Mahram Untuk Azira

Mahram Untuk Azira
Bab 16.6


__ADS_3

Rasulullah ﷺ mandi bersama istri-istri beliau. Beliau mandi bersama Ummu Salamah (sebagaimana telah lalu penyebutannya)  . Beliau juga mandi bersama Aisyah sebagaimana tuturan Aisyah, “Aku dan Nabi ﷺ mandi bersama dari satu tempayan” .


Aisyah juga berkata,


كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُوْلُ اللهِ ﷺ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ فَيُبَا دِرُنِي حَتَّى أَقُوْلُ دَعْ لِيْ دَعْ لِيْ قَالَتْ وَهُمَا جُنُبَانِ


“Aku mandi bersama Rasulullah ﷺ dari satu tempayan (yang diletakan) antara kami berdua, maka Rasulullah ﷺ pemisahanku (dalam mengambil air dari tempayan) hingga aku berkata, “Sisakan air buatku, sisakan air buatku”.


Kebiasaan ini telah diterapkan oleh Rasulullah Saw di dalam pernikahan, maka sepatutnya generasi selanjutnya mengikuti jejak ini. Kenzie sendiri tidak memiliki keraguan dalam hal ini. Sekalipun mereka baru melakukannya pertama kali dan masih dibumbui perasaan canggung, tapi itu bukan berarti hal ini bisa mencegahnya meneladani jejak Rasulullah Saw.


Selain itu Kenzie merasakan manfaat mandi bersama dengan istrinya. Tentu dampak yang paling besar adalah dia mengenal lebih dalam lagi orang seperti apa istrinya. Seperti saat ini, dia pemalu dan mudah tersinggung. Sangat imut.


"Benarkah? Apakah mas Kenzie yakin tidak melakukan hal 'itu' di dalam kamar mandi?" Tanya Azira waspada.


Azira masih pegal-pegal. Dia... sebenarnya tidak punya tenaga sebesar itu untuk melalui ronde tambahan lagi. Dan yang paling penting sekarang adalah dia sangat mengantuk. Di dalam pikirannya cuma ada satu, yaitu tidur, tidur, dan tidur!

__ADS_1


Tidak ada waktu untuk kegiatan apapun.


"Apa sih yang kamu pikirkan? Pasangan suami istri dilarang melakukan hubungan intim di dalam kamar mandi, karena kamar mandi adalah tempat jin dan syaitan berkumpul. Sudah jangan banyak bicara lagi, ayo mandi sebelum keburu azan."


Saat melihat Kenzie turun dari kamar kasur tanpa menggunakan sehelai kain pun, Azira histeris dan langsung menutup matanya malu.


Kenzie tertawa keras. Dia menggelengkan kepalanya tak berdaya sembari memungut kolor di atas karpet dan segera menggunakannya.


"Semalam kamu sudah melihat semua dan bahkan sampai menyentuhnya, jadi apa yang perlu kamu malu kan lagi, Azira?" Tanya Kenzie gemas kepada istrinya.


"Mas mulai lagi, deh." Azira masih menutupi matanya.


"Okay, aku enggak akan becanda lagi." Bisik Kenzie.


Wajah Azira sangat panas dan mengembangkan rona merah yang terang. Kenzie merasa gemas dan mencubit pipi berdaging Azira.

__ADS_1


"Mas..." Azira kehabisan kata-kata.


Rasanya sangat memalukan.


"Hum." Lalu Kenzie kembali memberikan Azira kejutan lagi.


Tanpa memberikan aba-aba terlebih dahulu, Kenzie mengangkat tubuh Azira secara horizontal seperti pengantin baru dengan selimut di dalam pelukannya. Gerakan ini spontan membuat Azira ketakutan dan langsung melingkari leher Kenzie.


"Apakah kamu takut?" Kenzie bertanya lembut.


Azira sangat malu. Namun diam-diam di bawah pengawasan mata suaminya, dia menganggukkan kepala. Dia benar-benar ketakutan.


"Ayo.." Desak Azira kepada suaminya.


Kenzie terkekeh. Saat berjalan ke kamar mandi, Kenzie melirik sprei di atas kasur yang telah ternoda oleh darah merah terang. Warnanya sangat mencolok di bawah pencahayaan lampu kamar ini.

__ADS_1


Tersenyum dangkal, dia mengecup puncak kepala Azira sebentar.


"Kamu sudah bekerja keras. Hari ini kamu bisa beristirahat sepuasnya."


__ADS_2