Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 17.4


__ADS_3

Mereka pergi ke rumah sakit bersama. Di rumah sakit Kenzie segera membawa Azira masuk ke dalam kantornya sementara dia sibuk menyusun beberapa dokumen yang akan diambil alih oleh asistennya untuk diserahkan kepada dokter yang bersangkutan. Menurut rencana Kenzie akan pergi liburan selama 2 atau 3 hari di puncak bersama istri serta keluarga.


"Kamu tunggu aku di sini sebentar, yah? Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku." Kata Kenzie sembari mendekati istrinya yang duduk di sofa.


Azira tersenyum pengertian.


"Iya, mas. Mas pergi aja, asisten mas pasti sudah lama menunggu kedatangan mas." Azira mengambil tangan Kenzie dan mengecupnya syarat akan rasa tunduk dan penuh kasih.


Kenzie tersenyum lebar dan beralih mengusap puncak kepala Azira sayang.


"Aku sudah menghubungi Ayana agar segera datang kemari menemani kamu. Jadi kamu tidak akan terlalu bosan di kantor selama aku tidak ada."

__ADS_1


Sebelum berangkat ke rumah sakit tadi dia telah menghubungi sepupunya itu agar menemani Azira di kantor sementara dia melakukan rapat kecil di ruangan lain.


"Ayana mau ke sini? Jangan mas, dia pasti sibuk bekerja. Aku nyaman kok sendirian. Dan kalaupun aku merasa bosan, aku bisa tidur di sini sambil nunggu kamu balik." Tolak Azira tidak enak hati.


Dokter selalu dibutuhkan, apalagi untuk anak-anak yang rentan perlindungan. Azira tidak enak mengganggu pekerjaan sepupu suaminya itu hanya untuk urusan sepele.


"Apa yang kamu khawatir'kan? Dia sudah berjanji kepadaku. Selain itu hari ini dia dan Fatir harus mengurus izin cuti karena mereka akan ikut liburan bersama kita besok. Semuanya sudah beres. Kamu tunggu saja kedatangan dia. Dan oh ya, aku lupa mengatakannya. Aku sudah meminta seseorang untuk membawa makanan ke sini." Melirik jam tangannya, dia berpikir sebentar,"mungkin 15 menit lagi dia akan datang. Kamu ambil aja makanannya dan tidak perlu dibayar. Aku sudah membayarnya setelah membuat pesanan." Jelas Kenzie perhatian kepada istrinya.


Satu hal yang Kenzie tahu tentang Azira yang paling menonjol di dalam dirinya, yaitu suka makan!


Mendengar kata makanan, mata Azira langsung berbinar terang. Cantik sekali.

__ADS_1


"Iya, mas. Aku akan mendengarkan." Kata Azira menyembunyikan kebahagiaan di dalam nada suaranya.


Kenzie hampir kelepasan tawa. Pasalnya Azira yang pemalu adalah wanita yang sangat imut dan...manis?


"Bagus, kalau begitu aku pergi. Assalamualaikum." Kenzie mengecup puncak kepala Azira sebelum pergi.


Membuat Azira semakin malu dan salah tingkah.


"Waalaikumsalam, hati-hati ya, mas." Pesan Azira malu.


Kenzie mengangguk ringan dan segera keluar dari kantor. Begitu punggung suaminya benar-benar menghilang dari pandangannya, Azira langsung merebahkan dirinya di sofa seraya memeluk erat bantal sofa dan mulai tertawa tidak jelas.

__ADS_1


"Ya Allah, aku senang sekali hari ini. Suamiku berkali-kali lipat lebih manis dari biasanya, aku sangat bahagia!" Perubahan suaminya terjadi dalam semalam.


Bagaikan disiram madu, jantung Azira begitu mudah berdebar kencang dan hatinya terasa begitu manis. Rasa manisnya tertanam dalam di jiwanya, membuat bibir ranumnya sering sekali tersenyum lebar.


__ADS_2