Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 20.10


__ADS_3

Azira kali ini tidak membuat perlawanan. Dengan patuh dia menunggu suaminya memberikan selimut. Setelah itu, tangan kuat Kenzie menariknya masuk ke dalam pelukan yang hangat. Bersandar nyaman di dada bidang nan kuat Kenzie, dia bisa mendengar suara detak jantung kuat suaminya. Suara detak jantung suaminya adalah alunan musik pengantar tidur terbaik di dalam hati Azira. Mendengarkannya membuat Azira merasa lebih rileks, tanpa sadar dia menutup matanya untuk menikmati pelukan hangat dari lengan kuat suaminya.


"Jadi mas Kenzie tidak pernah berpacaran dengan Amara?" Azira sangat senang mendengarnya.


Kenzie tersenyum, mengecup sayang puncak kepala istrinya.


"Aku tidak pernah berpacaran dengannya. Selain itu aku belum pernah merasakan jatuh cinta atau tertarik dengan wanita lain. Barulah bertemu denganmu, hatiku merasakan ketertarikan yang aneh dan lambat laun ketertarikan itu berubah menjadi cinta. Istriku, kamu harus tahu kalau aku merupakan laki-laki yang tidak romantis. Aku tidak terlalu pandai mengungkapkan cinta dengan kata-kata. Berusaha mengungkapkannya dengan tindakan dan caraku sendiri. Seperti membuat kamu berjanji untuk terikat seumur hidup denganku, aku bermaksud ingin memonopoli kamu sepenuhnya. Ini adalah bahasa cintaku kepadamu."


Pipi Azira memanas. Kedua tangannya memeluk erat punggung kuat suaminya. Dan semua rasa sesak dan sakit yang dia rasakan beberapa hari ini, seolah-olah menguap entah kemana digantikan oleh perasaan manis yang senantiasa berputar-putar di dalam dadanya.


Ya Allah, Azira sangat bahagia!


Tapi...tapi dia harus bertahan! Masih banyak yang perlu suaminya klarifikasi agar dia tidak salah paham lagi atau bahkan sampai berpikir negatif.


"Tapi...tapi Kenapa orang-orang di rumah agak takut menyebut nama Amara? Mereka bilang dia adalah tabu untuk mas Kenzie." Azira mengeluh.


Gara-gara ini Azira semakin banyak berpikiran negatif. Dia berpikir sepenting apa Amara bagi suaminya sampai-sampai semua orang tidak berani menyebut namanya.


"Hahahaha..." Kenzie tertawa geli,"itu karena mereka semua termakan rumor yang beredar. Memang salahku sendiri yang tidak menjelaskan apa-apa kepada mereka soalnya masalah ini menurutku tidak terlalu penting. Toh, kebenarannya aku tidak pernah pacaran dengan Amara."


Seperti yang dijelaskan tadi, ini hanyalah rumor. Rumor yang disebarkan oleh seseorang. Bahkan keluarganya pun ikut termakan. Sebelumnya Kenzie tidak pernah perduli. Selain meremehkan masalah ini, dia juga berpikir kalau Amara ada di luar negeri dan mungkin jarang kembali ke Indonesia, jadi tanpa perlu dijelaskan rumor ini pasti akan meredup atau menghilang seiring waktu.


"Ah...mas Kenzie, aku tahu kalau nyawa itu penting, bahkan sangat penting. Jika aku ada di sana waktu itu, aku juga akan berterima kasih kepada Amara karena telah menyelamatkan nyawa mas Kenzie. Tapi...tapi bila sampai mengorbankan masa depan mas Kenzie, bukankah itu terlalu memaksa? Dan jika memang dia menyukai mas Kenzie, dia seharusnya tidak memaksakan impiannya kepada mas Kenzie. Daripada memaksa, lebih baik mengerti bila mas Kenzie juga memiliki mimpi yang perlu diwujudkan. Sekarang... semuanya sudah seperti ini. Aku...merasa kasihan sama mas Kenzie."


Azira tidak tahu kalau suaminya ternyata memiliki perjuangan hingga sampai di posisi ini. Selain merasa kasihan, Azira sepenuhnya dipenuhi perasaan kesal untuk suaminya. Heran kok dia santai-santai saja membiarkan rumor itu bertebaran dimana-mana. Keluarganya pun ikut mempercayai rumor konyol ini dan yang lebih konyol lagi dia masih tidak tergerak untuk menjelaskan apapun?!


