Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 23.6


__ADS_3

Saat Azira keluar dari kamar mandi dia tidak mengatakan apa-apa dan Kenzie pun tidak mengambil inisiatif untuk bertanya. Kenzie sudah mengamati ekspresi Azira keluar dari kamar mandi. Dia tidak terlihat sedih ataupun bahagia, Kenzie merasa heran.


Apakah dia belum melihat hasilnya? Batin Kenzie sambil melirik waktu di ponselnya.


19 menit lewat, tidakkah Azira mendapatkan hasilnya?


Bingung, matanya tidak sengaja menangkap penampilan Azira yang gelisah bercampur gugup di samping tempat tidur. Barulah Kenzie mengerti alasannya.


Mungkin dia masih ragu melihat hasilnya, wajar saja. Batin Kenzie memahami kekhawatiran istrinya.


"Ayo sholat." Kenzie memimpin ke depan.


Azira langsung menghela nafas lega. Untungnya Kenzie tidak menanyakan mengenai tespek di kamar mandi.

__ADS_1


"Iya, mas."


Memulai shalat dengan takbir pertama, kegugupan di dalam hatinya perlahan meredup. Lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan oleh suaminya segera menyeret Azira masuk ke dalam buaian hangat dari manisnya cinta Sang Pencipta. Entah karena sekarang dini hari sehingga suasananya sangat sepi atau mungkin suara suaminya yang lembut juga merdu, Azira tidak tahu. Tapi yang pasti dia terhanyut dalam nikmatnya sholat malam yang menyejukkan hati.


Beberapa menit kemudian mereka selesai melaksanakan shalat malam, kemudian membaca zikir dan diakhiri dengan membaca Al-Qur'an. Sampai akhirnya setengah jam kemudian, melihat waktu sebentar lagi akan masuk waktu subuh.


Kenzie meletakkan Al-Qur'an nya dengan hati-hati di tempat semula. Azira juga tinggal diam dan ikut meletakkan Al-Qur'an yang dia baca tadi ke tempatnya yang semula.


"Mau berbicara?" Setelah memikirkannya dengan serius, Kenzie benar-benar tidak tahan perang dingin dengan istrinya.


Kenzie merasa telah meninju kapas karena tidak mendapatkan apa yang diharapkan.


Bibir Azira berkedut,"Mau bicara apa, mas?"

__ADS_1


Ternyata nyali mas Kenzie cuma segini? Azira diam-diam tertawa di dalam hatinya.


Yah, saat mereka mendapatkan masalah kemarin diantara mereka berdua Kenzie adalah orang pertama yang mengalah. Dia mengambil inisiatif untuk meminta maaf dan menjelaskan semua kesalahpahaman. Di samping itu Kenzie juga merasa sangat bersalah karena sempat mempercayai Amara daripada penjelasannya yang seorang istri. Gara-gara itu, hampir seharian Kenzie tidak mau jauh darinya dan terus menempel yang sangat memalukan.


Kenzie tidak tahu tentang pikiran istrinya. Kalau dia tahu Azira baru saja mengujinya, dia pasti akan muntah darah.


"Tentang masa lalu kamu." Kata Kenzie lalu berhenti bicara. Merenung, mata gelapnya memperhatikan wajah lembut istrinya.


Dia kemudian menggeser duduknya lebih dekat dengan Azira hingga mereka berdua berhadapan. Kedua tangannya yang besar menjangkau tangan ramping Azira dan memegangnya.


"Kamu tidak memberi tahu aku apa yang kamu lewati semasa sekolah dan cuma menceritakan tentang masa lalu Ibu. Aku enggak puas, jujur. Di tambah lagi dengan kedatangan laki-laki kemarin, aku merasa bodoh sendiri karena enggak tahu tentang kehidupan kamu di masa sekolah dan masa-masa yang lain." Kata Kenzie mengeluarkan unek-unek di dalam hatinya.


Sangat tidak puas. Setelah melihat Al, dia jadi banyak pikiran. Dia penasaran apakah Azira pernah menjalin hubungan dengan laki-laki lain?

__ADS_1


Yah, meskipun semua itu hanya cerita masa lalu, tapi tetap saja, Kenzie merasa tidak tenang.


__ADS_2