Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 6.7


__ADS_3

Perhatian Sasa dengan mudahnya teralihkan. Dia menunduk melihat jajaran lipstik di depan dan mengambil beberapa warna yang menurutnya sangat cocok untuk Azira. Melihat aneka warna lipstik di tangan adik iparnya itu kepala Azira langsung pusing. Dia sudah bilang untuk tidak mengambil banyak tapi adik ipar itu tetap kukuh mengambil lebih dari 5. Sasa bilang itu tidak terlalu banyak dan tidak menguras kantong. Lagian uang Kenzie juga banyak jadi mereka bisa belanja sepuasnya.


"Cukup, cukup, cukup. Ini sudah terlalu banyak. Dengan lipstik sebanyak ini aku mana mungkin bisa menghabiskan nya dan mungkin akan membutuhkan beberapa tahun untuk menyingkirkan barang-barang ini." Ucapkan Azira ngeri seraya menahan kedua tangan Sasa untuk tidak mengambil lagi.


"Enggak harus dihabisin semua, kak. Kalau kakak suka tinggal di pakai kalau nggak suka ya tinggal diamkan saja. Kakak bisa mengumpulkan lipstik yang tidak terpakai untuk dijadikan sebagai koleksi. Tapi aku ngerasa semua warna lipstik ini cocok sama bibir kakak. Jadi sayang banget kalau nggak dipakai."


Saat mereka berdua sedang berbicara tiba-tiba ada seorang gadis yang datang menghampiri mereka berdua. Tepatnya gadis itu mengenali Azira yang sudah 1 bulan tidak terlihat semenjak dibawa pergi oleh orang-orang kaya.

__ADS_1


"Azira, kamu ternyata bisa juga belanja di sini?" Gadis itu memandang Azira dengan tatapan iri sekaligus mencemooh.


Ini adalah mall besar. Orang miskin pikir-pikir dulu sebelum masuk ke sini. Dan biasanya mereka yang masuk ke sini cukup mampu untuk berbelanja karena barang dijual di sini tidak sama dengan yang ada di pasar.


Azira melihat siapa pendatang menjengkelkan itu. Matanya menyipit mencoba mengingat siapa gadis ini. Matanya besar dengan bulu mata yang memberatkan kelopak mata. Make up yang menempel di wajahnya pun terlihat agak menor, gadis ini mungkin ingin menciptakan kesan glamour di dalam dirinya tapi karena terlalu berambisi, jatuhnya jadi menor.


"Kamu Tina?" Tanya Azira tidak yakin.

__ADS_1


"Oh, kamu sombong ya sekarang. Kudengar dari orang-orang di rumah seminggu setelah Ibu kamu meninggal, kamu langsung ditarik menjadi simpanan seorang laki-laki tua kaya raya. Awalnya aku tidak percaya karena kamu berbeda dengan Ibumu. Akan tetapi setelah melihatnya sekarang, apa yang keluarga kukatakan tentang kamu sepertinya benar." Lalu matanya menatap Sasa dengan tatapan main-main.


Penampilan Sasa tidak terlalu mencolok tapi sangat menarik. Lihatlah kualitas kain pakaiannya. Jelas saja semua pakaian ini dibeli di sini. Gadis ini mungkin berasal dari kalangan orang kaya, oh, atau mungkinkah ini adalah anak laki-laki tua yang membawa Azira menjadi simpanan nya di kota? Pikiran Tina berkelana jauh.


"Ck, ini pasti putri dari laki-laki tua itu?" Ucapnya dengan nada merendahkan.


Azira sangat terganggu dengan apa yang diucapkan oleh Tina. Apalagi kalau sudah menyangkut paut soal Ibu, hatinya akan menjadi gila kalau tidak membalas.

__ADS_1


"Anak laki-laki tua siapa?" Sasa menatap Azira dengan bingung.


Jelas-jelas dia adalah adik dari Kenzie, suami Azira.


__ADS_2