
Jawaban tanpa emosi Kenzie sudah ditebak oleh mereka, nama mendengarnya secara langsung rasanya sungguh berbeda. Ada yang menertawakan kemalangan Humairah karena langsung ditolak mentah-mentah oleh Kenzie tanpa perlu berpikir lama. Intinya Humairah mendapatkan respon yang sangat negatif di sini. Memangnya siapa yang mendukung seorang perebut suami orang?
Tidak ada, sebab setiap istri pasti memiliki rasa simpati untuk masalah ini.
Humairah patah hati. Hatinya salah tertusuk oleh ribuan pisau tajam yang mengiris hati. Sakitnya sungguh tak tertahankan. Dia tidak bisa mengungkapkan betapa sakitnya itu. Namun yang pasti karena sakit ini air mata tidak berhenti mengalir dari dalam matanya. Apa yang harus dia lakukan?
"Bohong, mas Kenzie pasti berbohong!" Humairah kembali menangis lagi.
Dia menolak mempercayai apa yang dikatakan oleh Kenzie.
"Bahkan sekalipun kamu tidak mempercayai apa yang aku katakan, itu tidak dapat mengubah fakta bahwa aku hanya mencintai Azira." Balas Kenzie datar tanpa nada kelembutan di dalam suaranya.
Humairah semakin kesakitan mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzie. Dia memegang erat-erat tangan mamanya. Mama tidak kuasa melihat putrinya kesakitan seperti ini, namun dia tidak bisa memberikan komentar apa-apa karena ini adalah waktu bagi putrinya untuk berbicara.
"Tapi... Tapi itu sama sekali tidak adil untukku. Sebelum bertunangan, aku telah mengikuti kemanapun kamu pergi selama ini. Aku berusaha menyenangkan kamu, membuat kamu tertawa, membiasakan kamu selalu dekat denganku! Aku berjuang untuk mendapatkan cinta kamu mas namun kenapa hanya penolakan yang kudapatkan?! Sedangkan Azira... Azira tidak pernah benar-benar hadir dalam kehidupan kamu, mas! Dia hanyalah pengacau, kehidupannya tidak benar! Lalu kenapa mas Kenzie bisa jatuh cinta kepada wanita seperti itu! Aku tidak bisa menerimanya! Ini sungguh sangat tidak adil!" Kata Humairah emosi.
Dia menunjuk Azira dengan tangan kirinya, berbicara lantang di depan semua orang untuk memberitahu bahwa Azira bukanlah wanita yang baik, dia adalah penjahat yang sesungguhnya. Dan seharusnya yang mendapatkan kebencian itu adalah Azira, bukan dirinya!
"Apa, tunangan?" Humairah sangat senang sekarang topik orang-orang beralih memojokkan Azira.
"Jadi, harusnya Kenzie menikah dengan wanita ini?"
"Bagaimana bisa Kenzie bisa berakhir dengan Azira?"
Sampai seseorang mulai mengingat kembali acara pernikahan yang gagal beberapa bulan yang lalu.
"Kalau aku tidak salah ingat, Azira dulu menggantikan posisi Humairah sebagai pengantin, maka jadilah dia menikah dengan Kenzie!"
Orang-orang semakin ribut mendengarnya.
"Ini tidak sepenuhnya benar. Azira adalah tunangan Kenzie yang sebenarnya, tapi dimanipulasi oleh keluarga Humairah, maka jadilah Humairah yang bertunangan dengan Kenzie, padahal sebenarnya tidak." Seseorang yang mengetahui ceritanya dengan baik langsung akan bicara, membantah tebakan orang-orang itu.
Ketika mendapatkan informasi baru lagi, mereka semakin bingung dengan jalan cerita yang sesungguhnya.
Namun diskusi apapun yang orang-orang ini bicarakan di belakang tak dapat mempengaruhi suasana hati Kenzie maupun Azira. Dari awal sampai dengan detik ini Kenzie tidak pernah menyingkirkan tangannya dari pinggang istrinya.
