
"Mungkin ada kesalahpahaman yang Mama lupakan." Kata Kenzie datar kepada Mama.
Dia tidak tersenyum sopan lagi namun menampilkan sisi acuh tak acuh yang dingin. Kenzie merasa bahwa tidak ada gunanya bersikap sopan kepada mereka. Pasalnya mereka tidak bisa menjaga hati orang lain dan tidak ragu untuk menimbulkan masalah.
"Apa?" Jantung Mama berdebar kencang melihat sikap dingin Kenzie yang jauh berbeda daripada sebelumnya.
Mengapa mama merasa kalau Kenzie sedang memperlakukannya sebagai orang asing yang tidak memiliki hubungan apa-apa sebelumnya. Padahal beberapa saat yang lalu Kenzie masih bersikap sopan, sekalipun kesal dengan apa yang dia katakan.
"Pada hari pernikahan sebelum aku membawa Azira pergi, aku sudah meminta maaf kepada kalian semua karena aku memutuskan untuk mempertahankan Azira tanpa pengaruh sedikit pun dari Azira. Pada hari itu aku tidak mengenal siapa Azira tapi hatiku langsung tertarik dengan pertemuan itu. Mempertahankan Azira menurutku jauh lebih baik daripada menikah dengan Humairah, wanita yang tidak pernah aku cintai. Kedua, selain meminta maaf kepada kalian, aku juga mengirimkan ganti rugi yang telah dikacaukan oleh istriku. Aku membayar semuanya sebagai kompensasi. Dan ketiga, alasan kenapa aku tidak pernah datang ke rumah itu bersama Azira adalah karena Ayah tidak mau mengakui kami sebagai pasangan suami istri, dan ayah juga tidak mau mengakui Azira sebagai putrinya. Pikirkanlah baik-baik, mengapa aku harus datang ke rumah kalian jika pada akhirnya kalian tidak akan pernah mau menerima kamu dan mungkin kalian akan menghina istriku habis-habisan. Aku tidak bisa melakukan itu. Aku tidak bisa menahannya jika sampai kudengar kata-kata kasar kalian lontarkan kepada istriku. Jadi karena tak ingin menambah masalah ke dalam kehidupan istriku, aku kemudian memutuskan untuk tidak datang ke rumah kalian. Dan terakhir, harusnya aku tidak usah meminta maaf kepada kalian karena di sini kami berdua adalah korbannya. Tunanganku yang sesungguhnya adalah Azira tapi kalian menggantikannya dengan Humairah. Ini adalah sebuah tindak penipuan, hasilnya akan fatal. Bila Azira tidak datang mengacaukan pernikahan itu maka pada akhirnya aku akan menikah dengan Humairah, tunangan palsu dan wanita yang tidak aku inginkan. Tapi untungnya Allah selalu memiliki jalan untuk mempersatukan kami berdua. Meskipun cara istriku salah, tapi langkahnya benar karena kami akhirnya bersama. Dan kesimpulan dari semua ini wanita yang pantas disebut wanita jahat, wanita jahat berhati serigala dan rubah betina yang licik adalah putri kalian sendiri. Setelah kebenaran terungkap, tidakkah seharusnya dia berhenti mengganggu kehidupanku lagi?" Jelas Kenzie menjelaskan dengan rinci dari awal alasan kenapa dia tidak pernah datang ke rumah mereka untuk meminta maaf atau sekedar menyapa.
Sampai dengan titik ini Humairah masih terus mengganggunya tapi dia tidak pernah menceritakan masalah ini kepada istrinya ataupun keluarga, karena takut membebani pikiran.
Setelah pindah ke kantor pun Humairah masih sering datang ke kantor. Entah itu mengirim makanan atau ingin datang menyapa, kehadirannya selalu ditolak. Meskipun dia tidak bisa masuk kantor, tapi tetap saja Kenzie merasa risih dengan kegilaannya. Dia merasa kalau Humairah mungkin memiliki gangguan obsesi di dalam hati hingga membuatnya terus menerus bertekad untuk mengganggunya.
"Mas.." Azira cemberut.
Kenzie tersenyum meminta maaf. Tampilan dinginnya seketika mencair di hadapan istrinya.