Azira merasa IQ suaminya mungkin bermasalah. Kalau enggak, suaminya tidak mungkin secuek ini sama urusan pribadinya sendiri!


Ah, tentu saja ini tidak benar. Ini hanya suara sumbang hati Azira saja yang merasa dunianya langsung terbalik setelah mendengar penjelasan dari suaminya.


"Setiap manusia memiliki keegoisan di dalam diri masing-masing. Aku tidak menyalahkannya. Ku pikir selama dia tidak menginginkan diriku, maka tak masalah aku mengikuti permintaannya. Cuma yang enggak aku harapkan dari dia, aku sebenarnya tidak menyangka mengetahui nafsu makannya cukup besar. Dia berani menggunakan intrik untuk memecah belah hubungan kita, yakinlah kali ini aku tidak akan cuek lagi dengannya. Dia adalah orang yang berbahaya. Jika nyawanya saja bisa dipertaruhkan, maka tidak menutup kemungkinan nyawa kamu pun akan dipertaruhkan. Istriku, jangan mendekatinya di masa depan. Aku tidak mau terjadi apa-apa sama kamu." Kenzie berbicara sangat serius.


Dia bersungguh-sungguh meminta Azira menjauh dari Amara. Tidak hanya takut terjadi apa-apa dengan Azira, tapi dia juga tidak mau pikiran Azira dipengaruhi oleh Amara. Sangat bahaya bila sudah melibatkan kemarahan Azira. Kenzie takut dia akan minta pisah lagi sama seperti tadi!


Azira memutar bola matanya malas.


"Yang seharusnya waspada itu mas Kenzie dan bukan aku. Mas Kenzie kan objek cintanya Amara, jadi target Amara pasti mas Kenzie."

__ADS_1


Kenzie tertawa renyah, suara tawa Kenzie sangat candu dan enak di telinga. Azira suka mendengarnya.


"Aku laki-laki, aku bisa menghadapinya. Tapi kamu perempuan, sayang."


Azira menekan,"Dia juga perempuan lho, mas."


Kenzie mendengus,"Pokoknya hati-hati."


"Um, mas juga."


Hati Azira menghangat.


"Mas, lalu bagaimana dengan foto yang aku lihat hari ini?" Azira mengungkit kembali foto yang dia lihat saat bangun tidur.


"Foto apa?" Kenzie tidak tahu.


"Foto kamu dan Amara di depan meja yang dipenuhi banyak makanan." Azira tidak terlalu perduli dengan foto ini tapi tidak ada salahnya bertanya.


Kenzie tersenyum tipis,"Oh, jadi kamu mengira aku bohong dari foto itu? Ah, foto ini tidak berarti apa-apa. Nanti aku akan meminta asisten ku mengirimkan kamu rekaman CCTV di tempat kejadian untuk lebih jelasnya." Ucap Kenzie acuh tak acuh.


Mulut Azira berkedut tertahan. Cara main suaminya agak diluar prediksi memang. Tapi Azira senang dan diam-diam menantikan rekaman video CCTV. Hehehe, dia ingin mengirim balik bukti ini kepada nomor asing itu.


Tiba-tiba Kenzie memanggil,"Sayang?"


Pipi Azira panas. Dengan malu-malu dia mengangkat kepalanya berhadapan langsung dengan wajah tampan sang suami.


"Kenapa, mas?" Tanya Azira tersipu malu.


Kenzie merendahkan kepalanya dan tanpa peringatan apapun, dia mengecup lembut bibir Azira dan menggigitnya sayang. Azira sontak memejamkan matanya menahan perih!


Ah, kebiasaan itu datang lagi.


"Enak, kamu habis makan buah, ya?" Tanya Kenzie sambil menjilat bibirnya.


Azira hampir dibutakan oleh pemandangan ini. Bagaimana bisa suaminya tampak seksi!


Ah, ini godaan berat.

__ADS_1


"Hem, aku lagi pengen buah tadi jadi sempat makan beberapa." Jawab Azira mencoba menstabilkan jantungnya yang berdegup kencang.


Dia sangat gugup.


"Apakah mas Kenzie mau makan juga?" Azira bisa mengambilkan suaminya buah.


