
"Tadi ada nyamuk." Jawab Kenzie asal-asalan.
Azira spontan memutar bola matanya tak percaya. Mana mungkin ada nyamuk di dalam kamar ini? Bukannya sombong, tapi kamar ini sudah dipasang pewangi anti nyamuk. Selama nyamuk memasuki ruangan ini, maka wush, tidak butuh 5 detik nyamuk itu langsung tumbang.
"Mas Kenzie bohong. Mana ada nyamuk di sini!" Keluh Azira masih mengelus pipinya yang tidak sakit.
Kenzie tersenyum dalam.
"Oh, mungkin penglihatanku yang salah. Masih sakit?" Tanya Kenzie dengan nada main-main.
Wajah Azira kembali panas. Dia memalingkan wajahnya.
"Udah enggak. Aku mau ke kamar mandi dulu." Azira berniat melarikan diri ke kamar mandi.
Namun baru saja kakinya menyentuh lantai, lengannya tiba-tiba ditarik oleh kekuatan besar. Lalu dalam sekejap mata, dia jatuh terlentang di atas kasur menetap kaget sosok kuat di atasnya.
"A-apa...apa yang ingin mas lakukan?" Tanyanya terbata-bata diwarnai jejak kepanikan.
Kenzie tersenyum lebih dalam. Matanya menatap wajah merah Azira yang tak tersamarkan oleh cahaya lampu tidur yang redup. Sungguh misteri pikirnya. Semakin dia memperhatikan Azira maka semakin menarik kesan yang ditinggalkan.
__ADS_1
"Jangan buru-buru pergi. Biarkan aku memeriksanya. Aku adalah dokter profesional yang terpercaya. Segala macam gangguan pasien tidak bisa melewati kedua tanganku." Ucap Kenzie berhasil menakut-nakuti Azira.
Perilaku Kenzie mengingatkan Azira pada serigala yang diam-diam menunggu mangsanya. Penuh dominasi dan kuat, Azira tidak bisa berkutik olehnya.
Azira meneguk ludahnya kasar. Salahkan dirinya yang terlalu ceroboh. Kalau dia tidak mengeluh maka Kenzie tidak akan menahannya seperti sekarang.
"Aku...aku baik-baik saja, mas. Aku tidak apa-apa. Pipiku juga enggak sakit. Sungguh, aku tidak apa-apa. Tidak ada yang sakit. Pipiku baik-baik saja...aku tidak berbohong..." Kepala Azira kosong memikirkan kata-kata pembelaan. Sekuat apapun dia berpikir, pembelaannya selalu mengulangi kata-kata yang sama.
Berputar di tempat yang sama sampai-sampai membuat Kenzie curiga bila bukan hanya pipinya saja yang bermasalah tapi juga kepalanya. Baru saja saat dia mencubit, apakah dia telah menyentuh saraf sensitif secara tidak sengaja?
"Hush.." Kenzie menutup mulut Azira agar berhenti berbicara.
Azira semakin mematung kaget karena bibirnya disentuh Kenzie!
"Aku benar-benar melihat'sesuatu di sini sebelumnya.." Ujar Kenzie dengan suara serak.
Kuping Azira terasa panas mendengar suara serak nan berat Kenzie.
Azira tidak berani bergerak. Di bawah tatapan dalam Kenzie, dia tidak berani melakukan apa-apa- ah, tubuhnya tiba-tiba meleleh sendiri. Dia tidak bisa bergerak dan pasrah melihat Kenzie melakukan apapun kepadanya. Hanya saja,
__ADS_1
Bug
Bug
Bug
Suara jantungnya sangat berisik. Dia takut Kenzie menyadari ada sesuatu yang salah dan mendengar suara jantungnya yang tidak normal.
"Nyamuk?" Bisik Azira lemah.
Kenzie mengangguk pelan.
"Mungkin?" Lalu dia memiringkan kepalanya menatap jilbab Azira yang tersingkap, menampilkan bagian leher Azira yang seputih susu dan lembut. Dia bertanya-tanya seperti apa wanginya jika dicium, seperti apa rasanya jika digigit?
Pikiran gelap ini menuntunnya untuk melakukan sesuatu. Di bawah tatapan bingung Azira, dia menundukkan kepalanya.
"Mas Kenzie?" Azira merasa aneh saat merasakan hembusan nafas hangat menerpa kulit lehernya.
"Mas mau ngapain- ah?!" Azira terperanjat kaget saat merasakan gigi tajam Kenzie menggigit lehernya.
__ADS_1
Apa-apaan ini?
Apakah suaminya selama ini memiliki rahasia bahwa dia adalah seorang vampir? Kalau tidak, kenapa dia menggigit lehernya?