"Aku akan menjelaskannya nanti." Kata Kenzie melembutkan suaranya kepada Azira.
Azira merasa marah karena suaminya menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi lebih dari perasaan marah ini dia merasa sangat terharu karena suaminya telah diam-diam melindunginya selama ini. Selama ini dia tidak pernah mengungkit masalah pulang ke rumah Ayah. Azira kira suaminya tidak peduli tapi nyatanya suaminya lebih dari peduli. Demi kenyamanannya Kenzie tidak pernah menyebut pulang ke rumah. Jangankan meminta Azira untuk pulang ke rumah Ayah, membicarakan masalah keluarga itu saja Kenzie rasanya agak jarang. Sekarang setelah mendengar apa yang Kenzie katakan dia mengetahui alasannya.
Azira merasa sangat manis di dalam hati.
"Baiklah." Bisiknya dalam suasana hati yang baik.
__ADS_1
Hatinya yang suram tadi seketika menguap digantikan oleh perasaan manis dari suaminya tercinta.
Sementara mereka berdua saling berbisik, baik mama ataupun ayah sama-sama terkejut dengan apa yang Kenzie. Belum lagi masalah kompensasi, Kenzie juga menyebutkan secara terang-terangan bila Humairah masih mengganggunya sampai sekarang. Menyebut Humairah sebagai wanita yang jahat, atau rubah betina yang licik, semua sebutan kasar yang Mama layangkan kepada Azira diputar balik oleh Kenzie untuk Humairah. Menekankan bahwa Humairah terlalu mengganggu padahal dia tidak menyukainya. Ini sangat memalukan baik Mama maupun ayah merasa sangat keberatan dengan tuduhan kasar Kenzie ini.
Belum lagi masalah pertunangan yang ayah palsukan. Baik mama maupun ayah merasa telah kehilangan wajah di tempat ini. Mereka juga sadar betul bahwa apa yang mereka lakukan salah, tapi apa yang harus mereka lakukan?
Humairah sudah terlanjur mencintai Kenzie.
Di samping itu bagi mama, Azira ra adalah duri di dalam hidupnya. Bagaimana mungkin putri yang dilahirkan oleh wanita penggoda itu jauh lebih baik dari putri yang dia lahir, kan?
Wanita penggoda itu melahirkan benih liar di tempat miskin dan membesarkannya di tempat kumuh, tempat yang dipenuhi oleh manusia-manusia kotor yang menjijikan dan memuakkan!
Sementara Mama melahirkan Humairah di tempat yang baik dengan lingkungan yang baik untuk tumbuh besar. Humairah tumbuh dalam lingkungan yang sangat baik dan jauh lebih unggul daripada Azira, tapi mengapa Kenzie lebih menyukai benih liar itu?
Mengapa Kenzie lebih menyukai produk cacat daripada produk sempurna yang dia miliki?
Mama sibuk bergelut dalam pikirannya. Tangannya mencengkram erat kain bajunya sendiri untuk melakukan emosi yang menggebu-gebu di dalam hati. Sementara ayah dari awal hingga akhir tak mampu berkata-kata, dia merasa sudah tidak memiliki wajah lagi di sini. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, wajahnya terlihat lebih tua daripada sebelumnya.
"Apakah kalian tidak ingin mengatakan sesuatu?" Suara lembut Umi menginterupsi pikiran mereka berdua.
Mama dan ayah hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa. Umi menganggap kebisuan mereka sebagai persetujuan bahwa mereka tidak akan mengatakan apa-apa lagi.
"Maka biarkan aku bicara sekarang. Alasan kami mengundang kalian datang ke sini adalah berharap untuk memperbaiki hubungan karena biar bagaimanapun kalian adalah orang tua Azira. Tapi melihat sikap kalian sekarang jujur aku sangat kecewa. Sepertinya tidak ada jalan keluar di antara kita untuk saat ini. Dari awal kalian berbicara menyinggung putriku, aku sudah berusaha menahan diri untuk tidak marah. Aku juga berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa ini hanya kata-kata sepele dan tidak perlu diambil hati. Tapi lama kelamaan kalian berdua semakin berulah, mengucapkan kata-kata yang tidak sepantas dan bahkan berani menuduh, sungguh, apakah kalian tidak melihat masih ada aku di sini?" Sebenarnya kata-kata ini ditujukan kepada Mama karena dari awal orang yang cenderung membuat masalah adalah Mama sendiri.
