukti-bukti ini untuk berjaga bila satu hari kamu membuat masalah lagi kepada kami. Dan ingatlah pelajaran hari ini, garis bawahi namaku baik-baik biar kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama karena aku bukan orang yang mudah dibodohi." Kata Kenzie berbicara dengan suara rendah.


Jika dia ingat video rekaman CCTV saat istrinya pulang malam-malam sambil berjalan kaki tanpa arah, Kenzie rasanya ingin sekali menjebloskan Amara ke penjara. Dia akan memberikan tempat terbaik bagi amarah di dalam penjara dan memastikan bahwa Amara mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua yang dia lakukan kepada istrinya. Namun Kenzie tidak mau egois, masih jelas apa yang Abah pernah katakan kepadanya bahwa utamakan memaafkan. Maafkan orang yang berbuat salah untuk pertama kalinya, lalu maafkan orang yang berbuat salah untuk yang kedua kalinya, dan berikan maaf kepada orang yang berbuat salah untuk yang ketiga kalinya. Pada waktu itu bila orang yang berbuat salah belum menyadari juga arti maaf yang diberikan maka berikan dia efek jera misalnya seperti menjebloskannya ke penjara selama ada bukti. Namun kesempatan ini juga tidak berlaku untuk semua kesalahan. Bila orang itu melakukan kesalahan besar, maka memaafkan boleh tapi berikan juga efek jera agar ada rasa penyesalan. Namun bila kasusnya seperti yang dialami oleh Azira, tidak berat ataupun tidak sepele maka berikan kesempatan sekali saja apalagi dia adalah seorang wanita, jika mengulangi kesalahan lagi berikan maaf dan efek jera pada saat yang sama. Sabar memang tidak ada batasnya, tapi ada saatnya seseorang merasa jenuh bila terus-menerus tersakiti.


"Aku... Aku melakukan semua ini demi mas Kenzie." Kata Amara dengan kepala tertunduk. Dia tidak berani melihat ke arah Kenzie.


Rasanya sangat memalukan. Dia merasa terjebak dalam kumbangan lumpur sementara Kenzie di bawah payung hamparan rumput hijau yang sangat bersih, seakan-akan mereka berdua dari dunia yang berbeda.


"Demi Kenzie kamu bilang? Tidak, semua yang kamu lakukan bukan demi Kenzie tapi demi keserakahan kamu sendiri. Mulai dari memaksanya untuk berhutang budi, memintanya untuk mewujudkan impian kamu sebagai seorang dokter padahal Kenzie tidak pernah berminat terjun ke dunia medis, dan sekarang kamu mencoba membuat perselisihan di antara Kenzie dan menantuku. Apakah menurutmu ini semua demikian atau justru sebaliknya ini demi kamu sendiri?" Tanya Umi tak habis pikir.


Setelah semua kejahatan yang dilakukan kepada putranya, dia mengaku melakukan semua itu demi putranya?


Omong kosong!


Umi belum pernah menemukan lelucon segaring ini dalam hidupnya.


Amara meremas pakaiannya malu.


"Umi, tolong maafkan semua yang aku lakukan kepada Kenzie." Menggigit bibirnya menahan sakit hati,"semua itu tidak akan pernah aku lakukan bila Kenzie mau menerima cintaku. Aku merasa terhina, sungguh? Berkali-kali aku mengintropeksi diriku sendiri, yang kudapatkan justru ketidakadilan. Umi bisa bertanya kepada Kenzie berapa tahun yang aku lalui untuk mengejar cinta Kenzie? Bertahun-tahun, Umi, bukan sehari dua hari ataupun sebulan dua bulan, tapi bertahun-tahun aku berusaha mengejar cintanya! Semua aku lakukan untuk membuatnya jatuh cinta bahkan aku rela mengorbankan nyawaku untuk menyelamatkan hidupnya. Tapi... Tapi selalu penolakan yang aku dapatkan! Memangnya apa kurang ku! Aku... Aku memiliki keluarga yang sangat baik, pendidikanku juga tinggi dan karir yang gemilang di luar negeri, bahkan demi Kenzie aku rela melepaskan semua itu agar bisa bersama dengannya dan sekarang seperti yang Umi lihat, aku belajar menggunakan pakaian tertutup demi Kenzie, namun kenapa hanya sebuah kekecewaan yang aku dapatkan dari semua itu? Sementara Azira...hiks... Azira hadir dalam waktu yang singkat namun kenapa Kenzie lebih memilih dia daripada aku? Azira... Kita semua tahu bahwa dia berasal dari tempat yang tidak manusiawi, ibunya bekerja sebagai wanita malam, dia dibesarkan di tempat kumuh yang tidak sehat dan bebas pergaulan, kalau soal pendidikannya... Kita tidak perlu menanyakan pendidikannya karena pendidikannya hanya sebatas SMA itupun dia tidak memiliki prestasi apapun! Dan yang paling parah dari semua ini adalah dia merampok pernikahan adiknya sendiri, dia mendorong adiknya pergi agar bisa menikah dengan Kenzie! Lalu kenapa... Lalu kenapa Kenzie lebih memilih dia daripada aku! Dari segi manapun aku jauh lebih baik daripada dia, aku jauh lebih mampu daripada dia dan aku jelas yang terbaik. Aku memenuhi semuanya keluarga yang baik, karir yang bagus, pendidikan yang tinggi dan aku juga sudah mulai berhijrah. Umi... Umi bisa melihatnya sendiri bahwa aku memenuhi semua kategori tapi tidak dengannya. Lantas kenapa Umi memang biarkan Kenzie tinggal bersama wanita jahat ini! Wanita jahat yang rela membunuh kebahagiaan saudaranya sendiri demi memuaskan keserakahan hatinya! Ini tidak adil, aku membutuhkan penjelasan untuk semua ini!" Perlahan Amara mengangkat kepalanya menatap langsung ke arah Kenzie lalu beralih memandangi Umi dengan ekspresi sendu di wajahnya.

__ADS_1


Dia menuntut sebuah penjelasan. Karena hatinya tidak mau berdamai bila mereka tidak menjelaskan alasan kenapa mereka mempertahankan Azira, si wanita jahat yang tega-teganya menghancurkan kebahagiaan adiknya sendiri demi memuaskan keserakahan hati. Menurut Amara pribadi Azira jauh lebih jahat daripada dirinya. Jadi yang seharusnya pergi bukanlah Amara melainkan Azira, monster bertopeng wajah cantik, si wanita jahat.


__ADS_2