Kenzie menggelengkan kepalanya menolak.


"Tidak, makan kamu saja sudah cukup." Ucapnya dengan ekspresi lempeng.


Mulut Azira berkedut. Untuk sesaat dia tidak bisa mengatakan apa-apa karena suaminya sangat manis, ah!


"Sayang, dengarkan aku baik-baik. Aku mau bicara serius sama kamu. Pengganti, kamu bukanlah seorang pengganti siapapun. Bagiku, kamu adalah Azira Humaira, istriku dan Ibu dari anak-anakku kelak. Kamu tidak menggantikan siapapun jadi jangan percaya apa yang orang-orang itu katakan. Mereka semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan hanya asal berbicara saja. Tapi kamu tenang saja, setelah ini aku akan membicarakan kebenaran ini kepada orang-orang rumah. Mereka harus tahu bahwa cinta pertama ku adalah kamu, wanita pertama dan terakhir yang ku pacari adalah kamu, dan aku adalah milik kamu satu-satunya. Mereka semua harus mengetahuinya agar tidak salah paham lagi."


Sekarang setelah semua yang terjadi Kenzie akan mengungkapkan masalah ini kepada keluarga untuk mencegah masalah selanjutnya. Dia tidak mau mengganggu masalah ini berlarut-larut sampai mengganggu keharmonisan rumah tangganya.


Azira tersenyum patuh. Apapun keputusan suaminya, dia akan mengikutinya dengan patuh.


"Um...mas Kenzie harus memberitahu semua orang hehehe...tapi ngomong-ngomong, mas, kenapa kamu tidak menceritakan masalah ini sebelumnya? Kalau mas Kenzie beritahu aku dari awal, maka aku enggak akan salah paham." Azira baru saja memikirkannya tadi.


Mengapa Kenzie tidak membicarakannya dari awal. Dengan begitu masalah ini tidak akan menjadi ruwet dan dia sendiri tidak akan berpikir negatif seperti beberapa waktu ini. Ah... banyak emosinya yang terbuang sia-sia.


Kenzie sekali lagi mengecup bibir ranum Azira. Giginya gatal ingin menggigit daging merah dan bengkak itu, tapi Azira sudah membaca pikirannya, jadi dia dengan sigap menutupi bibirnya dengan tangan kanan.


Rasanya sakit, Azira tidak tahan. Di samping itu juga sekarang masih siang. Kalau ada yang lihat bagaimana?


"Mas, serius. Ini masih siang dan kita sekarang ada di luar." Peringat Azira kepada suaminya.


Kenzie terkekeh.


"Baiklah, aku akan serius." Mengecup singkat punggung tangan kanan istrinya.


Azira sangat malu. Suaminya sering bilang dia enggak bisa romantis, padahal sikap dan perhatiannya selama ini kerap kali membuat Azira meleleh. Terlalu manis.


"Ada alasan kenapa aku tidak mau memberitahu kamu. Karena hukuman. Sebenarnya aku ingin melihat bagaimana sikap kamu menghadapi Amara. Tapi ketika aku melihat betapa kecewanya kamu hari itu, aku berpikir bahwa rencana ini tidak bisa dilakukan lagi. Aku tidak tahan melihat kamu sedih dan mengabaikan aku. Ini sangat tidak nyaman, aku benci kamu meninggalkan aku. Oleh karena itu istriku, aku berharap ini pertama kali dan terakhir kalinya kamu bilang ingin pergi meninggalkan ku, jika suatu hari kamu mengulangi lagi, maka Allah adalah saksinya, aku tidak akan pernah membiarkan kamu keluar dari kamar kita. kamu akan tinggal di sana sampai hari dimana kamu menyesali apa yang kamu ucapkan kepadaku. Mengerti?" Ujar Kenzie sangat serius.


Tatapannya yang tajam sangat sulit untuk diabaikan. Wajah Azira terasa panas. Di dalam dadanya, ada getaran lembut yang membasahi kalbu. Untuk sejenak Azira merasa takut, tapi di sisi lain dia merasa sangat lega.

__ADS_1


Lega, karena ternyata dia sangat dibutuhkan oleh orang yang dia cintai. Hatinya sangat tersentuh hingga tak menyadari bila matanya kembali menangis.


"Istriku, jangan menangis." Bisik suaminya lembut.


__ADS_2