Tapi ketidakmampuan Ayah untuk menghentikan Mama disimpulkan oleh Umi sebagai dukungan Ayah terhadap mama. Artinya Ayah setuju dengan apa yang mama katakan terlepas apakah itu baik atau buruk.
__ADS_1
"Oh, mungkin kalian benar-benar tidak melihat ada aku di sini. Bersikap arogan mengkritik putriku seolah-olah kalian berada di rumah sendiri, aku mengakui bahwa kalian berdua sangat luar biasa. Dengan sikap kalian seperti ini aku harus mengakui bahwa sikap putraku adalah sikapku juga. Sepertinya tidak perlu sebanyak apapun kami bersikap ramah kepada kalian, kalian pasti akan berpikir bahwa kami salah dan sengaja melakukan tindakan buruk, makan orang seperti kalian tidak seharusnya diberikan penjelasan apapun. Dan sebagai Umi Azira dan Kenzie, aku juga ingin mengatakan kepada kalian bahwa kamilah selaku orang tua mereka yang melarang mereka berdua pergi ke rumah kalian. Apakah kalian ingin tahu alasannya? Ya, masalah pertunangan yang kalian palsukan. Kami sudah sangat kecewa dengan tindakan kalian memalsukan tunangan putraku pada saat itu. Maka mengapa kami harus membiarkan anak-anak kami datang ke rumah kalian? Apakah untuk meminta maaf? Tidakkah seharusnya terbalik? Tidakkah seharusnya kalian yang datang ke rumah kami untuk meminta maaf atas apa yang kalian lakukan kepada kami? Tapi tidak, kalian sendiri merasa benar atas apa yang kalian lakukan. Sementara keluargaku yang menjadi korban dari tindakan kalian dianggap bersalah. Hei, putraku bukan dipengaruhi oleh Azira! Putraku tidak pernah meladeni putrimu bukan karena dipengaruhi oleh Azira, tapi itu karena hati! Hati yang berbicara! Putraku jatuh cinta kepada Azira semenjak pertama kali bertemu, maka ini sudah selesai menjelaskan bahwa putraku tidak perlu lagi memperdulikan putri kamu. Lagi pula sejak awal orang yang mengejar-ngejar putraku adalah putrimu, dan orang memalsukan pertunangan adalah kalian sendiri, dengan fakta ini saja kami tidak seharusnya menundukkan diri untuk meminta maaf kepada kalian. Sekarang kalian paham alasan kenapa putraku tidak pernah datang ke rumah kalian? Ah, aku juga perlu menjelaskan bahwa kami sangat marah dengan apa yang kalian lakukan kepada Ibu Azira. Keluarga kalian bukanlah manusia, kalau tidak kalian tidak akan pernah melakukan itu! Diam-diam memperlakukan manusia sebagai mainan, sungguh di mana hati nurani kalian! Syukurlah Allah menghentikan pernikahan putraku dengan putri kalian hari itu dan menyatukan putraku dengan Azira. Kalau tidak, aku tidak tahu harus mengatakan apa yang akan terjadi dengan keluarga kami jika sampai mengizinkan putri kalian memasuki rumah ini. Dan terakhir, tolong peringatkan putri kalian agar jangan mengganggu putraku lagi. Putri kalian terlalu percaya diri bersikap seolah-olah dunia selalu berputar di sekelilingnya, menganggap bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Azira, itu sangat menjengkelkan! Padahal berkali-kali putraku telah menegaskan kepadanya bahwa dia mencintai Azira, tapi putri kalian yang tidak tahu malu itu selalu bersikeras bahwa cinta putraku hanyalah untuknya. Sungguh, apakah dia tidak tahu malu?" Kata Umi dengan nada mengejek.
Sebagai orang tua saja dia merasa ilfil mengetahui bila Humairah terus-menerus mengejar putranya. Apalagi yang Kenzie rasakan selaku orang yang dikejar-kejar oleh Humairah, Kenzie pasti merasa sangat muak.