__ADS_1
Sesekali dia akan mengelus pinggang istrinya, sesekali pula dia akan memijat pinggang istrinya. Tangannya tidak bisa diam, namun Azira membiarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan.
"Jangan mencoba memutarbalikkan fakta. Aku sama sekali tidak terhormat dikejar-kejar oleh kamu. Dari awal aku sudah bilang bahwa aku tidak pernah tertarik kepadamu, tapi kamu terus-menerus mengganggu. Pada akhirnya aku mengabaikan kamu karena memberitahu juga tidak ada gunanya. Kemudian masalah pertunangan. Kamu harus tahu sendiri bahwa kamu bukanlah tunanganku yang sesungguhnya. Tapi istriku lah tunanganku yang sebenarnya. Sayang sekali karena konspirasi keluargamu, aku hampir saja terjebak. Namun untunglah Allah memberikan jalan keluar untuk hubungan kami berdua. Sekalipun kami tidak pernah saling mengenal pada waktu itu, tapi Allah memiliki skenario yang sangat tidak disangka-sangka untuk mempersatukan kami berdua. Bila memang sudah haknya, kami berdua pasti akan dipertemukan bahkan sekalipun seseorang memutarbalikkan ikatan, semua itu tidak memiliki kegunaan apa-apa di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala. Dan bila memang sudah takdirnya, sekuat apapun kamu memaksakan perasaanmu kepadaku, hatiku tidak akan pernah tergerak karena Allah tidak ridho. Namun saat aku bersama dengan wanita yang ditakdirkan untukku, dari awal kami bertemu Allah sudah menggerakkan hatiku. Dan ketika aku merasakan perbedaan ini maka pada hari itu juga aku memegang erat-erat tangan istriku dan tidak pernah berniat melepaskannya sampai kapanpun. Sekali lagi aku perjelas kepadamu, istriku adalah cinta pertamaku dan akan selalu menjadi penguasa hatiku. Sedangkan kamu, tidak peduli seberapa keras kamu menangis dan berteriak, seberapa keras kamu mengeluh ini semua tidak adil, hatiku tidak akan pernah bergerak. Malah mungkin aku semakin kesal karena kamu terus-menerus menggangguku. Ingatlah ini, jangan bersikap seolah-olah dunia selalu berputar di sekelilingmu. Jangan bersikap seolah-olah semua orang menyukai kamu. Dan jangan berpikir kamu jauh lebih baik daripada siapapun. Istriku memang tidak memiliki pendidikan yang tinggi, tidak memiliki orang tua yang lengkap untuk membimbing tumbuh besarnya, tidak berasal dari keluarga yang baik dan tidak tinggal pula di tempat yang baik. Dengan segala kekurangan ini perasaanku kepadanya tidak akan pernah berkurang, Allah adalah jaminan terkuatnya. Kamu tidak bisa mematahkan apa yang telah Allah gariskan kepada kami berdua. Seperti yang aku bilang tadi, semua kekurangan istriku tidak berarti apa-apa kepadaku dan kepada keluargaku, kami tidak membutuhkan dia berasal dari tempat yang baik, kami tidak perlu dia memiliki pendidikan yang tinggi, dan kami juga memaklumi bahwa dia hanya dibesarkan oleh satu orang ibu saja. Kami tidak masalah dengan semua itu karena kami hanya menyukai Azira, Azira Humaira seorang. Dia tetaplah dia, wanita yang aku cintai dan ibu dari anak-anakku. Apakah kamu pikir Azira tidak berusaha untuk menerima segala kekuranganku? Dia berusaha keras untuk menerima semua kekurangan ku, berusaha menjadi istri yang baik untukku dan menantu yang baik untuk keluargaku. Sampai di sini apakah kamu mengerti apa yang aku katakan? Aku sudah mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Menjelaskan apa yang seharusnya dijelaskan. Dan menjawab apa yang kamu tanyakan. Menurutku tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan di sini. Semuanya sudah jelas."
Pengakuan Kenzie sekali lagi yang menimbulkan keributan di antara para tamu. Tak sedikit para wanita yang merasa terharu dengan langkah tegas Kenzie. Wanita mana yang tidak luluh hatinya mendengar apa yang Kenzie katakan?
