Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 23.9


__ADS_3

Saat itu dia sangat egois dan merasa teraniaya sendiri. Berkali-kali dia mengeluh kepada Ibu sampai titik dimana Ibu tidak memiliki tenaga untuk menjawab.

__ADS_1


"Sampai akhirnya Allah memperlihatkan sebuah kebenaran. Di tengah malam aku tiba-tiba terbangun mendengar suara isak tangis Ibu yang tidak biasa. Aku terkejut menemukan ibu menangis di sampingku karena sepengetahuan ku pada saat itu Ibu jarang menangis apalagi sampai menangis semenyedihkan malam itu. Aku terkejut. Awalnya aku mau bertanya kenapa dia menangis tapi suaraku langsung tercekat saat mendengarnya meminta maaf berulang kali kepadaku atas kebisuannya selama ini. Dia sesungguhnya patah hati melihat ku berjuang di sekolah tapi disaat yang sama tidak mampu membuat perlawanan karena situasi kami yang tidak memungkinkan. Dia tidak tega melihat ku terus bersekolah tapi juga tidak mau aku berhenti sekolah, sebab dia berharap aku tidak akan berakhir seperti dia yang kurang pendidikan lalu berakhir masuk ke dalam lubang tipuan karena bodoh. Setelah malam itu aku mulai menahan diri dan menanggung semua kesulitan di sekolah dalam diam. Sampai akhirnya aku masuk SMA, barulah aku bertemu dengan kak Al. Salah satu dari segelintir orang yang memperlakukan aku dengan baik di sekolah."

__ADS_1


Ketika nama laki-laki ini disebut, Kenzie langsung menegakkan punggungnya siaga. Tadinya dia marah mendengar masa lalu istrinya tidak menyenangkan, tapi segera, fokusnya dengan mudah teralihkan saat mendengar nama laki-laki yang telah meresahkannya hari ini. Dia tidak sabar mau bertanya hal baik apa yang telah dilakukan laki-laki ini kepada istrinya dulu sehingga membuat istrinya sukar melupakan sosok laki-laki ini. Namun dia berusaha menahan diri agar citranya di mata sang istri tidak tercemar.

__ADS_1


"Kak Al adalah ketua OSIS purna aku di SMA dulu. Karena dia berada di akhir sekolah, makanya jabatan OSIS nya mendapatkan gelar Purna. Jujur mas, dulu aku senang banget bisa berteman dengan kak Al. Karena dia memandang aku sama dengan anak-anak sekolah yang lain. Tapi pertemanan ini membuat banyak orang salah paham. Kak Al termasuk idola di sekolah, dia ditaksir banyak gadis karena selain menjadi ketua OSIS, dia juga anak basket. Mas Kenzie pasti ngerti zaman sekolah SMA itu zamannya orang memulai cinta monyet. Punya kelebihan yang menonjol sangat mudah menarik perhatian. Itulah yang aku dapatkan dari kak Al. Dia punya banyak pengejar mulai dari adik kelas sampai kakak kelas. Dan rata-rata para pengejar ini enggak terlalu suka sama aku. Alasannya aku terlalu dekat sama kak Al. Awalnya sih aku biasa aja sama omongan mereka karena faktanya kami tidak seperti yang mereka pikirkan. Tapi lama-lama aku merasa terganggu karena keluarga kak Al ternyata ikut campur. Bayangkan mas, mereka sampai pergi ke BK untuk mengurus masalah ini. Keluarga kak Al bilang mereka enggak bisa mentolerir aku dekat sama anak mereka karena secara sosial, latar belakang keluarga aku sangat tidak memungkinkan. Kak Al berasal dari keluarga kaya dan berpendidikan tinggi sementara aku? Bukan rahasia lagi. Jadi setelah kejadian itu aku berhenti berteman dengan kak Al sekalipun dia terus mencoba berkomunikasi dengan aku. Kak Al tentu enggak terima dia dijauhi dariku. Yah, mau bagaimana lagi mas, aku malu banget dipermalukan sama keluarganya yang memandang rendah aku dan Ibu. Karena marah, aku berjanji enggak akan berteman lagi sama kak Al. Dan alasanku pun semakin diperkuat ketika kak Al mengungkapkan perasaannya kepadaku..." Kenzie meremas kuat tangan Azira hingga membuatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2