Suara Umi sangat jelas di dalam pendengaran mereka berdua. Di depan mereka putri terkasih yang selama ini mereka bangga-banggakan dan puji-puji ke manapun mereka pergi hari ini dipandang rendah oleh orang lain. Tidak hanya dipandang rendah tapi juga dianggap memuakkan. Baik Mama ataupun Ayah tidak tahu tentang masalah ini. Yang mereka tahu Humairah selalu ada di rumah meskipun sesekali keluar rumah, tapi itu tidak menghabiskan banyak waktu sehingga mereka tidak terlalu ambil pusing. Kini setelah mendengar apa yang Umi katakan, mereka akhirnya mengerti kemana selama ini Humairah pergi setiap kali keluar rumah. Ternyata dia pergi mencari Kenzie, terus mengganggunya hingga Kenzie sendiri merasa mual.
Mereka sangat malu, sejujurnya mereka berdua tidak tahu apa-apa. Mereka selalu beranggapan bahwa putri mereka mulai melepaskan diri dari Kenzie, tapi ternyata putrinya masih belum bisa melepaskan diri dan malah semakin mencari kemanapun Kenzie pergi.
Mereka sangat malu, malu semalu malunya. Padahal sebelumnya Mama sudah berbicara lancang menyalahkan Azira sebagai wanita yang tidak baik, tapi sekarang kata-katanya langsung dibalikkan oleh Umi sendiri. Mereka tidak tahu harus berkata apa untuk membuat pembelaan. Tepat saat mereka akan berbicara, suara teriakan Humairah tiba-tiba menarik perhatian mereka.
"Tidak mungkin!" Humairah datang dari arah kerumunan yang entah sejak kapan berkumpul menguping pembicaraan mereka.
Humairah selama ini ada di sini menonton pertarungan antara kedua orang tuanya dengan Azira. Awalnya Humairah sangat senang melihat orang tuanya terus memojok-mojok kan Azira. Mengatakan secara tersirat bahwa Azira bukan lah wanita yang baik di hadapan Umi. Awalnya dia berencana untuk masuk ke dalam pembicaraan sedikit lebih lama lagi ketika suasana agak membaik. Tapi menunggu lama apa yang diharapkan tidak benar-benar terjadi. Bukannya semakin berada di atas angin, orang tuanya malah di pojokkan oleh Kenzie dan Umi. Humairah sangat malu mendengarkan balasan Kenzie kepada orang tuanya. Dia merasa tidak memiliki keberanian untuk muncul di dalam pembicaraan ini. Tapi saat mendengarkan Kenzie mengatakan bahwa dia sangat kesal terus-menerus diganggu oleh Humairah, hatinya langsung sakit dan dia merasa hancur. Emosinya menjadi kian kacau saat mendengarkan semua yang dikatakan oleh Umi. Mulai dari pertunangan palsu yang enggan Humairah akui hingga titik dimana Umi menegaskan kepada orang tuanya bahwa Kenzie tidak pernah menyukainya, di titik ini Humairah merasa tidak kuat lagi mendengar apapun. Dia tidak bisa menahan diri dan langsung berteriak nyaring mengganggu pembicaraan mereka.
"Kamu terlalu impulsif!" Kata bibi Safa kesal melihat Humairah kehilangan kendali.
Meskipun kesal tapi dia tetap mengikuti Humairah ke sana.
"Aku tidak percaya dengan apa yang kalian semua katakan! Aku tidak percaya kalau Azira mendapatkan cinta mas Kenzie!" Teriak Humairah lepas kendali.
Dia berjalan cepat di hadapan mereka dengan air mata berurai di wajahnya. Langkahnya yang ceroboh membuat Azira ketakutan dan tanpa sadar memegangi perutnya.
"Okay, tenang. Aku di sini." Kenzie melihat ketakutan istrinya dan segera menghibur.
Tingkah manis mereka berdua semakin membutakan mata Humairah!
__ADS_1
Mendengar suara penghiburan dari suaminya, Azira akhirnya merasa sedikit lebih tenang. Tidak apa-apa pikirnya di sini masih ada Kenzie dan keluarganya akan selalu melindunginya. Mereka tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya lagi. Mereka tidak akan pernah membiarkan orang-orang jahat ini membuatnya menangis lagi. Tidak akan pernah.