Setiap orang pasti ingin mendapatkan laki-laki seperti ini.
Laki-laki yang sangat menghargai istrinya, memperlakukannya dengan sepenuh hati, dan hanya memandang satu wanita di dalam mata, yaitu istri sendiri.
Sayang sekali tidak semua laki-laki seperti ini.
Ada yang datar juga ada yang cuek, sangat jarang laki-laki yang memiliki sisi seperti Kenzie. Para istri diam-diam iri dengan perlakuan Kenzie kepada Azira, sementara para wanita yang masih lajang ataupun belum menikah diam-diam merasa cemburu karena Azira begitu dicintai oleh laki-laki yang mereka impikan.
"Masya Allah, apakah masih ada laki-laki seperti mas Kenzie? Tidak apa-apa tidak tampan dan kaya, yang penting dia memiliki sedikit saja sifat dari masi Kenzie. Mampu memperlakukan istrinya dengan baik, aku ingin sekali bertemu dengan laki-laki seperti mas Kenzie." Suara-suara kekaguman mulai berdengung di dalam ruangan ini.
"Kalau dipikir-pikir Azira sangat beruntung, ya, bisa mendapatkan Kenzie. Kenzie orangnya tampan, berasal dari keluarga kaya, dan yang pasti dia selalu memiliki sikap lembut kepada istrinya. Ah... Jika aku yang ada di posisi Azira, hidupku pasti dipenuhi oleh kebahagiaan."
Beberapa orang berpikir kalau Azira beruntung mendapatkan Kenzie, sebab Kenzie memiliki sisi sempurna yang mereka idam-idamkan. Mereka tidak tahu bahwa Kenzie yang beruntung mendapatkan Azira. Tanpa bertemu Azira, dia mungkin tidak sehidup sekarang dan mungkin tidak memiliki banyak emosi di wajah. Bagi Kenzie dan keluarganya, Azira adalah permata terindah mereka.
"Ternyata ada cerita dari permasalahan ini. Keluarga kaya benar-benar berbahaya." Selain menarik kekaguman banyak orang, sekarang banyak orang mengetahui cerita yang sebenarnya dibalik tangisan Humairah.
"Yah, hidupnya tidak mudah. Untuk saja sekarang dia berada di tempat yang tepat."
Sementara orang membicarakan masalah ini dengan berbagai macam kekaguman dan beberapa emosi, Humairah justru tersudut di tempat yang sangat tidak menguntungkan.
Suara dingin dan tanpa emosi itu bergema jelas di dalam pendengaran Humairah. Mulutnya tertutup rapat tak mampu mengeluarkan sepatah katapun pembelaan. Dia tiba-tiba merasa sangat lemah dan juga lelah. Terbayang jelas semua usaha yang dia lakukan untuk mengejar cinta Kenzie, dia melalui semuanya dengan keteguhan bahwa suatu hari nanti mungkin Kenzie akan berbalik jatuh cinta kepadanya. Tapi harapan hanyalah sebuah harapan, apa yang diharapkan tidak pernah benar-benar terjadi. Cinta bertepuk sebelah tangan, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa walaupun Kenzie tidak jatuh cinta kepadanya, maka dia mungkin tidak akan jatuh cinta kepada Azira pula. Karena dia sangat percaya diri bahwa nilainya lebih tinggi daripada Azira. Seperti yang dia pikirkan, dengan nilai dirinya saja yang tinggi membuat Kenzie sulit jatuh cinta maka Azira yang lebih rendah tidak akan mendapatkan bagian ini pula.
Tapi apa yang dia dengar tadi. Di hadapan banyak orang Kenzie mengakui dengan jelas bahwa dia tidak pernah jatuh cinta kepadanya bahkan memikirkannya sedikitpun, Kenzie tidak pernah memperhatikannya sama sekali!
Mengapa?
Mengapa harus Azira!
Diantara semua wanita yang pernah mengejar Kenzie mengapa harus Azira yang pada akhirnya mendapatkan Kenzie. Mereka semua melakukan upaya besar, mereka menghabiskan banyak waktu untuk mengejar Kenzie, tapi kenapa Azira!
