Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 27.3


__ADS_3

Mata Azira menyipit terjepit rasa cemburu.


Dari sudut pandangnya dia melihat bila wanita itu menghentikan Kenzie. Langkah Kenzie tersendat, rasa asam di dalam hati Azira semakin bergelombang. Entah apa yang dia bicarakan. Beberapa detik kemudian Kenzie berjalan turun tanpa mengatakan apapun kepada wanita itu. Sementara wanita itu memanggil terus. Kenzie tidak menggubris panggilan wanita itu atau sekedar menoleh ke belakang, dia tidak melakukannya. Sikap Kenzie yang acuh tak acuh langsung membuat Azira lega.


Azira mempercepat langkahnya ke depan dan Kenzie bahkan sengaja mengambil langkah besar untuk segera bertemu dengan Azira. Sekali melangkah Kenzie melewati dua anak tangga yang tampak agak menakutkan. Melihat tindakan Kenzie, Abah memanggil khawatir memperingatkan Kenzie agar berhati-hati.


"Kenzie, jalan yang benar!" Teriak Abah.


Kenzie menoleh ke belakang sambil tersenyum.


"Iya, Abah." Katanya tapi tidak menjamin langkahnya melambat.


Hingga beberapa detik kemudian Kenzie akhirnya berdiri tepat di depan penguasa hatinya yang selalu tak luput dari doa-doa di dalam sujud nya yang tulus, Azira Humaira.

__ADS_1


"Mas, jangan menakut-nakuti Abah!" Azira ikut gugup melihatnya.


Untung saja suaminya tidak kenapa-kenapa.


Kenzie tersenyum lembut. Tangannya mengusap-usap puncak kepala Azira sayang, bergerak turun menyentuh tengkuk Azira dan menekannya ke atas untuk menerima ciuman singkat di kening. Sebenarnya Kenzie ingin mengecup bibir ranum nan merah menggoda milik istrinya itu, tapi dia tidak bisa melakukannya di sini, apalagi ini adalah tempat umum yang bertepatan langsung di depan masjid.


"Um, mas." Azira tersipu malu.


Sudut matanya melirik wanita yang masih berdiri di sana sedang memandangi mereka berdua. Tersenyum simpul, Azira sengaja menempeli Kenzie dengan memeluk lengan kuatnya nyaman. Kenzie merasa besar kepala mendapatkan pelukan dari istrinya. Dia melepaskan tangan Azira dari lengangnya. Azira bingung kenapa Kenzie melepaskan tangannya. Tepat saat dia ingin mengeluh tangan kuat Kenzie telah melingkari pinggangnya dengan sentuhan obsesi di dalam mata.


Bukan Kenzie yang malu tapi Azira lah yang merasa malu mendengar kata-kata ini. Dia tidak habis pikir bisa-bisanya Kenzie ngegombal di sini. Untung saja perhatian para ibu-ibu tidak ada di sini. Kalau tidak, habislah mereka berdua digoda nanti.


Azira tersenyum manis. Hatinya semakin puas melihat reaksi wanita itu di sana.

__ADS_1


"Kalau begitu aku tidak akan datang ke sini lagi." Kata Azira pura-pura.


Bersarang di dalam pelukan suaminya membuat Azira ingin tidur lagi. Soalnya pelukan Kenzie hangat dan selain itu Azira sangat suka mencium bau badannya.


Harum dan menenangkan, menurut Azira suaminya merupakan salah satu laki-laki yang selalu menjaga kebersihan badannya hingga tidak memiliki bau badan yang menyengat.


Kenzie tersengat,"Sayang, menyenangkan suami itu ibadah lho, udah gitu ibadahnya merupakan salah satu ibadah yang Allah ridhoi. Kamu enggak mau ya pergi ke Jannah Allah sama aku?"


Kalau udah bawa-bawa ibadah, Azira tahu bakal kalah sama suaminya.


"Habisnya mas Kenzie jadi lepas kendali gara-gara aku."


Kenzie mengecup pipi Azira cepat,"Itu karena aku kangen kamu, sayang. Waktu ngeliat kamu tadi maunya sih terbang, tapi sayang banget aku enggak punya jadi mau enggak mau aku usaha dengan kedua kaki fana ini."

__ADS_1


Azira memutar bola matanya mendengar gombalan suaminya lagi. Tapi dia suka, pokonya apapun yang suaminya bilang tentang mereka berdua, Azira pasti suka!


__ADS_2