__ADS_1
Dia tidak perlu berusaha payah mengejar Kenzie, dia tidak perlu bersusah payah meluangkan waktunya untuk membuat Kenzie memperhatikannya, Azira tidak perlu melakukan apapun dan dengan mudahnya mendapatkan cinta Kenzie. Humairah geram memikirkannya.
Azira memiliki semua yang aku inginkan, kenapa aku tidak bisa mendapatkannya? Ya Allah, Engkau tahu bahwa aku telah melakukan upaya besar untuk mengejar cinta mas Kenzie, Engkau sangat tahu perjuangan apa yang telah ku lalui demi mendapatkan cinta mas Kenzie. Namun mengapa semua upayaku sia-sia? Apakah tidak pernah terbesit sedikitpun di dalam pikiran mas Kenzie tentang semua yang aku lakukan kepadanya? Apakah tidak ada sedikitpun rasa yang mas Kenzie sisakan untuk diriku? Aku telah berjuang tapi apa yang aku dapatkan dari semua pengorbananku kepadanya? Ya Allah apakah ini semua adil? Apakah ini semua adil?
Ini semua sangat tidak adil untukku!
"Aku tidak mau tahu! Aku tidak mau!" Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat menolak menerima semua ini.
Dia tidak mau kalah dari Azira, dia tidak mau dianggap kalah dari Azira!
Harusnya dia yang menang!
Harusnya posisinya lebih tinggi daripada Azira!
"Humairah... Humairah, tolong tenangkan diri kamu, Nak." Mama dan Bibi Safa buru-buru membujuknya.
Tapi Humairah tidak mau mendengarkan dan terus-menerus berteriak histeris seperti orang yang kehilangan akal.
Mama sangat pusing menghadapi putrinya. Jadi dia meminta bantuan kepada ayah.
"Ayah, tolong bantu Mama membujuk Humairah." Kata Mama kepada ayah.
Ayah mendengus dingin. Meskipun dia sangat marah saat ini karena sudah berulang kali dipermalukan, tapi demi putrinya dia tetap datang membantu.
"Situasi sekarang sedang tidak baik. Lebih baik kita masuk ke dalam kamar." Bisik Kenzie seperti istrinya.
Melihat kondisi Humairah yang tidak stabil, Kenzie takut hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Jadi untuk mengantisipasi hal-hal ini, Kenzie mengambil inisiatif untuk membawa Azira kembali ke dalam kamar mereka. Dia harus segera mengamankan Azira.
Azira mengangguk kecil. Dia juga ketakutan melihat Humairah mulai lepas kendali. Kalau dia tidak sedang hamil maka baik-baik saja, dia bisa menyelamatkan diri tanpa dilindungi oleh suaminya. Tapi masalahnya sekarang dia sedang hamil besar, bangun dari duduk saja rasanya sulit apalagi melarikan diri, Azira tidak bisa.
"Iya, mas."
Abah dan Umi juga setuju melihat mereka untuk segera pergi. Tanpa perlu meminta izin, Abah dan Umi sudah mendesak mereka untuk segera pergi.
"Pelan-pelan.." Kenzie membantu istrinya bangun dengan gerakan pelan-pelan.
__ADS_1
Ketika melihat Kenzie akan membawa Azira pergi dari sini, bibi Safa langsung membisikan sesuatu kepada Humairah yang masih menangis histeris.
"Inilah saatnya kamu membalaskan semua dendam kamu kepada Azira. Lihat perutnya baik-baik, bayi yang ada di dalam kandungannya adalah sumber kebahagiaannya dengan Kenzie. Jika kamu mau melihat Azira hidup dalam penderitaan maka singkirkan bayi itu, saat bayi itu pergi maka pergi pula kebahagiaan Azira. Tidak hanya kebahagiaannya yang pergi, tapi Kenzie juga akan pergi dari dalam hidupnya. Kamu harus melakukannya sekarang!" Desak bibi Safa kepada Humairah.